Pelayanan dituding Mengecewakan, RSUD PALI Kena "Warning"

Insert : dr Vivin Ovita didampingi Kasi Keperawatan.
04 April 2019 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , KESEHATAN & KELUARGA, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sedang menjadi perhatian. Hal itu lantaran laporan warga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, yang menyatakan pelayanan di sana, sangat mengecewakan.

Protes wakil rakyat tersebut disampaikan Fraksi Gabungan Partai Pembangunan Keadilan Sejahtera (PPKS), melalui Edi Eka Purwadi, pada rapat paripurna lanjutan DPRD, beragenda Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati PALI 2018, Senin (1/4/2019).

Menurut Eka, legislatif meminta pihak pemerintah mengevaluasi sistem pelayanan di RSUD PALI. Sebab, ia mengaku banyak mendapat laporan masyarakat, bahwa pegawai RSUD dan puskesmas lebih mendahulukan penyelesaian administrasi, ketimbang memprioritaskan pengobatan pasien.

Masukkan dari wakil rakyat itu, lalu ditanggapi oleh Bupati PALI, H Heri Amalindo, yang berjanji akan  menindak tegas pegawai Dinas Kesehatan, petugas RSUD PALI dan atau Puskesmas yang masih lamban serta tidak bekerja optimal dalam melayani masyarakat.

“Kami sudah memberikan pengarahan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD yang ditujukan kepada para dokter, bidan, dan petugas medis lainnya,” cetus Bupati.

Heri pun meminta kepada masyarakat, agar apabila masih menemui keluhan pelayanan petugas kesehatan, supaya dapat segera melapor.

“Memang tugas medis seharusnya lebih mengutamakan pelayanan daripada administrasi. Namun di lapangan, ada saja yang belum dilakukan. Tetapi ke depan akan kita terapkan dan apabila masih terjadi, kami akan segera tindak tegas,” tandas Heri.

Terkait hal itu, Plh Direktur RSUD PALI, dr Vivin Ovita, menyangkal jika dikatakan bahwa pegawainya lebih mengutamakan penyelesaian administrasi dahulu, dibanding melayani pasien.

Menurutnya, selama ini pasien yang datang berobat selalu dilayani dengan baik. Sementara tim medis merawat pasien, keluarganya yang lain diminta mengurus administrasi. Sehingga kedua jenis pelayanan berjalan semua.

"Teknis di UGD, petugas yang melayani administrasi dan pasien itu berbeda. Pasien tetap di ruang tindakan, sedang keluarga yang lain mengurus administrasi. Jadi, tidak benar jika kami dituding mendahulukan administrasi saja," ujar dr Vivin pada media ini, Kamis (4/4/2019).

Dan laginya, sambung Vivin, meski belum lengkap administrasinya pasien masih tetap dilayani. "Apalagi sekarang berlaku Universal Health Covering (UHC). Cukup pakai KTP dan KK."

Ia juga menegaskan, bahwa RSUD PALI telah berkomitmen untuk melayani pasien dengan baik. Bahkan pernah mendatangkan motivator, Tika Bisono, untuk melatih pegawainya, agar dapat melayani dengan hati.
 
"Namun demikian, saran kami, keluarga pasien bisa memberikan masukan melalui kotak saran yang ada di RS ini. Sehingga, kita bisa memperbaiki layanan yang dianggap kurang. Jika ditemukan, maka kita juga akan menindak tegas oknum pegawai tersebut," pungkasnya.[red]

BERITA LAINNYA

12144 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12035 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9532 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

8785 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8211 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019

PALI [kabarpali.com] - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sedang menjadi perhatian. Hal itu lantaran laporan warga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, yang menyatakan pelayanan di sana, sangat mengecewakan.

Protes wakil rakyat tersebut disampaikan Fraksi Gabungan Partai Pembangunan Keadilan Sejahtera (PPKS), melalui Edi Eka Purwadi, pada rapat paripurna lanjutan DPRD, beragenda Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati PALI 2018, Senin (1/4/2019).

Menurut Eka, legislatif meminta pihak pemerintah mengevaluasi sistem pelayanan di RSUD PALI. Sebab, ia mengaku banyak mendapat laporan masyarakat, bahwa pegawai RSUD dan puskesmas lebih mendahulukan penyelesaian administrasi, ketimbang memprioritaskan pengobatan pasien.

Masukkan dari wakil rakyat itu, lalu ditanggapi oleh Bupati PALI, H Heri Amalindo, yang berjanji akan  menindak tegas pegawai Dinas Kesehatan, petugas RSUD PALI dan atau Puskesmas yang masih lamban serta tidak bekerja optimal dalam melayani masyarakat.

“Kami sudah memberikan pengarahan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD yang ditujukan kepada para dokter, bidan, dan petugas medis lainnya,” cetus Bupati.

Heri pun meminta kepada masyarakat, agar apabila masih menemui keluhan pelayanan petugas kesehatan, supaya dapat segera melapor.

“Memang tugas medis seharusnya lebih mengutamakan pelayanan daripada administrasi. Namun di lapangan, ada saja yang belum dilakukan. Tetapi ke depan akan kita terapkan dan apabila masih terjadi, kami akan segera tindak tegas,” tandas Heri.

Terkait hal itu, Plh Direktur RSUD PALI, dr Vivin Ovita, menyangkal jika dikatakan bahwa pegawainya lebih mengutamakan penyelesaian administrasi dahulu, dibanding melayani pasien.

Menurutnya, selama ini pasien yang datang berobat selalu dilayani dengan baik. Sementara tim medis merawat pasien, keluarganya yang lain diminta mengurus administrasi. Sehingga kedua jenis pelayanan berjalan semua.

"Teknis di UGD, petugas yang melayani administrasi dan pasien itu berbeda. Pasien tetap di ruang tindakan, sedang keluarga yang lain mengurus administrasi. Jadi, tidak benar jika kami dituding mendahulukan administrasi saja," ujar dr Vivin pada media ini, Kamis (4/4/2019).

Dan laginya, sambung Vivin, meski belum lengkap administrasinya pasien masih tetap dilayani. "Apalagi sekarang berlaku Universal Health Covering (UHC). Cukup pakai KTP dan KK."

Ia juga menegaskan, bahwa RSUD PALI telah berkomitmen untuk melayani pasien dengan baik. Bahkan pernah mendatangkan motivator, Tika Bisono, untuk melatih pegawainya, agar dapat melayani dengan hati.
 
"Namun demikian, saran kami, keluarga pasien bisa memberikan masukan melalui kotak saran yang ada di RS ini. Sehingga, kita bisa memperbaiki layanan yang dianggap kurang. Jika ditemukan, maka kita juga akan menindak tegas oknum pegawai tersebut," pungkasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Bakal Maju pada Pilkada PALI, RK : Kami Bertekad Urus Warga PALI dari Lahir Hingga Meninggal!

13 Oktober 2019 934

PALI [kabarpali.com] - Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), [...]

Mau Calon Independen di Pilkada PALI? Segera Kumpulkan Dukungan!

09 Oktober 2019 881

PALI [kabarpali.com] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab [...]

3 juta Lebih Pekerja Non PNS Belum Mendapat Hak Normatif Mereka. Di PALI Juga?

09 Oktober 2019 494

ANGGOTA Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Subianto SH, menyebut lebih dari 3 [...]