Perjuangkan Hak, Ratusan Anggota Meriu Blokir Jalan EPI

Massa aksi anggota Poktan Sinar Meriu yang memblokir jalan PT EPI.
17 November 2020 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


Abab [kabarpali.com] - Sebanyak 500 lebih anggota Kelompok Tani (Poktan) Sinar Meriu Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menggelar aksi, Selasa (17/11/2020).

 
Aksi damai berupa pemblokiran jalan industri pertambangan PT Energate Prima Indonesia (EPI) di kawasan KM 5, Desa Prambatan Kecamatan Abab itu merupakan upaya untuk memperjuangkan hak mereka.
 
Dari pantauan di lokasi, ratusan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, tua dan muda itu, membentangkan tali dan berdiri memenuhi jalan, sehingga armada produksi milik PT EPI tidak diperkenankan melintas, dari dan menuju dermaga EPI di Sungai Musi.
 
Tak hanya itu, mereka juga membangun pondok sebagai tempat berteduh dan siap menginap di lahan yang merupakan hak ulayat itu, jika tak ada iktikad baik dari pihak PT EPI.
 
"Kami mulai blokir jalan ini tadi sekira pukul 09.00 WIB. Dan tidak akan pergi, sebelum ada titik terang terkait ganti rugi lahan kami ini," ujar Ibu Yuni, salah satu peserta aksi, di dampingi para anggota Poktan lainnya.
 
Sementara itu, Manajer Houling Road Operation PT EPI, Jabat, mengatakan bahwa saat ini persoalan tersebut telah diproses di ranah hukum. Oleh karenanya pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak berwenang.
 
"Kita hanya menunggu proses tersebut. Oleh karenanya kita minta pada masyarakat anggota Sinar Meriu agar menahan diri dan menghindari gejolak. Jangan sampai terjadi konflik dengan pihak yang mengaku pemilik lahan tersebut yang telah kami beli," cetusnya.
 
Kelompok Tani Sinar Meriu diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa. Beberapa waktu lalu mereka juga telah dua kali menggelar aksi di DPRD PALI.
 
Meski demikian, mediasi yang difasilitasi oleh DPRD PALI saat itu, tak jua membuahkan hasil yang berpihak kepada anggota Sinar Meriu.
 
Padahal sedianya Kelompok Tani Sinar Meriu meminta agar lahan yang dikuasai PT EPI dan sudah diperuntukkan jalan industri batubara, agar diberikan ganti rugi yang sesuai pada mereka.
 

“Poktan Sinar Meriu berdiri pada 1981. Kami punya dasar yang jelas terkait hal tersebut. Adapun lahan yang kami maksud terletak di Desa Prambatan dan Tanjung Kurung Kecamatan Abab. Yakni seluas 1369 hektar lahan. Dengan rincian 1150 hektar dikuasai oleh GBS, sisanya sepanjang 5000 meter x 30 meter dikuasai EPI,” terang Hasan Basri, Ketua Poktan Sinar Meriu pada kabarpali.com.

Lanjut Hasan Basri, yang juga mantan Ketua Dewan Marga Abab itu, PT GBS mencaplok hak mereka pada 2008. Sedangkan PT EPI menyerobot lahan mereka pada 2017. Semua itu tidak ada dasar peralihan hak atau ganti rugi sama sekali pada mereka.

“Sampai kapan pun kami akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak kami. Harapan kami jangan sampai ada korban, karena hingga saat ini kami masih bisa meredam emosi para anggota. Oleh karena itu, kami akan terus menuntut hak kami dengan segala upaya tanpa henti, walau harus mengorbankan segalanya,” tegas Hasan Basri.

Dari pertemuan antara perwakilan anggota Poktan Sinar Meriu dan pihak PT EPI, yang diadakan di kantor PT EPI, kemudian disepakati bahwa peserta aksi membubarkan diri, guna menghindari konflik horizontal. Selanjutnya mereka akan mengikuti proses hukum yang ditempuh.[red]

 
 
 
 

 
 

BERITA LAINNYA

16149 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

15489 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019

14650 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

14292 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12529 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

Abab [kabarpali.com] - Sebanyak 500 lebih anggota Kelompok Tani (Poktan) Sinar Meriu Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menggelar aksi, Selasa (17/11/2020).

 
Aksi damai berupa pemblokiran jalan industri pertambangan PT Energate Prima Indonesia (EPI) di kawasan KM 5, Desa Prambatan Kecamatan Abab itu merupakan upaya untuk memperjuangkan hak mereka.
 
Dari pantauan di lokasi, ratusan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, tua dan muda itu, membentangkan tali dan berdiri memenuhi jalan, sehingga armada produksi milik PT EPI tidak diperkenankan melintas, dari dan menuju dermaga EPI di Sungai Musi.
 
Tak hanya itu, mereka juga membangun pondok sebagai tempat berteduh dan siap menginap di lahan yang merupakan hak ulayat itu, jika tak ada iktikad baik dari pihak PT EPI.
 
"Kami mulai blokir jalan ini tadi sekira pukul 09.00 WIB. Dan tidak akan pergi, sebelum ada titik terang terkait ganti rugi lahan kami ini," ujar Ibu Yuni, salah satu peserta aksi, di dampingi para anggota Poktan lainnya.
 
Sementara itu, Manajer Houling Road Operation PT EPI, Jabat, mengatakan bahwa saat ini persoalan tersebut telah diproses di ranah hukum. Oleh karenanya pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak berwenang.
 
"Kita hanya menunggu proses tersebut. Oleh karenanya kita minta pada masyarakat anggota Sinar Meriu agar menahan diri dan menghindari gejolak. Jangan sampai terjadi konflik dengan pihak yang mengaku pemilik lahan tersebut yang telah kami beli," cetusnya.
 
Kelompok Tani Sinar Meriu diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa. Beberapa waktu lalu mereka juga telah dua kali menggelar aksi di DPRD PALI.
 
Meski demikian, mediasi yang difasilitasi oleh DPRD PALI saat itu, tak jua membuahkan hasil yang berpihak kepada anggota Sinar Meriu.
 
Padahal sedianya Kelompok Tani Sinar Meriu meminta agar lahan yang dikuasai PT EPI dan sudah diperuntukkan jalan industri batubara, agar diberikan ganti rugi yang sesuai pada mereka.
 

“Poktan Sinar Meriu berdiri pada 1981. Kami punya dasar yang jelas terkait hal tersebut. Adapun lahan yang kami maksud terletak di Desa Prambatan dan Tanjung Kurung Kecamatan Abab. Yakni seluas 1369 hektar lahan. Dengan rincian 1150 hektar dikuasai oleh GBS, sisanya sepanjang 5000 meter x 30 meter dikuasai EPI,” terang Hasan Basri, Ketua Poktan Sinar Meriu pada kabarpali.com.

Lanjut Hasan Basri, yang juga mantan Ketua Dewan Marga Abab itu, PT GBS mencaplok hak mereka pada 2008. Sedangkan PT EPI menyerobot lahan mereka pada 2017. Semua itu tidak ada dasar peralihan hak atau ganti rugi sama sekali pada mereka.

“Sampai kapan pun kami akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak kami. Harapan kami jangan sampai ada korban, karena hingga saat ini kami masih bisa meredam emosi para anggota. Oleh karena itu, kami akan terus menuntut hak kami dengan segala upaya tanpa henti, walau harus mengorbankan segalanya,” tegas Hasan Basri.

Dari pertemuan antara perwakilan anggota Poktan Sinar Meriu dan pihak PT EPI, yang diadakan di kantor PT EPI, kemudian disepakati bahwa peserta aksi membubarkan diri, guna menghindari konflik horizontal. Selanjutnya mereka akan mengikuti proses hukum yang ditempuh.[red]

 
 
 
 

 
 

BERITA TERKAIT

Saat Tanam Karet, Warga Temukan Senjata Api Zaman Penjajahan

26 Januari 2021 4011

PALI [kabarpali.com] - Bejo (58), Seorang warga Desa Karang Tanding [...]

Jadi Bandar Sabu, Mantan Kades Tersungkur ditembak Polisi

21 Januari 2021 5222

kabarpali.com - Seorang mantan Kepala Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang [...]

Hajatan Sudah Boleh, Sekolah Tatap Muka Masih dilarang

19 Januari 2021 793

PALI [kabarpali.com] - Lucunya negeri ini! Begitu celetukan beberapa warga [...]

close button