SMKN I Penukal : Blended Learning, Solusi Belajar di Era New Normal

Rapat di SMKN I Penukal, membahas kegiatan belajar mengajar di era new normal.
02 Juli 2020 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , PENDIDIKAN, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Memasuki era kebiasaan baru (new normal) sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi covid 19, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN I) Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel, telah menyiapkan metode baru kegiatan belajar mengajar, bernama Blended Learning.
 
Formulasi yang merupakan gabungan dari belajar via online (daring learning) dan tatap muka (luring learning) itu dipresentasikan SMKN I Penukal pada rapat bersama beberapa pihak yang terdiri dari pengawas/pembina SMK di PALI, Camat, Puskesmas, Koramil, Polsek, Komite Sekolah, Dewan guru, dan perwakilan orangtua / wali peserta didik, Senin (29/6/2020).
 
Dijelaskan Kepala SMKN I Penukal, Jon Areli, M.Pd., berdasarkan evaluasi dan petunjuk dari Kementerian Pendidikan Nasional, metode belajar yang diterapkan selama wabah Covid 19 saat ini, berupa Daring Learning, dipandang tidak terlalu efektif dan relevan, untuk SMK yang bersifat kejuruan.
 
"Kurikulum SMK yang dominan belajar secara praktek menjadi terbatas, karena tidak boleh bertatap muka di tengah wabah corona ini. Hal ini tentu dapat mengurangi kualitas output SMK," tuturnya.
 
Sebaliknya, dunia usaha dan industri (DUDI) menuntut SDM dari SMK siap kerja atau berusaha, serta berkompeten di bidangnya.
 
"Oleh karenanya, kekurangan dari metode daring maupun luring, kita siasati dengan blended learning. Yaitu belajar mengajar secara bergantian antara tatap muka dan online."
 
Meski demikian, tambah Jon, jika disetujui oleh semua pihak, metode belajar memgajar yang mereka usulkan, masih menunggu regulasi maupun petunjuk dari Kemendiknas. "Terutama daerah kita harus berpredikat Zona Hijau Covid 19," tukasnya.
 
Menanggapi hal itu, Pengawas SMK di PALI, Drs. Rika Montana dan Drs. Munziri,M.Si., senada, mendukung apa yang diusulkan SMKN I Penukal. Namun, mereka meminta agar apa yang disepakati bersama dapat dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid 19.
 
"Cara belajar blended learning kami rasa sangat relevan untuk diterapkan di era new normal. Sehingga kekhawatiran terhadap penurunan kualitas output SMK bisa diatasi," cetus mereka.
 
Pernyataan sepakat juga disampaikan oleh Ketua Komite SMKN I Penukal, Jayadi, A.Ma.Pd. Menurut Jayadi, cara belajar tatap muka yang disisipkan di antara belajar secara online, bisa mengembalikan keseriusan peserta didik untuk belajar.
 
"Selama ini, belajar secara online kurang efektif. Anak-anak lebih banyak bermain daripada belajar di rumah. Bahkan mereka masih kerap berkumpul dengan temannya di luar, untuk kegiatan yang tidak bermanfaat," ungkap Jayadi.
 
SMKN I Penukal menjadwalkan mulai kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2020/2021, pada 13 Juli ini. Sebelum itu, sekolah yang terletak di Desa Babat Kecamatan Penukal itu, akan mempersiapkan semua perlengkapan protokol kesehatan Covid 19, untuk menerapkan blended learning.
 
"Nanti akan ada tim yang memonitor dan mengevaluasi, bagaimana kesiapan kita. Kita harus sediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, hand sanitizer, sarana sanitasi, desinfektan, dan pengaturan sosial distancingnya," pungkas Jon Areli.[red]
 

BERITA LAINNYA

15038 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019

14166 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

13863 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12198 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

11428 KaliKades dianggap Bohong, Ketua BPD ini Ungkap Faktanya

Penukal [kabarpali.com] -- Pernyataan Kepala Desa Gunung Raja Kecamatan [...]

19 April 2020
PALI [kabarpali.com] - Memasuki era kebiasaan baru (new normal) sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi covid 19, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN I) Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel, telah menyiapkan metode baru kegiatan belajar mengajar, bernama Blended Learning.
 
Formulasi yang merupakan gabungan dari belajar via online (daring learning) dan tatap muka (luring learning) itu dipresentasikan SMKN I Penukal pada rapat bersama beberapa pihak yang terdiri dari pengawas/pembina SMK di PALI, Camat, Puskesmas, Koramil, Polsek, Komite Sekolah, Dewan guru, dan perwakilan orangtua / wali peserta didik, Senin (29/6/2020).
 
Dijelaskan Kepala SMKN I Penukal, Jon Areli, M.Pd., berdasarkan evaluasi dan petunjuk dari Kementerian Pendidikan Nasional, metode belajar yang diterapkan selama wabah Covid 19 saat ini, berupa Daring Learning, dipandang tidak terlalu efektif dan relevan, untuk SMK yang bersifat kejuruan.
 
"Kurikulum SMK yang dominan belajar secara praktek menjadi terbatas, karena tidak boleh bertatap muka di tengah wabah corona ini. Hal ini tentu dapat mengurangi kualitas output SMK," tuturnya.
 
Sebaliknya, dunia usaha dan industri (DUDI) menuntut SDM dari SMK siap kerja atau berusaha, serta berkompeten di bidangnya.
 
"Oleh karenanya, kekurangan dari metode daring maupun luring, kita siasati dengan blended learning. Yaitu belajar mengajar secara bergantian antara tatap muka dan online."
 
Meski demikian, tambah Jon, jika disetujui oleh semua pihak, metode belajar memgajar yang mereka usulkan, masih menunggu regulasi maupun petunjuk dari Kemendiknas. "Terutama daerah kita harus berpredikat Zona Hijau Covid 19," tukasnya.
 
Menanggapi hal itu, Pengawas SMK di PALI, Drs. Rika Montana dan Drs. Munziri,M.Si., senada, mendukung apa yang diusulkan SMKN I Penukal. Namun, mereka meminta agar apa yang disepakati bersama dapat dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid 19.
 
"Cara belajar blended learning kami rasa sangat relevan untuk diterapkan di era new normal. Sehingga kekhawatiran terhadap penurunan kualitas output SMK bisa diatasi," cetus mereka.
 
Pernyataan sepakat juga disampaikan oleh Ketua Komite SMKN I Penukal, Jayadi, A.Ma.Pd. Menurut Jayadi, cara belajar tatap muka yang disisipkan di antara belajar secara online, bisa mengembalikan keseriusan peserta didik untuk belajar.
 
"Selama ini, belajar secara online kurang efektif. Anak-anak lebih banyak bermain daripada belajar di rumah. Bahkan mereka masih kerap berkumpul dengan temannya di luar, untuk kegiatan yang tidak bermanfaat," ungkap Jayadi.
 
SMKN I Penukal menjadwalkan mulai kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2020/2021, pada 13 Juli ini. Sebelum itu, sekolah yang terletak di Desa Babat Kecamatan Penukal itu, akan mempersiapkan semua perlengkapan protokol kesehatan Covid 19, untuk menerapkan blended learning.
 
"Nanti akan ada tim yang memonitor dan mengevaluasi, bagaimana kesiapan kita. Kita harus sediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, hand sanitizer, sarana sanitasi, desinfektan, dan pengaturan sosial distancingnya," pungkas Jon Areli.[red]
 

BERITA TERKAIT

Pemerintah Larang Bakar Lahan, Apa Solusi Bagi Petani?

05 Agustus 2020 3931

Opini : J. Sadewo, S.H [Pemerhati Kebijakan Publik]   POLUSI asap di [...]

Tahun Ajaran Baru, Sekolah di PALI Masih Belajar di Rumah

12 Juli 2020 709

PALI [kabarpali.com] – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, [...]

Air PDAM Tak Mengalir, Anggota DPRD PALI Safirin : Harus Segera Ada Solusi!

08 Juli 2020 1144

PALI [kabarpali.com] - Krisis ketersediaan air bersih di Kecamatan Talang [...]

close button