Sulitnya Miliki Tiga Asset yang Masih dikuasai Muara Enim

Oleh Redaksi KABARPALI | 24 Januari 2018
Plang nama kantor PT Petroenim Betun Selo di Komperta Pendopo, PALI.


PALI [kabarpali.com] - Meski Kabupaten PALI pada 22 April 2018 ini akan genap berusia lima tahun, namun tak semua aset daerah yang berada di wilayah Bumi Serepat Serasan dapat seutuhnya menjadi milik PALI. 
 
Hal itu sebenarnya bertentangan dengan amanat UU No 7 Tahun 2013 yang mengatakan, bahwa maksimal tiga tahun Muara Enim harus menyerahkan semua aset mereka yang berada di PALI. 
 
Terbukti hingga saat ini, tiga aset produktif masih dikuasai oleh Kabupaten Muara Enim, selaku kabupaten induk PALI.
 
Tiga aset dimaksud yakni PT PDAM Lematang Enim, PT Pemdas Agro Citra Buana dan PT Petroenim Betun Selo. 
 
PT PDAM Lematang Enim yang mensuplai air bersih ke rumah rumah warga di PALI, hingga kini masih mengucurkan keuntungan ke kas daerah Muara Enim.
 
Sedangkan PT Pemdas Agro Citra Buana, masih menghasilkan buah sawit dari ratusan hektar kebunnya yang berada di kawasan Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi. 
 
Demikian PT Petroenim Betun Selo, aktif berproduksi migas di lapangan Betun Desa Purun Timur Kecamatan Penukal (minyak) dan Lapangan Selo di kawasan Talang Ubi (gas). 
 
Beberapa aset itu dikelolah oleh leading sektor Perusda Muara Enim dengan menggandeng investor swasta, tanpa ada kontribusi pada PAD PALI.
 
Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD PALI;  H Amran SH, mengaku fakta tersebut benar memang adanya. Hingga saat ini ketiga aset itu belum dikuasai PALI. 
 
"Kalau PDAM memang sebenarnya sumber air dan intakenya berada di kawasan muara Enim. Yakni di Teluk Lubuk. Tapi setidaknya ada kerjasama yang saling menguntungkan. Karena pelanggannya berada di PALI," ujar Amran, di ruang Komisi II DPRD PALI, Selasa (23/1/2018).
 
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga menambahkan, bahwa beberapa aset itu sekarang masih dikelolah Perusda Muara Enim. 
 
"Namun sampai dimana proses atau upaya yang dilakukan untuk menguasai aset tesebut, kita belum mengetahui," pungkasnya.
 
Terpisah, Direktur Utama Perusda PALI PT PALI Anugerah Corporation; Zulyardi Sofjan SH MH, mengungkapkan, bahwa meski PALI sudah ada Perusda namun bukanlah tugas Perusda untuk mengurus serah terima aset. 
 
"Mana pula ada regulasi yang mengatakan bahwa kotraktualnya yang tidak bisa direnegoisasi. Itu juga tugas Pemkab, DPRD, untuk mengurusnya. Kalau Perusda ke Perusda tidak bisa," tutur Zulyardi, di kantornya, Selasa (23/1/2018).
 
Hal itu tambahnya, terkait dengan otonomi daerah. Artinya bupati dengan bupati. "Kita menunggu hal itu," singkatnya.
 
Jika semuanya pelik, sambung Zulyardi, opsi paling memungkinkan terpaksa menunggu kontrak mereka habis. Namun itu pun akan memakan waktu lama. 
 
"Pada saat itu, jika mereka mau memperpanjang izin, tentu Muara Enim tidak berani karena memang letaknya di PALI. Kemudian jika PALI yang harus mengeluarkan izin maka pasti kita akan mempertimbangkan apa yang didapat PALI," pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

62362 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

34616 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

22239 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

21454 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

20346 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019
PALI [kabarpali.com] - Meski Kabupaten PALI pada 22 April 2018 ini akan genap berusia lima tahun, namun tak semua aset daerah yang berada di wilayah Bumi Serepat Serasan dapat seutuhnya menjadi milik PALI. 
 
Hal itu sebenarnya bertentangan dengan amanat UU No 7 Tahun 2013 yang mengatakan, bahwa maksimal tiga tahun Muara Enim harus menyerahkan semua aset mereka yang berada di PALI. 
 
Terbukti hingga saat ini, tiga aset produktif masih dikuasai oleh Kabupaten Muara Enim, selaku kabupaten induk PALI.
 
Tiga aset dimaksud yakni PT PDAM Lematang Enim, PT Pemdas Agro Citra Buana dan PT Petroenim Betun Selo. 
 
PT PDAM Lematang Enim yang mensuplai air bersih ke rumah rumah warga di PALI, hingga kini masih mengucurkan keuntungan ke kas daerah Muara Enim.
 
Sedangkan PT Pemdas Agro Citra Buana, masih menghasilkan buah sawit dari ratusan hektar kebunnya yang berada di kawasan Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi. 
 
Demikian PT Petroenim Betun Selo, aktif berproduksi migas di lapangan Betun Desa Purun Timur Kecamatan Penukal (minyak) dan Lapangan Selo di kawasan Talang Ubi (gas). 
 
Beberapa aset itu dikelolah oleh leading sektor Perusda Muara Enim dengan menggandeng investor swasta, tanpa ada kontribusi pada PAD PALI.
 
Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD PALI;  H Amran SH, mengaku fakta tersebut benar memang adanya. Hingga saat ini ketiga aset itu belum dikuasai PALI. 
 
"Kalau PDAM memang sebenarnya sumber air dan intakenya berada di kawasan muara Enim. Yakni di Teluk Lubuk. Tapi setidaknya ada kerjasama yang saling menguntungkan. Karena pelanggannya berada di PALI," ujar Amran, di ruang Komisi II DPRD PALI, Selasa (23/1/2018).
 
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga menambahkan, bahwa beberapa aset itu sekarang masih dikelolah Perusda Muara Enim. 
 
"Namun sampai dimana proses atau upaya yang dilakukan untuk menguasai aset tesebut, kita belum mengetahui," pungkasnya.
 
Terpisah, Direktur Utama Perusda PALI PT PALI Anugerah Corporation; Zulyardi Sofjan SH MH, mengungkapkan, bahwa meski PALI sudah ada Perusda namun bukanlah tugas Perusda untuk mengurus serah terima aset. 
 
"Mana pula ada regulasi yang mengatakan bahwa kotraktualnya yang tidak bisa direnegoisasi. Itu juga tugas Pemkab, DPRD, untuk mengurusnya. Kalau Perusda ke Perusda tidak bisa," tutur Zulyardi, di kantornya, Selasa (23/1/2018).
 
Hal itu tambahnya, terkait dengan otonomi daerah. Artinya bupati dengan bupati. "Kita menunggu hal itu," singkatnya.
 
Jika semuanya pelik, sambung Zulyardi, opsi paling memungkinkan terpaksa menunggu kontrak mereka habis. Namun itu pun akan memakan waktu lama. 
 
"Pada saat itu, jika mereka mau memperpanjang izin, tentu Muara Enim tidak berani karena memang letaknya di PALI. Kemudian jika PALI yang harus mengeluarkan izin maka pasti kita akan mempertimbangkan apa yang didapat PALI," pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

PWI PALI Peringati HPN 2025 : Gelar Syukuran, Doa Bersama dan Lomba Menulis

10 Februari 2025 458

PALI [kabarpali.com] – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) [...]

Perguruan Pagar Nusa PALI Gelar UKT, 50 Warga Kena Gembleng

09 Februari 2025 495

PALI [kabarpali.com] - Perguruan pencak silat Pagar Nusa Kabupaten Penukal Abab [...]

PWI PALI Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik 2025: Angkat Wisata Budaya dalam Rangka HPN dan HUT PWI ke-79

09 Februari 2025 355

PALI [kabarpali.com] – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) [...]

close button