Batas Tanahnya digeser, Dua Beranak Kapak Tetangga

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 Juli 2018
Kedua pelaku daat diamankan di Mapolsek Penukal Abab.


Penukal [kabarpali.com] Persoalan batas tanah memang kerap memicu masalah. Tak hanya merusak kehidupan social masyarakat, bahkan juga bisa menjebak seseorang melakukan tindakan kriminal. Demikianlah yang terjadi di Dusun III Desa Mangkunegara Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Emosi karena batas tanahnya digeser terus, dua beranak kandung pun nekat membacok tetangganya.

Akibat kejadian itu, Burnawi (45) dan Dapri bin Burnawi (30) kini terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Penukal Abab. Bapak dan anak itu, diamankan petugas setelah membacok Eli (50) dan Heru bin Eli (30). Tetangganya yang dituding telah menggeser batas tanahnya hingga beberapa kali.

"Eli itu sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Ia menggeser batas tanah, hingga menjual tanah milik saya. Terakhir masih saja mau menggeser batas tanah lagi. Saya yang emosi lalu bermaksud menemuinya, dan memprotes ulahnya itu," tutur Burnawi, diwawancarai kabarpali.com, di Mapolsek Penukal Abab.

Melanjutkan kronologis, Minggu (1/7/2018), Ia pun lalu menanyakan keberadaan Eli, pada anaknya Heru. Setelah bertemu, Burnawi mengatakan pada Eli agar ia berhenti menggeser batas tanah serta mengakui miliknya. Namun bukannya sadar dan meminta maaf, Eli justru memukul Burnawi menggunakan balok kayu di kepala dan tubuh bagian belakang.

"Melihat hal itu, Dapri, anak saya yang melihat bapaknya di pukul, turut tersulut emosi dan mengambil parang di rumah, lalu membacok Eli. Kemudian, Heru anaknya Eli hendak menusuk kami menggunakan pisau. Saya pun ke rumah dan mengambil parang juga, serta membacok keduanya," tandas bapak satu putri dan dua putra itu.

Usai bergelut, Eli dan Heru pun dilarikan ke RSUD HM Rabain Muara Enim karena lukanya yang cukup parah. Sedang Burnawi dan Dapri, mengobati lukanya di bidan desa. Sekira pukul 16.00 WIB, kedua pun dijemput jajaran Mapolsek Penukal Abab, dan diamankan di sana, untuk diproses lebih lanjut.

"Keduanya kita amankan pada sore harinya. Tak ada perlawanan dan cukup kooperatif saat kita sidik. Namun, barang bukti berupa parang hingga kini belum ditemukan. Diduga disembunyikan oleh keluarga pelaku. Keduanya pun terancam pasal 170 ayat 2 KUHP. Hingga kini korban masih dirawat di RSUD Muara Enim," singkat Kapolsek Penukal Abab ; Iptu Acep YS SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Muh Arafah SH.[red]

BERITA LAINNYA

101686 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78602 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39075 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25363 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23249 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

Penukal [kabarpali.com] Persoalan batas tanah memang kerap memicu masalah. Tak hanya merusak kehidupan social masyarakat, bahkan juga bisa menjebak seseorang melakukan tindakan kriminal. Demikianlah yang terjadi di Dusun III Desa Mangkunegara Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Emosi karena batas tanahnya digeser terus, dua beranak kandung pun nekat membacok tetangganya.

Akibat kejadian itu, Burnawi (45) dan Dapri bin Burnawi (30) kini terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolsek Penukal Abab. Bapak dan anak itu, diamankan petugas setelah membacok Eli (50) dan Heru bin Eli (30). Tetangganya yang dituding telah menggeser batas tanahnya hingga beberapa kali.

"Eli itu sudah beberapa kali melakukan hal yang sama. Ia menggeser batas tanah, hingga menjual tanah milik saya. Terakhir masih saja mau menggeser batas tanah lagi. Saya yang emosi lalu bermaksud menemuinya, dan memprotes ulahnya itu," tutur Burnawi, diwawancarai kabarpali.com, di Mapolsek Penukal Abab.

Melanjutkan kronologis, Minggu (1/7/2018), Ia pun lalu menanyakan keberadaan Eli, pada anaknya Heru. Setelah bertemu, Burnawi mengatakan pada Eli agar ia berhenti menggeser batas tanah serta mengakui miliknya. Namun bukannya sadar dan meminta maaf, Eli justru memukul Burnawi menggunakan balok kayu di kepala dan tubuh bagian belakang.

"Melihat hal itu, Dapri, anak saya yang melihat bapaknya di pukul, turut tersulut emosi dan mengambil parang di rumah, lalu membacok Eli. Kemudian, Heru anaknya Eli hendak menusuk kami menggunakan pisau. Saya pun ke rumah dan mengambil parang juga, serta membacok keduanya," tandas bapak satu putri dan dua putra itu.

Usai bergelut, Eli dan Heru pun dilarikan ke RSUD HM Rabain Muara Enim karena lukanya yang cukup parah. Sedang Burnawi dan Dapri, mengobati lukanya di bidan desa. Sekira pukul 16.00 WIB, kedua pun dijemput jajaran Mapolsek Penukal Abab, dan diamankan di sana, untuk diproses lebih lanjut.

"Keduanya kita amankan pada sore harinya. Tak ada perlawanan dan cukup kooperatif saat kita sidik. Namun, barang bukti berupa parang hingga kini belum ditemukan. Diduga disembunyikan oleh keluarga pelaku. Keduanya pun terancam pasal 170 ayat 2 KUHP. Hingga kini korban masih dirawat di RSUD Muara Enim," singkat Kapolsek Penukal Abab ; Iptu Acep YS SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Muh Arafah SH.[red]

BERITA TERKAIT

Tabrak Lari di PALI Tewaskan Pelajar SMP, Sopir Truk Berhasil Ditangkap

18 Maret 2026 455

PALI [kabarpali.com] – Kasus tabrak lari yang menewaskan seorang pelajar [...]

Dugaan Pungli di Jembatan Darurat Sungai Baung PALI, Seorang Sopir Jadi Korban Pengeroyokan

23 Januari 2026 1860

PALI [kabarpali.com] — Seorang warga Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi, [...]

Maling Sapi Profesional Beraksi di PALI, Satu Ekor Disembelih Tengah Hari

14 Januari 2026 1003

PALI [kabarpali.com] - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali [...]

close button