Tim Deliniasi Datang ke Candi Bumi Ayu, ini yang dilakukannya

Oleh Redaksi KABARPALI | 25 September 2017
Tim Delinasi bersama Bupati PALI di Candi Bumi Ayu.


Tanah Abang [kabarpali.com] - Guna mengembangkan kawasan Candi Bumi Ayu, agar kian menarik dan dapat menjadi destinasi wisata andalan, 16 orang yang tegabung dalam Tim Deliniasi diundang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI.

Ke-16 ahli tersebut berlatar belakang berbagai disiplin ilmu, seperti arkeolog,  budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Dosen Arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog,  Persatuan Kakitangan Akademik Universiti Malaya (PKAUM) serta Paslitar Kenas.

Kedatangan Tim Kajian Delineasi tersebut untuk melakukan kajian terhadap warisan budaya di kecamatan Tanah Abang tersebut baru setelah itu bisa membuat granddesain langkah apa yang akan dilakukan disbudpar dalam mengembangkan kawasan percandian satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Disbudpar PALI ; Suprihyatno, mengaku bahwa hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Kajian Delineasi tersebut sebagai prasyarat untuk dilaporkan ke Kementerian terkait agar kawasan percandian Bumi Ayu bisa segera dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti halnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

"Ini fondasi awal dalam membangun candi Bumi Ayu. Ini merupakan team work yang didatangkan dari berbagai displin ilmu untuk mengupas rahasia yang tersimpan rapi dalam kawasan percandian Bumi Ayu," tukas Suprih.

Ditempat yang sama, Bupati PALI Heri Amalindo berharap dukungan masyarakat sekitar dalam mengembangkan satu-satunya candi yang ada di Sumatera Selatan itu.

"Kalau ada warga yang menemukan benda-benda kuno, seperti piring kuno, pecahan artefak harap dikembalikan. Karena, nantinya kita akan membuat museum dimana isinya mengenai seluruh warisan budaya yang ada di candi Bumi Ayu," beber Heri.

Heri juga menginginkan kawasan percandian Bumi Ayu bisa menjadi destinasi wisata serta menjadi pusat pembelajaran. Jadi ketika disana banyak pengunjung, yang mendapat untung juga yakni masyarakat sekitar. Untuk itu harus dijaga bersama," tutupnya.[red] 

BERITA LAINNYA

102155 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79902 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39725 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26475 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23762 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

Tanah Abang [kabarpali.com] - Guna mengembangkan kawasan Candi Bumi Ayu, agar kian menarik dan dapat menjadi destinasi wisata andalan, 16 orang yang tegabung dalam Tim Deliniasi diundang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten PALI.

Ke-16 ahli tersebut berlatar belakang berbagai disiplin ilmu, seperti arkeolog,  budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Dosen Arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog,  Persatuan Kakitangan Akademik Universiti Malaya (PKAUM) serta Paslitar Kenas.

Kedatangan Tim Kajian Delineasi tersebut untuk melakukan kajian terhadap warisan budaya di kecamatan Tanah Abang tersebut baru setelah itu bisa membuat granddesain langkah apa yang akan dilakukan disbudpar dalam mengembangkan kawasan percandian satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Disbudpar PALI ; Suprihyatno, mengaku bahwa hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Kajian Delineasi tersebut sebagai prasyarat untuk dilaporkan ke Kementerian terkait agar kawasan percandian Bumi Ayu bisa segera dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti halnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.

"Ini fondasi awal dalam membangun candi Bumi Ayu. Ini merupakan team work yang didatangkan dari berbagai displin ilmu untuk mengupas rahasia yang tersimpan rapi dalam kawasan percandian Bumi Ayu," tukas Suprih.

Ditempat yang sama, Bupati PALI Heri Amalindo berharap dukungan masyarakat sekitar dalam mengembangkan satu-satunya candi yang ada di Sumatera Selatan itu.

"Kalau ada warga yang menemukan benda-benda kuno, seperti piring kuno, pecahan artefak harap dikembalikan. Karena, nantinya kita akan membuat museum dimana isinya mengenai seluruh warisan budaya yang ada di candi Bumi Ayu," beber Heri.

Heri juga menginginkan kawasan percandian Bumi Ayu bisa menjadi destinasi wisata serta menjadi pusat pembelajaran. Jadi ketika disana banyak pengunjung, yang mendapat untung juga yakni masyarakat sekitar. Untuk itu harus dijaga bersama," tutupnya.[red] 

BERITA TERKAIT

24 Kali Turun Padamkan Karhutla, PEP Adera Field Bantu Atasi Kebakaran di PALI dan Muara Enim

06 November 2026 46

PALI [kabarpali.com] – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan [...]

ADIPEC 2026 Jadi Momentum Indonesia Perluas Kemitraan dan Tarik Investasi Hulu Migas Global

04 November 2026 98

Abu Dhabi [kabarpali.com] – Indonesia memanfaatkan ajang Abu Dhabi [...]

FORDES: Karhutla Sumsel Terus Berulang, Lemahnya Tata Kelola dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan

04 November 2026 307

Palembang [kabarpali.com] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang [...]

close button