LSM SIKAP Soroti Proyek Booster di PALI yang Pakai Material Abal-abal

Proyek pekerjaan Booster intake di Kabupaten PALI.
03 November 2019 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


Palembang [kabarpali.com] – Dewan Pengurus Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Independen Kesatuan Aksi Peduli Indonesia  (DPP LSM SIKAP Indonesia), menyorot proyek Booster Intake jaringan PDAM di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dituding telah menggunakan material abal-abal (tidak berkualitas,red).

Pengurus LSM SIKAP bersama Subdit I Intelkam Polda Sumsel, beberapa waktu lalu.

Hal itu dikemukakan M Susanto Husin SH, Ketua Umum LSM SIKAP Indonesia, pada kabarpali.com. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas indikasi tersebut. Sebab, jika ada unsur pelanggaran hukum, maka bisa dipastikan negara berpotensi mengalami kerugian yang tak sedikit.

“Melihat nilainya yang fantastis di angka Rp58 miliar, sungguh tak wajar jika proyek tersebut menggunakan material yang tidak berkualitas atau abal-abal. Oleh karenanya aparat penegak hukum harus mengusut hal ini segera mungkin,” tegas Susanto, di Palembang, Sabtu (2/22/2019).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa membaca berita sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan itu dengan leading sector Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) PALI, Junaidi ST sempat mengemukakan, bahwa pada Rincian Anggaran Biaya (RAB) harga satuan semen mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per sak. Sedangkan dari berbagai sumber harga material semen yang digunakan yakni Semen merk Chonc hanya seharga Rp35 ribuan saja.

“Artinya dari material ini saja sudah terdapat selisih yang sangat besar. Belum lagi pada material lain seperti pembesian yang dikatakan behel ‘banci’, dan lainnya. Maka patut diduga ada potensi kerugian negara yang tidak sedikit,” urai pria yang juga merupakan pengacara ini.

Oleh karenanya, meski pekerjaan itu belum selesai 100%, namun pihaknya dalam waktu dekat akan menindaklanjuti laporan kepada aparat penegak hukum, agar segera diusut secara tuntas.

“Dipastikan penggunaan material yang abal-abal akan berpengaruh pada kualitas bangunan. Jangan sampai rakyat menjadi korban, atas nafsu oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan sebanyaknya. Kami akan mengawal kasus ini!” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa warga di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, mengungkap temuan terhadap pekerjaan Booster jaringan PDAM di Sinar Dewa, Simpang Raja, dan kawasan Golf Handayani Mulia, berupa pemakaian material yang diduga tak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Pada pembangunan Booster itu, warga menemukan beberapa material yang digunakan pihak pelaksana diduga tak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Material itu antara lain berupa penggunaan semen ‘Cina’ merk CHONC dan besi behel ‘banci’ merk KXTW.

“Penggunaan material murah itu, tentu akan mengurangi kualitas. Padahal pembangunan jaringan air bersih ini merupakan skala prioritas untuk kemaslahatan masyarakat di PALI,” tutur Bidi, warga Talang Ubi, Senin (21/10/2019).

Untuk itu, sebagai warga daerah ini, ia merasa keberatan jika proyek pembangunan itu hanya dijadikan objek untuk mengeruk keuntungan semata, oleh para oknum. Menurutnya, semua pihak harus memberi perhatian lebih pada mega proyek tersebut.

“Anggarannya luar biasa besar. Kita semua harus terlibat aktif mengawasi hal ini. Karena jika tidak, bukan tak mungkin akan menjadi cela penyelewengan bagi oknum yang tak bertanggung jawab,” tegasnya didampingi beberapa warga lain.

Dilanjutkan Bidi, dari hasil penelusurannya di beberapa sumber, semen cina merk CHONC ukuran 40 kg dijual hanya seharga Rp34.300,- sedangkan semen-semen merk lokal yang familiar dan biasa dipakai para kontraktor seharga Rp60 ribu hingga Rp65 ribu. Artinya, ada selisih harga yang tak sedikit, yang tentu saja menjadi gambaran kualitasnya.

Sementara besi behel merk KXTW, menurutnya bukanlah yang terbaik. Ia menyebut beberapa merk dari Krakatau Stell seperti KSTI atau KSJI, semestinya bisa digunakan pada bangunan dengan leading sectorDinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten PALI itu.

“Dengan anggaran puluhan miliar, harusnya semua material adalah yang terbaik. Kami sebagai rakyat patut meminta hal itu. Karena sumber dana adalah uang kami!” cetusnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PERKIM Kabupaten PALI, melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Bangunan dan Lingkungan, Junaidi ST MSi beralasan, bahwa penggunaan semen ‘cina’ dan behel ‘banci’ tersebut disebabkan untuk mencegah suplai material yang kurang atau terhenti.

“Semua sudah sesuai. Penggunaan material itu disisipkan saja. Karena (suplai) barang terputus. Pipa juga begitu. Kita memakai merk Maspion atau Vinilon,” terang Junaidi, di Kantornya, Selasa (22/10/2019).

Junaidi merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan senilai Rp58.353.250.000 itu. Ia menyebut bahwa harga satuan semen pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek itu adalah pada kisaran Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per sak.

“Semua sudah SNI kok. Meski sebenarnya perbedaan SNI atau tidak itu kan cuma pada ukuran saja. Bukan kualitas. Misal, kalau behel paling lebih pendek semeter,” katanya.

Proyek pembangunan Booster intake itu merupakan bagian dari megaproyek penyediaan jaringan air bersih yang nanti akan dikelolah oleh PDAM Tirta PALI Anugerah. Tiga booster dibangun di wilayah Sinar Dewa, Simpang Raja dan Golf Handayani. Sebagai kontraktor pelaksana adalah PT Putra Masindo Utama dan konsultan CV Wahyu Jaya Persada, dengan sumber anggaran APBD PALI 2019.[red]

BERITA LAINNYA

12576 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12481 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9835 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

9653 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8638 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019

Palembang [kabarpali.com] – Dewan Pengurus Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Independen Kesatuan Aksi Peduli Indonesia  (DPP LSM SIKAP Indonesia), menyorot proyek Booster Intake jaringan PDAM di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dituding telah menggunakan material abal-abal (tidak berkualitas,red).

Pengurus LSM SIKAP bersama Subdit I Intelkam Polda Sumsel, beberapa waktu lalu.

Hal itu dikemukakan M Susanto Husin SH, Ketua Umum LSM SIKAP Indonesia, pada kabarpali.com. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas indikasi tersebut. Sebab, jika ada unsur pelanggaran hukum, maka bisa dipastikan negara berpotensi mengalami kerugian yang tak sedikit.

“Melihat nilainya yang fantastis di angka Rp58 miliar, sungguh tak wajar jika proyek tersebut menggunakan material yang tidak berkualitas atau abal-abal. Oleh karenanya aparat penegak hukum harus mengusut hal ini segera mungkin,” tegas Susanto, di Palembang, Sabtu (2/22/2019).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa membaca berita sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan itu dengan leading sector Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) PALI, Junaidi ST sempat mengemukakan, bahwa pada Rincian Anggaran Biaya (RAB) harga satuan semen mencapai Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per sak. Sedangkan dari berbagai sumber harga material semen yang digunakan yakni Semen merk Chonc hanya seharga Rp35 ribuan saja.

“Artinya dari material ini saja sudah terdapat selisih yang sangat besar. Belum lagi pada material lain seperti pembesian yang dikatakan behel ‘banci’, dan lainnya. Maka patut diduga ada potensi kerugian negara yang tidak sedikit,” urai pria yang juga merupakan pengacara ini.

Oleh karenanya, meski pekerjaan itu belum selesai 100%, namun pihaknya dalam waktu dekat akan menindaklanjuti laporan kepada aparat penegak hukum, agar segera diusut secara tuntas.

“Dipastikan penggunaan material yang abal-abal akan berpengaruh pada kualitas bangunan. Jangan sampai rakyat menjadi korban, atas nafsu oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan sebanyaknya. Kami akan mengawal kasus ini!” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa warga di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, mengungkap temuan terhadap pekerjaan Booster jaringan PDAM di Sinar Dewa, Simpang Raja, dan kawasan Golf Handayani Mulia, berupa pemakaian material yang diduga tak sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Pada pembangunan Booster itu, warga menemukan beberapa material yang digunakan pihak pelaksana diduga tak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Material itu antara lain berupa penggunaan semen ‘Cina’ merk CHONC dan besi behel ‘banci’ merk KXTW.

“Penggunaan material murah itu, tentu akan mengurangi kualitas. Padahal pembangunan jaringan air bersih ini merupakan skala prioritas untuk kemaslahatan masyarakat di PALI,” tutur Bidi, warga Talang Ubi, Senin (21/10/2019).

Untuk itu, sebagai warga daerah ini, ia merasa keberatan jika proyek pembangunan itu hanya dijadikan objek untuk mengeruk keuntungan semata, oleh para oknum. Menurutnya, semua pihak harus memberi perhatian lebih pada mega proyek tersebut.

“Anggarannya luar biasa besar. Kita semua harus terlibat aktif mengawasi hal ini. Karena jika tidak, bukan tak mungkin akan menjadi cela penyelewengan bagi oknum yang tak bertanggung jawab,” tegasnya didampingi beberapa warga lain.

Dilanjutkan Bidi, dari hasil penelusurannya di beberapa sumber, semen cina merk CHONC ukuran 40 kg dijual hanya seharga Rp34.300,- sedangkan semen-semen merk lokal yang familiar dan biasa dipakai para kontraktor seharga Rp60 ribu hingga Rp65 ribu. Artinya, ada selisih harga yang tak sedikit, yang tentu saja menjadi gambaran kualitasnya.

Sementara besi behel merk KXTW, menurutnya bukanlah yang terbaik. Ia menyebut beberapa merk dari Krakatau Stell seperti KSTI atau KSJI, semestinya bisa digunakan pada bangunan dengan leading sectorDinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten PALI itu.

“Dengan anggaran puluhan miliar, harusnya semua material adalah yang terbaik. Kami sebagai rakyat patut meminta hal itu. Karena sumber dana adalah uang kami!” cetusnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PERKIM Kabupaten PALI, melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Bangunan dan Lingkungan, Junaidi ST MSi beralasan, bahwa penggunaan semen ‘cina’ dan behel ‘banci’ tersebut disebabkan untuk mencegah suplai material yang kurang atau terhenti.

“Semua sudah sesuai. Penggunaan material itu disisipkan saja. Karena (suplai) barang terputus. Pipa juga begitu. Kita memakai merk Maspion atau Vinilon,” terang Junaidi, di Kantornya, Selasa (22/10/2019).

Junaidi merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan senilai Rp58.353.250.000 itu. Ia menyebut bahwa harga satuan semen pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek itu adalah pada kisaran Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per sak.

“Semua sudah SNI kok. Meski sebenarnya perbedaan SNI atau tidak itu kan cuma pada ukuran saja. Bukan kualitas. Misal, kalau behel paling lebih pendek semeter,” katanya.

Proyek pembangunan Booster intake itu merupakan bagian dari megaproyek penyediaan jaringan air bersih yang nanti akan dikelolah oleh PDAM Tirta PALI Anugerah. Tiga booster dibangun di wilayah Sinar Dewa, Simpang Raja dan Golf Handayani. Sebagai kontraktor pelaksana adalah PT Putra Masindo Utama dan konsultan CV Wahyu Jaya Persada, dengan sumber anggaran APBD PALI 2019.[red]

BERITA TERKAIT

Tiga Pekan Usai dibangun Sudah Rusak, Akhirnya Jalan ini 'dipoles' Lagi

21 November 2019 233

PALI [kabarpali.com] - Kamis (21/11/2019), Pihak kontraktor pembangunan [...]

Hanya Tiga Pekan Pasca dikerjakan, Proyek Jalan ini Sudah Hancur

20 November 2019 1049

PALI [kabarpali.com] - Representasi (gambaran) kualitas bangunan [...]

Hari Pertama Bertugas, Begini Suasana Mapolres PALI

13 November 2019 1636

PALI [kabarpali.com] - Hari pertama bertugas, Kepolisian Resort (Polres) [...]