Isu Retak Patah: Heri Amalindo dan Bupati Asgianto Duduk Satu Meja, Bahas Masa Depan PALI

Oleh Redaksi KABARPALI | 25 Maret 2026


PALI [kabarpali.com] — Isu keretakan hubungan antara dua tokoh penting di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya terbantahkan. Mantan Bupati PALI dua periode, Heri Amalindo, terlihat duduk satu meja dan bersilaturahmi hangat dengan Bupati PALI saat ini, Asgianto.

Pertemuan tersebut berlangsung di Guest House Pendopoan Rumah Dinas Bupati PALI pada Selasa (24/3/2026), bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Suasana yang tercipta tampak akrab dan penuh nuansa kekeluargaan, jauh dari kesan adanya ketegangan di antara keduanya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua DPRD PALI Ubaidillah, Wakil Ketua DPRD Firdaus Hasbullah, serta tokoh masyarakat Erwin Eriza Putra. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pertemuan strategis yang sarat makna.

Pertemuan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang sebelumnya menilai adanya keretakan hubungan antara kedua tokoh. Justru sebaliknya, momen Lebaran menjadi ruang rekonsiliasi yang mencairkan perbedaan dan membuka peluang kolaborasi ke depan.

Lebih dari sekadar ajang saling memaafkan, dialog yang terbangun di antara Heri Amalindo dan Asgianto disebut mengarah pada pembahasan masa depan pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi untuk mendorong kemajuan PALI melalui sinergi pengalaman dan kepemimpinan baru.

Sejumlah pihak menilai, pertemuan ini menjadi sinyal kuat dimulainya era kolaborasi antara dua generasi kepemimpinan di PALI. Pengalaman Heri Amalindo selama memimpin dua periode diyakini dapat menjadi fondasi penting, yang jika dipadukan dengan energi dan gagasan baru dari Asgianto, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Momentum ini juga menjadi pesan moral bagi masyarakat bahwa perbedaan politik bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, kebersamaan dan komunikasi yang baik justru menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Jika sinergi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kabupaten PALI akan memasuki babak baru pembangunan yang lebih solid, dengan kekuatan kolaborasi sebagai fondasi utamanya.[red]

BERITA LAINNYA

101955 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79102 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39419 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25973 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23567 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] — Isu keretakan hubungan antara dua tokoh penting di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya terbantahkan. Mantan Bupati PALI dua periode, Heri Amalindo, terlihat duduk satu meja dan bersilaturahmi hangat dengan Bupati PALI saat ini, Asgianto.

Pertemuan tersebut berlangsung di Guest House Pendopoan Rumah Dinas Bupati PALI pada Selasa (24/3/2026), bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Suasana yang tercipta tampak akrab dan penuh nuansa kekeluargaan, jauh dari kesan adanya ketegangan di antara keduanya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua DPRD PALI Ubaidillah, Wakil Ketua DPRD Firdaus Hasbullah, serta tokoh masyarakat Erwin Eriza Putra. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pertemuan strategis yang sarat makna.

Pertemuan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang sebelumnya menilai adanya keretakan hubungan antara kedua tokoh. Justru sebaliknya, momen Lebaran menjadi ruang rekonsiliasi yang mencairkan perbedaan dan membuka peluang kolaborasi ke depan.

Lebih dari sekadar ajang saling memaafkan, dialog yang terbangun di antara Heri Amalindo dan Asgianto disebut mengarah pada pembahasan masa depan pembangunan daerah. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi untuk mendorong kemajuan PALI melalui sinergi pengalaman dan kepemimpinan baru.

Sejumlah pihak menilai, pertemuan ini menjadi sinyal kuat dimulainya era kolaborasi antara dua generasi kepemimpinan di PALI. Pengalaman Heri Amalindo selama memimpin dua periode diyakini dapat menjadi fondasi penting, yang jika dipadukan dengan energi dan gagasan baru dari Asgianto, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Momentum ini juga menjadi pesan moral bagi masyarakat bahwa perbedaan politik bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, kebersamaan dan komunikasi yang baik justru menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Jika sinergi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kabupaten PALI akan memasuki babak baru pembangunan yang lebih solid, dengan kekuatan kolaborasi sebagai fondasi utamanya.[red]

BERITA TERKAIT

Kemarau Bikin Sungai Lematang Dangkal, PDAM Tirta PALI Hentikan Layanan Sementara

10 Agustus 2026 50

PALI [kabarpi.com] – Kemarau yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

Bekarang di Danau Sebetung: Menjaga Tradisi, Merawat Ikan untuk Generasi Mendatang

09 Agustus 2026 279

PALI [kabarpali.com] — Ribuan warga memadati Danau Sebetung, Desa Mangku [...]

BPS PALI Imbau Pelaku Usaha yang Belum Tercatat Segera Laporkan Diri untuk Sensus Ekonomi 2026

05 Agustus 2026 387

PALI [kabarpali.com] – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penukal Abab [...]

close button