Minta Biaya Ganti KWH, Oknum Petugas PLN Nyaris dimassa

Oleh Redaksi KABARPALI | 06 April 2018
Seorang warga Desa Muara Ikan menunjukkan sebuah meteran yang diganti oknum petugas PLN.


Penukal Utara [kabarpali.com] - Seorang pria yang mengaku petugas PLN, bagian penggantian KWH meter, nyaris menjadi bulan-bulanan warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.
 
Pasalnya, oknum yang diketahui bernama Edo itu, tiba-tiba melakukan penggantian KWH meter di desa itu, tanpa kesepakatan terlebih dahulu dengan pelanggan. Hal itu diperparah pula dengan permintaan biaya penggantian tersebut sebesar Rp250 ribu satu KWH meter. 
 
Menurut Kepala Desa Muara Ikan ; Fauzi Ahmad, berdasar penuturan warganya, oknum tersebut, Kamis (5/4/2018), datang ke desanya dan lakukan pemeriksaan KWH meter pelanggan PLN. Lalu pada hari ini, Jumat (6/4/2018), datang lagi dan langsung mengganti meteran tersebut. 
 
"Yang memberatkan warga sehingga mereka kesal, pelaku ini meminta uang penggantian sebesar Rp250 ribu satu KWH-nya. Akibatnya warga keberatan dan marah. Untungnya baru satu yang diganti," tutur Kades pada kabarpali.com, Jumat malam (6/4/2018).
 
Kades yang baru mengetahui pada sore harinya saat baru pulang bepergian, langsung menengahi persoalan tersebut. Ia bahkan tidak mengetahui perihal ada petugas PLN lakukan pekerjaan di desanya, membuatnya juga merasa tersinggung.
 
"Mestinya PLN memberitahukan dahulu pada pemerintah desa. Termasuk seperti apa mekanisme penggantian tersebut, apa penyebab sehingga harus diganti, dan siapa yang ditugaskan. Untung saja tidak jadi dimassa warga yang marah," tandas kades kesal.
 
Sementara itu, Manager PT PLN Rayon Pendopo ; Rasyid, membenarkan jika saat ini pihaknya tengah menjalankan program PLN pusat, berupa penggantian beberapa merk KWH meter. Sedangkan petugasnya dipilih secara penunjukkan tenaga lokal, berdasarkan sistem upah borongan. 
 
"Saya tidak banyak kenal siapa saja petugas itu. Yang membawahinya adalah Supervisor Tehnik Energi (TE). Namun saya tegaskan, bahwa tidak ada tarif atau biaya apapun terkait hal itu!" tegasnya via telepon pada kabarpali.com, malam ini.
 
Jika ada oknum yang meminta uang, tambah Rasyid dipastikan itu adalah pungli. "Jika ada petugas begitu, maka sanksinya, tidak akan kita pakai lagi!" imbuhnya.
 
Terkait pemberitahuan pada aparat desa, Rasyid mengaku sudah mewanti-wanti pada bawahannya agar menjaga etika terhadap pelanggan. Terutama pihak pemerintah setempat. "Saya selalu tekankan, agar bisa-bisanya menjaga etika, agar hal seperti ini tidak terjadi," pungkas Rasyid.[red]

BERITA LAINNYA

101848 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78857 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39254 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25634 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23420 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
Penukal Utara [kabarpali.com] - Seorang pria yang mengaku petugas PLN, bagian penggantian KWH meter, nyaris menjadi bulan-bulanan warga Desa Muara Ikan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.
 
Pasalnya, oknum yang diketahui bernama Edo itu, tiba-tiba melakukan penggantian KWH meter di desa itu, tanpa kesepakatan terlebih dahulu dengan pelanggan. Hal itu diperparah pula dengan permintaan biaya penggantian tersebut sebesar Rp250 ribu satu KWH meter. 
 
Menurut Kepala Desa Muara Ikan ; Fauzi Ahmad, berdasar penuturan warganya, oknum tersebut, Kamis (5/4/2018), datang ke desanya dan lakukan pemeriksaan KWH meter pelanggan PLN. Lalu pada hari ini, Jumat (6/4/2018), datang lagi dan langsung mengganti meteran tersebut. 
 
"Yang memberatkan warga sehingga mereka kesal, pelaku ini meminta uang penggantian sebesar Rp250 ribu satu KWH-nya. Akibatnya warga keberatan dan marah. Untungnya baru satu yang diganti," tutur Kades pada kabarpali.com, Jumat malam (6/4/2018).
 
Kades yang baru mengetahui pada sore harinya saat baru pulang bepergian, langsung menengahi persoalan tersebut. Ia bahkan tidak mengetahui perihal ada petugas PLN lakukan pekerjaan di desanya, membuatnya juga merasa tersinggung.
 
"Mestinya PLN memberitahukan dahulu pada pemerintah desa. Termasuk seperti apa mekanisme penggantian tersebut, apa penyebab sehingga harus diganti, dan siapa yang ditugaskan. Untung saja tidak jadi dimassa warga yang marah," tandas kades kesal.
 
Sementara itu, Manager PT PLN Rayon Pendopo ; Rasyid, membenarkan jika saat ini pihaknya tengah menjalankan program PLN pusat, berupa penggantian beberapa merk KWH meter. Sedangkan petugasnya dipilih secara penunjukkan tenaga lokal, berdasarkan sistem upah borongan. 
 
"Saya tidak banyak kenal siapa saja petugas itu. Yang membawahinya adalah Supervisor Tehnik Energi (TE). Namun saya tegaskan, bahwa tidak ada tarif atau biaya apapun terkait hal itu!" tegasnya via telepon pada kabarpali.com, malam ini.
 
Jika ada oknum yang meminta uang, tambah Rasyid dipastikan itu adalah pungli. "Jika ada petugas begitu, maka sanksinya, tidak akan kita pakai lagi!" imbuhnya.
 
Terkait pemberitahuan pada aparat desa, Rasyid mengaku sudah mewanti-wanti pada bawahannya agar menjaga etika terhadap pelanggan. Terutama pihak pemerintah setempat. "Saya selalu tekankan, agar bisa-bisanya menjaga etika, agar hal seperti ini tidak terjadi," pungkas Rasyid.[red]

BERITA TERKAIT

Pererat Sinergi dengan Media, Bupati PALI Kurbankan Sapi untuk Insan Pers

27 Mei 2026 248

PALI [kabarpali.com] - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, [...]

Dewan Pendidikan PALI Gelar Halal Bihalal dan Rapat Kerja

02 April 2026 795

PALI [kabarpali.com] - Dewan Pendidikan Kabupaten PALI menggelar kegiatan halal [...]

Isu Retak Patah: Heri Amalindo dan Bupati Asgianto Duduk Satu Meja, Bahas Masa Depan PALI

25 Maret 2026 459

PALI [kabarpali.com] — Isu keretakan hubungan antara dua tokoh penting di [...]

close button