Alternatif Selain Karet, Petani PALI diajak Budidaya Kedelai

Oleh Redaksi KABARPALI | 14 Oktober 2018
Panen perdana jagung dan tanam perdana kedelai di Kabupaten PALI, beberapa waktu lalu.


PALI [kabarpali.com] - Keseriusan pemerintah Kabupaten PALI untuk mengembangkan pertanian di Bumi Serepat Serasan, patut diacungi jempol. Tawarkan alternatif lain selain berkebun karet, masyarakat pun diajak menanam kedelai.
 
Tak tanggung-tanggung, untuk menjamin ketersediaan bibit unggul yang baik untuk bertani kedelai. Daerah ini bahkan sudah bisa menghasilkan benih sendiri, yang sudah tersertifikasi. 
 
 
"Kemaren kita masih membeli benih dari Jawa Timur. Namun akhir bulan ini kita akan panen kedelai sendiri yang bisa menjadi benih untuk pengembangan pertanian kedelai," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian PALI ; Ahmad Jhoni SP, Kamis (11/10/2018). 
 
Cikal bakal benih itu akan dipanen dari lahan uji coba seluas 6 hektar (3 hektar di bawah naungan karet) yang dikelolah oleh Kelompok Tani di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi. 
 
"Benih tersebut sudah tersertifikasi Balai Benih Provinsi Sumsel. Nantinya akan kita kembangkan lagi di Desa Mandiri Benih di Talang Ubi Selatan, seluas 10 hektar milik H Sumarno," urai Jhoni.
 
Mengetahui Kabupaten PALI sudah memproduksi benih yang tersertifikasi, lanjut Jhoni, saat ini beberapa Kabupaten lain, bahkan sudah menghubungi pihaknya, dan meminta disuplai bibit kedelai, untuk dikembangkan juga di daerahnya. 
 
"Ada empat varietas yang kita kembangkan yakni benih Anjasmoro, Dina, Derim 1 dan 2, serta Demas. Bibit itu bisa terus direproduksi hingga tujuh turunan, baru selanjutnya bisa dimakan, karena tak bagus lagi untuk benih."
 
Menurut Jhoni, komoditas kedelai ini sangat menggiurkan untuk dikembangkan di PALI, karena kondisi tanahnya yang cocok. Selain itu, masa tanamnya hanya 3 bulan. 
 
"Bisa juga di tanam di antara tanaman karet. Ini yang sedang kita sosialisasikan pada masyarakat," tutupnya.[red] 

BERITA LAINNYA

101741 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78716 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39143 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25437 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23310 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
PALI [kabarpali.com] - Keseriusan pemerintah Kabupaten PALI untuk mengembangkan pertanian di Bumi Serepat Serasan, patut diacungi jempol. Tawarkan alternatif lain selain berkebun karet, masyarakat pun diajak menanam kedelai.
 
Tak tanggung-tanggung, untuk menjamin ketersediaan bibit unggul yang baik untuk bertani kedelai. Daerah ini bahkan sudah bisa menghasilkan benih sendiri, yang sudah tersertifikasi. 
 
 
"Kemaren kita masih membeli benih dari Jawa Timur. Namun akhir bulan ini kita akan panen kedelai sendiri yang bisa menjadi benih untuk pengembangan pertanian kedelai," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian PALI ; Ahmad Jhoni SP, Kamis (11/10/2018). 
 
Cikal bakal benih itu akan dipanen dari lahan uji coba seluas 6 hektar (3 hektar di bawah naungan karet) yang dikelolah oleh Kelompok Tani di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi. 
 
"Benih tersebut sudah tersertifikasi Balai Benih Provinsi Sumsel. Nantinya akan kita kembangkan lagi di Desa Mandiri Benih di Talang Ubi Selatan, seluas 10 hektar milik H Sumarno," urai Jhoni.
 
Mengetahui Kabupaten PALI sudah memproduksi benih yang tersertifikasi, lanjut Jhoni, saat ini beberapa Kabupaten lain, bahkan sudah menghubungi pihaknya, dan meminta disuplai bibit kedelai, untuk dikembangkan juga di daerahnya. 
 
"Ada empat varietas yang kita kembangkan yakni benih Anjasmoro, Dina, Derim 1 dan 2, serta Demas. Bibit itu bisa terus direproduksi hingga tujuh turunan, baru selanjutnya bisa dimakan, karena tak bagus lagi untuk benih."
 
Menurut Jhoni, komoditas kedelai ini sangat menggiurkan untuk dikembangkan di PALI, karena kondisi tanahnya yang cocok. Selain itu, masa tanamnya hanya 3 bulan. 
 
"Bisa juga di tanam di antara tanaman karet. Ini yang sedang kita sosialisasikan pada masyarakat," tutupnya.[red] 

BERITA TERKAIT

Peduli Nelayan dan Petani, Bupati Asgianto Raih Penghargaan “Adhi Bakti Tani Nelayan” dari KTNA Pusat

06 November 2025 711

Empat Lawang [kabarpali.com] Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) [...]

Wabup Iwan Tuaji Lepas Kontingen KTNA PALI ke PEDA XVI di Empat Lawang

05 November 2025 494

PALI [kabarpali.com] — Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), [...]

Penurunan Produksi Karet di PALI Memprihatinkan: Petani Beralih Tanam Sawit

20 Oktober 2025 1706

PALI [kabarpali.com] – Produksi karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

close button