Perut dan Kaki Membesar, Seorang Anak di bawa Ke RSUD PALI

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 September 2018
Anzelin (8), saat dirawat di RSUD PALI.


PALI [kabarpali.com] – Didiagnosa tim media mengalami penyakit kelainan jantung, seorang anak pasangan Anton dan Anisa warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bernama Anzelin (8) kini mendapat pelayanan medis di RSUD PALI.

Sebelumnya, anak perempuan yang perutnya kini terlihat membesar itu hanya diobati alakadarnya oleh bidan desa dan berobat secara kampung saja (tradisional,red).

Diakui Dinas Kesehatan Kabupaten PALI begitu mendapat informasi ada warga yang menderita sakit tersebut, mereka langsung memerintahkan pihak terkait agar segera merawat dan membawanya ke RSUD PALI untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut.

“Kami mendapat informasi terkait adanya pasien ini, dan kami langsung perintahkan kepala Puskesmas Penukal Utara untuk jemput dan membawanya ke rumah sakit,” ungkap dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Senin (3/9).

Meski demikian, saat ini Muzakir mengatakan bahwa pasien bersangkutan diagnosanya belum pasti, sebab dari kasat mata kondisi pasien itu terlihat perut kembung dan kaki bengkak serta sesak napas.

“Nanti kita periksa lebih lengkap, apabila memang tidak bisa diatasi di RSUD PALI kita akan rujuk ke rumah sakit di Palembang. Dan semua biaya ditanggung pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, seperti dituturkan Anton, orang tua Anzelin, anaknya tersebut mulai mengalami sakit sejak tujuh bulan lalu. Awalnya, ia mengalami demam tinggi disertai nyeri di bagian perut yang tak biasanya.

“Dulu sempat kami bawa ke sebuah rumah sakit di Palembang, namun tidak ada keterangan dari dokternya, sakitnya apa, lalu disarankan agar berobat jalan. Kini sejak tiga bulan terakhir, perut dan kaki anak kami kian membesar,” urainya sedih.

Meski begitu, ditambahkan Anton, sejak perut dan kakinya membengkak, karena keterbatasan ekonomi, anaknya pun hanya diobati di rumahnya saja. “Kami hanya bisa obati secara kampung saja, atau paling banter dibawa ke bidan desa. Kemudian, karena kondisinya semakin memburuk, ada tetangga yang berinisiatif menyampaikannya ke Dinkes PALI, yang akhirnya dijemput pakai ambulan ke RSUD PALI,” pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

101448 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

77852 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

38699 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

24994 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

22961 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Didiagnosa tim media mengalami penyakit kelainan jantung, seorang anak pasangan Anton dan Anisa warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bernama Anzelin (8) kini mendapat pelayanan medis di RSUD PALI.

Sebelumnya, anak perempuan yang perutnya kini terlihat membesar itu hanya diobati alakadarnya oleh bidan desa dan berobat secara kampung saja (tradisional,red).

Diakui Dinas Kesehatan Kabupaten PALI begitu mendapat informasi ada warga yang menderita sakit tersebut, mereka langsung memerintahkan pihak terkait agar segera merawat dan membawanya ke RSUD PALI untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut.

“Kami mendapat informasi terkait adanya pasien ini, dan kami langsung perintahkan kepala Puskesmas Penukal Utara untuk jemput dan membawanya ke rumah sakit,” ungkap dr H Muzakir, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Senin (3/9).

Meski demikian, saat ini Muzakir mengatakan bahwa pasien bersangkutan diagnosanya belum pasti, sebab dari kasat mata kondisi pasien itu terlihat perut kembung dan kaki bengkak serta sesak napas.

“Nanti kita periksa lebih lengkap, apabila memang tidak bisa diatasi di RSUD PALI kita akan rujuk ke rumah sakit di Palembang. Dan semua biaya ditanggung pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, seperti dituturkan Anton, orang tua Anzelin, anaknya tersebut mulai mengalami sakit sejak tujuh bulan lalu. Awalnya, ia mengalami demam tinggi disertai nyeri di bagian perut yang tak biasanya.

“Dulu sempat kami bawa ke sebuah rumah sakit di Palembang, namun tidak ada keterangan dari dokternya, sakitnya apa, lalu disarankan agar berobat jalan. Kini sejak tiga bulan terakhir, perut dan kaki anak kami kian membesar,” urainya sedih.

Meski begitu, ditambahkan Anton, sejak perut dan kakinya membengkak, karena keterbatasan ekonomi, anaknya pun hanya diobati di rumahnya saja. “Kami hanya bisa obati secara kampung saja, atau paling banter dibawa ke bidan desa. Kemudian, karena kondisinya semakin memburuk, ada tetangga yang berinisiatif menyampaikannya ke Dinkes PALI, yang akhirnya dijemput pakai ambulan ke RSUD PALI,” pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Dilema di Balik Anggaran: Ketika TKD Dipangkas, Rakyat yang Menahan Napas

06 Januari 2026 271

Pagi di awal 2026 terasa berbeda di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Mantan Anggota DJSN RI Pertanyakan Kebijakan Pemkab PALI Tak Anggarkan Iuran JKN 40.499 Warga

06 Januari 2026 925

PALI [kabarpali.com] – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab [...]

Salah Hitung, Dinkes PALI Akui Anggaran Gaji PPPK Nakes Kurang Rp200 Juta

09 Desember 2025 1143

PALI [kabarpali.com] - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penukal Abab [...]

close button