Masyarakat PALI Mengeluh, Apotik Jual Obat di Atas HET

ilustrasi/net
12 Juli 2019 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , KESEHATAN & KELUARGA, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] – Masyarakat di Bumi Serepat Serasan mengeluhkan penjualan obat-obatan dan alat medis yang dijual apotik di daerah ini dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut mereka hal itu sangat memberatkan, karena jika dibandingkan dengan harga jual di luar kota sangatlah jauh berbeda.

“Harga obat maupun alat medis di apotik di sekitaran Talang Ubi di atas HET semua. Sangat mahal,” ungkap Icha, melalui inbox medsos Facebook media ini.

Lebih lanjut perempuan yang tinggal di Pendopo Talang Ubi itu, meminta pihak terkait turun ke lapangan untuk mengaudit apotik di kabupaten ini, agar mengetahui langsung persoalan tersebut.

“Luar biasa mahalnya, Pak. Contohnya spuit (jarum suntik) ukuran 3 cc. Saya pernah beli di tiga apotik di Kota PALI ini, kisaran harganya Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per buah. Harga yang sangat fantastik,” terangnya.

Sebab, lanjut Icha, harga itu berkali lipat untungnya. Karena ia mengaku mengetahui betul, bahwa harga spuit 3 cc itu hanya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per satu box berisi 100 buah spuit.

“Jadi modalnya kisaran Rp600 sampai Rp650 per buah. Sangat gak wajar kan. Mereka menjual spuit dengan harga Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per buah?” tanyanya jengkel.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Lydwirawan, terkait hal itu berjanji akan segera melakukan sidak ke apotik-apotik yang ada di kabupaten ini.  Serta akan melakukan peneguran jika terbukti mereka melakukan penjualan di atas HET yang telah ditetapkan.

“Terima kasih infonya. Kita akan segera turun ke lapangan,” ujarnya, saat dikonfirmasi kabarpali.com, baru-baru ini.

Menurutnya, Dinas Kesehatan akan memberikan Surat Peringatan (SP) kepada apotik tersebut hingga tiga kali. Jika masih saja, maka sangsinya apotik itu akan dicabut izinnya atau ditutup.

“Mekanismenya kita beri SP dahulu, jika masih saja maka akan dicabut izinnya,” tegas Lydwirawan.

Sebelumnya, pada 7 Maret 2018 kabarpali.com juga sebenarnya sudah pernah memberitakan persoalan ini, dengan judul ‘Di Sini, Rata-rata Obat dijual di Atas HET’. Namun ternyata hingga kini tidak ada penindakan atau pengawasan yang semestinya.

Padahal, aturannya penjualan diatas HET bisa dipidanakan dan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 069/Menkes/SK/II/2006. Dalam pasal 62 ayat 1 pelaku usaha yang melanggar tersebut diancam hukuman pidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp2.000.000.000 (dua miliar).[red]

BERITA LAINNYA

12145 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12036 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9533 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

8791 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8212 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019

PALI [kabarpali.com] – Masyarakat di Bumi Serepat Serasan mengeluhkan penjualan obat-obatan dan alat medis yang dijual apotik di daerah ini dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menurut mereka hal itu sangat memberatkan, karena jika dibandingkan dengan harga jual di luar kota sangatlah jauh berbeda.

“Harga obat maupun alat medis di apotik di sekitaran Talang Ubi di atas HET semua. Sangat mahal,” ungkap Icha, melalui inbox medsos Facebook media ini.

Lebih lanjut perempuan yang tinggal di Pendopo Talang Ubi itu, meminta pihak terkait turun ke lapangan untuk mengaudit apotik di kabupaten ini, agar mengetahui langsung persoalan tersebut.

“Luar biasa mahalnya, Pak. Contohnya spuit (jarum suntik) ukuran 3 cc. Saya pernah beli di tiga apotik di Kota PALI ini, kisaran harganya Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per buah. Harga yang sangat fantastik,” terangnya.

Sebab, lanjut Icha, harga itu berkali lipat untungnya. Karena ia mengaku mengetahui betul, bahwa harga spuit 3 cc itu hanya Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per satu box berisi 100 buah spuit.

“Jadi modalnya kisaran Rp600 sampai Rp650 per buah. Sangat gak wajar kan. Mereka menjual spuit dengan harga Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per buah?” tanyanya jengkel.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Lydwirawan, terkait hal itu berjanji akan segera melakukan sidak ke apotik-apotik yang ada di kabupaten ini.  Serta akan melakukan peneguran jika terbukti mereka melakukan penjualan di atas HET yang telah ditetapkan.

“Terima kasih infonya. Kita akan segera turun ke lapangan,” ujarnya, saat dikonfirmasi kabarpali.com, baru-baru ini.

Menurutnya, Dinas Kesehatan akan memberikan Surat Peringatan (SP) kepada apotik tersebut hingga tiga kali. Jika masih saja, maka sangsinya apotik itu akan dicabut izinnya atau ditutup.

“Mekanismenya kita beri SP dahulu, jika masih saja maka akan dicabut izinnya,” tegas Lydwirawan.

Sebelumnya, pada 7 Maret 2018 kabarpali.com juga sebenarnya sudah pernah memberitakan persoalan ini, dengan judul ‘Di Sini, Rata-rata Obat dijual di Atas HET’. Namun ternyata hingga kini tidak ada penindakan atau pengawasan yang semestinya.

Padahal, aturannya penjualan diatas HET bisa dipidanakan dan melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 069/Menkes/SK/II/2006. Dalam pasal 62 ayat 1 pelaku usaha yang melanggar tersebut diancam hukuman pidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp2.000.000.000 (dua miliar).[red]

BERITA TERKAIT

Tak Dibahas Dewan, PMP Hibah Air Bersih PDAM PALI Terancam Gagal

17 September 2019 503

PALI [kabarpali.com] – Sedikitnya 8.400 Masyarakat Berpenghasilan Rendah [...]

Atasi Potensi Wabah, Ini yang Akan dilakukan Dinkes PALI..

10 September 2019 433

PALI [kabarpali.com] - Masih tingginya angka penderita diare pada [...]

Bertahun dikurung Orangtua, Rahmadi Alami Gizi Buruk

22 Agustus 2019 1807

PALI [kabarpali.com] - Sungguh malang nasib yang dialami Rahmadi (17) [...]