Penutupan Desa Wisata Gunung Dempo Tuai Sorotan, Alfrenzi Dorong Solusi Bersama

Oleh Redaksi KABARPALI | 30 April 2026


[kabarpali.com] - Penutupan kawasan Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam menuai perhatian sejumlah pihak. Anggota DPRD Sumatera Selatan, Alfrenzi Panggarbesi, meminta agar persoalan ini segera diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

Menurut Alfrenzi, kebijakan penutupan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata di kawasan tersebut. Ia menilai, langkah sepihak tanpa solusi justru dapat merugikan banyak pihak.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Pagar Alam bersama pihak PTPN selaku pengelola kawasan untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik. Dengan begitu, kebijakan yang diambil nantinya tidak hanya mempertimbangkan aspek pengelolaan, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap Wali Kota dan pimpinan PTPN bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Alfrenzi.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya koordinasi dan keterbukaan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan kawasan wisata. Hal ini dinilai penting agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan warga sekitar yang terdampak langsung.

Penutupan kawasan wisata sendiri bukan kali pertama terjadi di kawasan Gunung Dempo. Sebelumnya, aktivitas di wilayah ini juga kerap dibatasi, misalnya akibat faktor keselamatan seperti aktivitas vulkanik maupun kondisi alam yang tidak mendukung.

Namun demikian, Alfrenzi menekankan bahwa setiap kebijakan harus diiringi dengan solusi konkret. Ia berharap ada langkah cepat dan terukur agar sektor pariwisata di Gunung Dempo tetap berjalan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun regulasi yang berlaku.

Dengan adanya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola, diharapkan polemik penutupan desa wisata ini dapat segera menemukan titik terang, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.[ril/red]

BERITA LAINNYA

101746 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78722 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39148 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25448 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23316 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

[kabarpali.com] - Penutupan kawasan Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam menuai perhatian sejumlah pihak. Anggota DPRD Sumatera Selatan, Alfrenzi Panggarbesi, meminta agar persoalan ini segera diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

Menurut Alfrenzi, kebijakan penutupan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata di kawasan tersebut. Ia menilai, langkah sepihak tanpa solusi justru dapat merugikan banyak pihak.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Pagar Alam bersama pihak PTPN selaku pengelola kawasan untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik. Dengan begitu, kebijakan yang diambil nantinya tidak hanya mempertimbangkan aspek pengelolaan, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap Wali Kota dan pimpinan PTPN bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Alfrenzi.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya koordinasi dan keterbukaan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan kawasan wisata. Hal ini dinilai penting agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan warga sekitar yang terdampak langsung.

Penutupan kawasan wisata sendiri bukan kali pertama terjadi di kawasan Gunung Dempo. Sebelumnya, aktivitas di wilayah ini juga kerap dibatasi, misalnya akibat faktor keselamatan seperti aktivitas vulkanik maupun kondisi alam yang tidak mendukung.

Namun demikian, Alfrenzi menekankan bahwa setiap kebijakan harus diiringi dengan solusi konkret. Ia berharap ada langkah cepat dan terukur agar sektor pariwisata di Gunung Dempo tetap berjalan, tanpa mengabaikan aspek keselamatan maupun regulasi yang berlaku.

Dengan adanya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola, diharapkan polemik penutupan desa wisata ini dapat segera menemukan titik terang, sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.[ril/red]

BERITA TERKAIT

Marak Calo Klaim BPJS Ketenagakerjaan, Warga PALI dan Sekitarnya Resah

24 April 2026 245

Prabumulih [kabarpali.com] - Masyarakat di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, [...]

Bazar UMKM Meriahkan HUT PALI ke-13, Warga Diajak Dukung Produk Lokal

20 April 2026 226

PALI [kabarpi.com] – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) [...]

Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran Koperasi Mitra GBS ke Dinas Koperasi PALI

15 April 2026 651

PALI [kabarpali.com]  – Seorang warga Desa Tanjung Kurung, Amrullah, [...]

close button