‎Setelah Tukang Kasur, Giliran Guru Honorer Kena Begal

Oleh Redaksi KABARPALI | 02 Oktober 2017
ilustrasi/net.


Talang Ubi [kabarpali.com] - Baru berselang dua hari setelah perampokan dengan kekerasan yang lazim disebut begal menimpa tukang jual kasur keliling, kini giliran guru honorer harus merelakan motor kesayangannya dirampas sekawanan penjahat.
 
Kejadian naas yang menimpah Pipi Anita SPdI, Rida Adawiyah SPdI, dan Eka Riyanti SHI itu terjadi pada Senin pagi (2/10) sekira pukul 07.30 WIB.
 
Ketiganya yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Penukal itu, secara konvoi bersama dengan suami Rida Adawiya yakni Amri Syahrial SPdI (Penyuluh Agama Islam Non PNS) hendak menuju ibukota PALI.
 
Mereka bermaksud ke Kantor Kemenag untuk menyerahkan isian data guru agama dan ikut upacara Hari Kesaktian Pancasila di sana. Namun, di jalan tepatnya di simpang empat di antara Jeramba Besi - Simpang Rasau mereka dicegat enam orang tak dikenal.
 
"Tiba tiba mereka dihadang gerombolan perampok bersenjata api. Karena takut mereka pun terpaksa menyerahkan motornya," ujar Kepala Kemenag PALI, seperti dikutip dari surat pemberitahuan resminya kepada Bupati PALI, (2/10).
 
Adapun barang yang hilang yakni motor merk Jupiter dan Scoopy berikut tas kerja yang berisi dokumen.
 
"Penodong yang menggunakan topeng itu berjumlah enam orang. Bersenjatakan senpi laras pendek, senpi laras panjang dan kayu," tambah Kakankemenag ; H Deni Priansyah.
 
Sementara itu, menanggapi kerapnya terjadi penodong kendaraan di wilayah ini, berbagai komentar pun bertebaran di media sosial. 
 
Selain menyatakan ketakutan dan kekecewaannya, warga juga berharap agar kondisi keamanan dan kenyamanan di PALI segera terwujud.
 
"Ao pak nak ati-ati nian mengkari. Tambah ganas penodongan mengkari. Tinggal kitek ndak jage diri masing-masing. Mari kite doake semoga ke depan ikak masyarakat kite dapat bepergian secara nyaman dan aman," komentar Sekcam Penukal ; Kusteti.[red]

BERITA LAINNYA

102062 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79564 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39612 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26276 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23679 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
Talang Ubi [kabarpali.com] - Baru berselang dua hari setelah perampokan dengan kekerasan yang lazim disebut begal menimpa tukang jual kasur keliling, kini giliran guru honorer harus merelakan motor kesayangannya dirampas sekawanan penjahat.
 
Kejadian naas yang menimpah Pipi Anita SPdI, Rida Adawiyah SPdI, dan Eka Riyanti SHI itu terjadi pada Senin pagi (2/10) sekira pukul 07.30 WIB.
 
Ketiganya yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 2 Penukal itu, secara konvoi bersama dengan suami Rida Adawiya yakni Amri Syahrial SPdI (Penyuluh Agama Islam Non PNS) hendak menuju ibukota PALI.
 
Mereka bermaksud ke Kantor Kemenag untuk menyerahkan isian data guru agama dan ikut upacara Hari Kesaktian Pancasila di sana. Namun, di jalan tepatnya di simpang empat di antara Jeramba Besi - Simpang Rasau mereka dicegat enam orang tak dikenal.
 
"Tiba tiba mereka dihadang gerombolan perampok bersenjata api. Karena takut mereka pun terpaksa menyerahkan motornya," ujar Kepala Kemenag PALI, seperti dikutip dari surat pemberitahuan resminya kepada Bupati PALI, (2/10).
 
Adapun barang yang hilang yakni motor merk Jupiter dan Scoopy berikut tas kerja yang berisi dokumen.
 
"Penodong yang menggunakan topeng itu berjumlah enam orang. Bersenjatakan senpi laras pendek, senpi laras panjang dan kayu," tambah Kakankemenag ; H Deni Priansyah.
 
Sementara itu, menanggapi kerapnya terjadi penodong kendaraan di wilayah ini, berbagai komentar pun bertebaran di media sosial. 
 
Selain menyatakan ketakutan dan kekecewaannya, warga juga berharap agar kondisi keamanan dan kenyamanan di PALI segera terwujud.
 
"Ao pak nak ati-ati nian mengkari. Tambah ganas penodongan mengkari. Tinggal kitek ndak jage diri masing-masing. Mari kite doake semoga ke depan ikak masyarakat kite dapat bepergian secara nyaman dan aman," komentar Sekcam Penukal ; Kusteti.[red]

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan Generasi Muda, Medco E&P Gelar Edukasi di SMA Negeri 2 Talang Ubi

23 September 2026 327

PALI [kabarpali.com] — Kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan, dan [...]

Desakan Pencabutan Pergub 40/2017 Menguat, Pemprov Sumsel Proses Telaah Hukum

17 September 2026 478

Palembang [kabarpali.com] — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov [...]

Atlet Catur PALI Torehkan Prestasi di Kejurprov Sumsel 2026, Raih 8 Medali

15 September 2026 708

Palembang [kabarpali.com] — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan [...]

close button