Kasihan! TKS di DPRD PALI 'dirumahkan' Semua

07 Januari 2021 Comments | Headline, PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Memasuki tahun 2021, nasib menyedihkan dialami para Tenaga Kerja Sukarela (TKS) atau honorer yang mengabdi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 
 
Mereka tak diizinkan bekerja mulai hari ini, Kamis (7/1/2021). Akibatnya gedung wakil rakyat itu pun nampak sepi, dan tak terlihat lagi keriuhan para pekerja yang biasanya beraktivitas.
 
Menurut Plt Sekretaris DPRD PALI, Son Haji, para TKS itu memang benar saat ini telah dirumahkan. Untuk menjalankan pekerjaan di sekretariat DPRD, hanya ada para PNS, dan sedikit TKS pada bagian Simda saja untuk menunjang kinerja.
 
"Memang betul TKS-nya dirumahkan. Saat ini hanya PNS dan ada sejumlah TKS bagian operator Simda untuk menunjang kinerja," terang Son Haji, pada awak media, Kamis (7/1/2021), di ruangannya.
 
Ditanya sampai kapan untuk TKS yang dirumahkan, Son Haji menjelaskan bahwa tepatnya bukan sebutan di rumahkan, melainkan dirampingkan.
 
"Sampai nanti ada informasi akan dipanggil satu persatu. Perampinganlah bahasanya itu. Kalau dirumahkan itu bisa saja tidak dipakai lagi kan. Kalau perampingan kan kita menyisir mencari yang rajin, disiplin, dan yang selalu ngantor, kira-kira seperti itu," bebernya.
 
Fenomena merumahkan TKS, akhir-akhir ini nampak makin santer didengar di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Memasuki tahun 2021, dan pasca perhelatan Pilkada di Bumi Serepat Serasan, hal itu pun cenderung diartikan sebagian kalangan sebagai bentuk politik balas dendam.
 
Meski demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Syahron Nazil SH, menyebut bahwa hak untuk memperkerjakan TKS ada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan.
 
"Itu hak dan kebijakan OPD terkait. Apakah masih membutuhkan TKS tersebut atau tidak. Tentu dengan pertimbangan-pertimbangan. Seperti disiplin kerja, efektifitas, dan lainnya," cetus Sekda, belum lama ini.[red]

BERITA LAINNYA

16149 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

15489 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019

14650 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

14291 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12529 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018
PALI [kabarpali.com] - Memasuki tahun 2021, nasib menyedihkan dialami para Tenaga Kerja Sukarela (TKS) atau honorer yang mengabdi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 
 
Mereka tak diizinkan bekerja mulai hari ini, Kamis (7/1/2021). Akibatnya gedung wakil rakyat itu pun nampak sepi, dan tak terlihat lagi keriuhan para pekerja yang biasanya beraktivitas.
 
Menurut Plt Sekretaris DPRD PALI, Son Haji, para TKS itu memang benar saat ini telah dirumahkan. Untuk menjalankan pekerjaan di sekretariat DPRD, hanya ada para PNS, dan sedikit TKS pada bagian Simda saja untuk menunjang kinerja.
 
"Memang betul TKS-nya dirumahkan. Saat ini hanya PNS dan ada sejumlah TKS bagian operator Simda untuk menunjang kinerja," terang Son Haji, pada awak media, Kamis (7/1/2021), di ruangannya.
 
Ditanya sampai kapan untuk TKS yang dirumahkan, Son Haji menjelaskan bahwa tepatnya bukan sebutan di rumahkan, melainkan dirampingkan.
 
"Sampai nanti ada informasi akan dipanggil satu persatu. Perampinganlah bahasanya itu. Kalau dirumahkan itu bisa saja tidak dipakai lagi kan. Kalau perampingan kan kita menyisir mencari yang rajin, disiplin, dan yang selalu ngantor, kira-kira seperti itu," bebernya.
 
Fenomena merumahkan TKS, akhir-akhir ini nampak makin santer didengar di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Memasuki tahun 2021, dan pasca perhelatan Pilkada di Bumi Serepat Serasan, hal itu pun cenderung diartikan sebagian kalangan sebagai bentuk politik balas dendam.
 
Meski demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Syahron Nazil SH, menyebut bahwa hak untuk memperkerjakan TKS ada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan.
 
"Itu hak dan kebijakan OPD terkait. Apakah masih membutuhkan TKS tersebut atau tidak. Tentu dengan pertimbangan-pertimbangan. Seperti disiplin kerja, efektifitas, dan lainnya," cetus Sekda, belum lama ini.[red]

BERITA TERKAIT

Normalisasi Sungai Bernai, Warga : Justru Merusak!

13 Januari 2021 634

PALI [kabarpali.com] - Alih-alih ingin memperbaiki kondisi lingkungan yang [...]

DPRD PALI Umumkan Pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati

13 Januari 2021 4385

PALI [kabarpali.com] - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penukal Abab [...]

DPRD PALI Resmi Laporkan Plt Sekwannya ke Kejari

13 Januari 2021 942

PALI [kabarpali.com] - Pimpinan beserta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [...]

close button