Anda Bayar Listrik Mahal - Mungkin ini Penyebabnya

Oleh Redaksi KABARPALI | 25 Juli 2017
ilustrasi/net


PALI [kabarpali.com] – Akhir-akhir ini masyarakat di Kabupaten PALI khususnya, mengeluhkan tarif listrik yang dinilai mulai meningkat dan memberatkan. Peningkatan pembayaran yang naik secara signifikan tersebut dipertanyakan oleh sebagian warga.

Jay (33), warga Handayani Kecamatan Talang Ubi, contohnya. Ia yang biasanya membayar tagihan listrik hanya sebesar Rp150 ribu perbulan. Kini meningkat menjadi Rp300 ribu perbulan. Akibatnya, ia pun merasa keberatan, dan mempertanyakan penyebab naiknya tarif tersebut.

“Kami bingung dengan kenaikan tiba-tiba ini dan juga terasa berat. Karena sebelumnya memang belum ada pemberitahuan atau sejenis sosialisasi yang menerangkan kenaikan itu,” ujarnya, Senin (24/7).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Manager PLN Rayon Pendopo ; Mohammad Rasyid, menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kenaikan tarif listrik. Hanya saja, memang saat ini subsidi listrik sudah dicabut pemerintah.

“Sebenarnya tidak ada kenaikan. Namun subsidi listrik yang dilakukan pemerintah selama ini sudah dicabut, khususnya bagi rumah tangga yang terkategori mampu. Kalau yang tidak mampu masih tetap,” ujar Rasyid di kantornya, Selasa (25/7).

Oleh karenanya, tambah Rasyid, terjadi perubahan nilai nominal tagihan, karena Tarif Dasar Listrik (TDL) –nya berubah. Sedangkan untuk rumah tangga tidak mampu masih tetap dengan tarif lama (disubsidi,red).

“Soal pembagian kategori ini merupakan tugas pemerintah. Mana yang masuk rumah tangga mampu atau tidak mampu, itu ada aplikasinya yang tersingkronisasi dengan data pemerintah. Indikatornya pemilik Kartu Indonesia Sejahtera (KIS),” urai Rasyid.

Namun demikian, kata Rasyid lagi, jika ada pemasangan baru dan saat disurvei rumah tangga pelanggan itu terlihat mampu atau kaya, maka mereka akan merekomendasikan agar dimasukkan pada kategori rumah tangga mampu yang TDL-nya tidak disubsidi.

“Perbedaan tarif itu yakni untuk kelompok daya 450 VA (subsidi) Rp415 per KWH, daya 900 VA (subsidi) Rp586 per KWH, sedangkan daya 900 VA (non subsidi) Rp1352 per KWH, dan daya 1300 VA (non subsidi) Rp1467 per KWH. Tarif ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2017,” pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

101743 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78719 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39144 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25439 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23312 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Akhir-akhir ini masyarakat di Kabupaten PALI khususnya, mengeluhkan tarif listrik yang dinilai mulai meningkat dan memberatkan. Peningkatan pembayaran yang naik secara signifikan tersebut dipertanyakan oleh sebagian warga.

Jay (33), warga Handayani Kecamatan Talang Ubi, contohnya. Ia yang biasanya membayar tagihan listrik hanya sebesar Rp150 ribu perbulan. Kini meningkat menjadi Rp300 ribu perbulan. Akibatnya, ia pun merasa keberatan, dan mempertanyakan penyebab naiknya tarif tersebut.

“Kami bingung dengan kenaikan tiba-tiba ini dan juga terasa berat. Karena sebelumnya memang belum ada pemberitahuan atau sejenis sosialisasi yang menerangkan kenaikan itu,” ujarnya, Senin (24/7).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Manager PLN Rayon Pendopo ; Mohammad Rasyid, menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kenaikan tarif listrik. Hanya saja, memang saat ini subsidi listrik sudah dicabut pemerintah.

“Sebenarnya tidak ada kenaikan. Namun subsidi listrik yang dilakukan pemerintah selama ini sudah dicabut, khususnya bagi rumah tangga yang terkategori mampu. Kalau yang tidak mampu masih tetap,” ujar Rasyid di kantornya, Selasa (25/7).

Oleh karenanya, tambah Rasyid, terjadi perubahan nilai nominal tagihan, karena Tarif Dasar Listrik (TDL) –nya berubah. Sedangkan untuk rumah tangga tidak mampu masih tetap dengan tarif lama (disubsidi,red).

“Soal pembagian kategori ini merupakan tugas pemerintah. Mana yang masuk rumah tangga mampu atau tidak mampu, itu ada aplikasinya yang tersingkronisasi dengan data pemerintah. Indikatornya pemilik Kartu Indonesia Sejahtera (KIS),” urai Rasyid.

Namun demikian, kata Rasyid lagi, jika ada pemasangan baru dan saat disurvei rumah tangga pelanggan itu terlihat mampu atau kaya, maka mereka akan merekomendasikan agar dimasukkan pada kategori rumah tangga mampu yang TDL-nya tidak disubsidi.

“Perbedaan tarif itu yakni untuk kelompok daya 450 VA (subsidi) Rp415 per KWH, daya 900 VA (subsidi) Rp586 per KWH, sedangkan daya 900 VA (non subsidi) Rp1352 per KWH, dan daya 1300 VA (non subsidi) Rp1467 per KWH. Tarif ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2017,” pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Lima Pewarta dari Sumsel Ikuti Workshop Fotografi PHR di Riau

05 Mei 2026 158

Pekanbaru [kabarpali.com] - Sebanyak lima pewarta asal Sumatera Selatan yang [...]

PDAM Rusak, Warga Talang Ubi Berebut Beli Air Bersih

03 Mei 2026 206

PALI [kabarpali.com] - Terhentinya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air [...]

Penutupan Desa Wisata Gunung Dempo Tuai Sorotan, Alfrenzi Dorong Solusi Bersama

30 April 2026 140

[kabarpali.com] - Penutupan kawasan Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam [...]

close button