Persoalkan Debu hingga CSR, Masyarakat Geruduk PT Servo Lintas Raya

Oleh Redaksi KABARPALI | 12 September 2023
Warga menggelar aksi protes ke kantor PT Servo Lintas Raya. (foto:rmolsumsel)


Tanah Abang – PALI [kabarpali.com] | Masyarakat di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan kian merasa resah, atas Keberadaan PT Servo Lintas Raya (SLR) yang mengelola jalan hauling batubara di sebagian wilayah Kabupaten PALI.

Penyebabnya ditenggarai akibat operasional perusahaan, mulai dari proses bongkar muat batubara yang berada di stockpile KM 36, hingga pengangkutan menggunakan mobil dump truck telah menimbulkan debu yang beterbangan mencemari lingkungan hingga ke pemukiman warga setempat.

Masyarakat yang terlampau kesal atas kondisi tersebut pun menggalang massa yang terdiri dari ratusan warga dari Desa Harapan Jaya, dan sekitarnya mendatangi kantor perusahaan yang merupakan bagian dari Titan Group itu. Tepatnya di jalan khusus batubara KM 36 jalan PT. SLR, Kecamatan Tanah Abang.

Sebanyak empat poin tuntutan disuarakan oleh mereka pada aksi unjuk rasa tersebut. Menggunakan media kertas karton, warga menyampaikan protes dan aspirasi mereka kepada pihak perusahaan. Antara lain terkait kesehatan masyarakat dan anak sekolah yang terimbas debu dari aktivitas perusahaan.

"Debu dari operasional perusahaan ini telah menyerang hingga ke pemukiman dan sekolah. Sehingga, kami minta perusahaan untuk bertanggung jawab!" tegas massa diwakili Koordinator Aksi (Korak) Ali Sabet dan rekan-rekannya, pada awak media, Senin (11/9).

Tuntutan kedua, perusahan juga diminta agar serius memperhatikan dampak pencemaran lingkungan, karena adanya sejumlah stockpile yang ketika hujan aliran airnya langsung ke sungai. Sehingga berdampak pada pendangkalan sungai dan membuat air sungai menjadi keruh.

"Lalu bisa kita lihat terdapat anak-anak sungai yang kini kian mendangkal akibat endapan dari debu batubara yang mengalir," imbuhnya.

Selain itu juga, dirinya meminta keterbukaan dana CSR yang diberikan perusahaan sejak tahun 2022 hingga saat ini dianggap tidak jelas, bahkan tidak dirasakaan dampaknya oleh masyarakat.

"Yang kita tekankan juga terkait dugaaan adanya praktek jual-beli pekerjaan pada perusahaan tersebut. Sehingga dampaknya banyak orang luar daerah yang bekerja dan putra daerah tidak diutamakan untuk bekerja. Padahal kita merupakan ring satu perusahaan," terangnya.

Menurut Ali, intensitas debu batubara yang menyerang pemukiman saat ini kian meningkat sebagai dampak dari musim kemarau dan cuaca panas yang menyerang wilayah PALI. Seharusnya, perusahaan sudah mengantisipasi dengan melakukan penyiraman lebih rutin lagi.

"Harusnya ada penyiraman lebih rutin lagi. Tidak bisa dibiarkan begini terus. Kami warga ini yang merasakan dampaknya!" tegasnya.

Dia pun mendesak agar perusahaan untuk segera memenuhi poin tuntutan tersebut. Jika tidak ada penyelesaian, maka ia mengancam dengan mengatakan bahwa pihaknya akan datang kembali dengan massa yang lebih besar.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan belum didapatkan statement resmi dari pihak PT. Servo Lintas Raya kepada media ini.[red]

BERITA LAINNYA

101448 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

77852 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

38699 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

24994 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

22960 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

Tanah Abang – PALI [kabarpali.com] | Masyarakat di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan kian merasa resah, atas Keberadaan PT Servo Lintas Raya (SLR) yang mengelola jalan hauling batubara di sebagian wilayah Kabupaten PALI.

Penyebabnya ditenggarai akibat operasional perusahaan, mulai dari proses bongkar muat batubara yang berada di stockpile KM 36, hingga pengangkutan menggunakan mobil dump truck telah menimbulkan debu yang beterbangan mencemari lingkungan hingga ke pemukiman warga setempat.

Masyarakat yang terlampau kesal atas kondisi tersebut pun menggalang massa yang terdiri dari ratusan warga dari Desa Harapan Jaya, dan sekitarnya mendatangi kantor perusahaan yang merupakan bagian dari Titan Group itu. Tepatnya di jalan khusus batubara KM 36 jalan PT. SLR, Kecamatan Tanah Abang.

Sebanyak empat poin tuntutan disuarakan oleh mereka pada aksi unjuk rasa tersebut. Menggunakan media kertas karton, warga menyampaikan protes dan aspirasi mereka kepada pihak perusahaan. Antara lain terkait kesehatan masyarakat dan anak sekolah yang terimbas debu dari aktivitas perusahaan.

"Debu dari operasional perusahaan ini telah menyerang hingga ke pemukiman dan sekolah. Sehingga, kami minta perusahaan untuk bertanggung jawab!" tegas massa diwakili Koordinator Aksi (Korak) Ali Sabet dan rekan-rekannya, pada awak media, Senin (11/9).

Tuntutan kedua, perusahan juga diminta agar serius memperhatikan dampak pencemaran lingkungan, karena adanya sejumlah stockpile yang ketika hujan aliran airnya langsung ke sungai. Sehingga berdampak pada pendangkalan sungai dan membuat air sungai menjadi keruh.

"Lalu bisa kita lihat terdapat anak-anak sungai yang kini kian mendangkal akibat endapan dari debu batubara yang mengalir," imbuhnya.

Selain itu juga, dirinya meminta keterbukaan dana CSR yang diberikan perusahaan sejak tahun 2022 hingga saat ini dianggap tidak jelas, bahkan tidak dirasakaan dampaknya oleh masyarakat.

"Yang kita tekankan juga terkait dugaaan adanya praktek jual-beli pekerjaan pada perusahaan tersebut. Sehingga dampaknya banyak orang luar daerah yang bekerja dan putra daerah tidak diutamakan untuk bekerja. Padahal kita merupakan ring satu perusahaan," terangnya.

Menurut Ali, intensitas debu batubara yang menyerang pemukiman saat ini kian meningkat sebagai dampak dari musim kemarau dan cuaca panas yang menyerang wilayah PALI. Seharusnya, perusahaan sudah mengantisipasi dengan melakukan penyiraman lebih rutin lagi.

"Harusnya ada penyiraman lebih rutin lagi. Tidak bisa dibiarkan begini terus. Kami warga ini yang merasakan dampaknya!" tegasnya.

Dia pun mendesak agar perusahaan untuk segera memenuhi poin tuntutan tersebut. Jika tidak ada penyelesaian, maka ia mengancam dengan mengatakan bahwa pihaknya akan datang kembali dengan massa yang lebih besar.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan belum didapatkan statement resmi dari pihak PT. Servo Lintas Raya kepada media ini.[red]

BERITA TERKAIT

Maling Sapi Profesional Beraksi di PALI, Satu Ekor Disembelih Tengah Hari

14 Januari 2026 453

PALI [kabarpali.com] - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali [...]

Lima Warga PALI Dikirim Ikuti Program PPSDM Migas 2026

12 Januari 2026 293

PALI [kabarpali.com] - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas [...]

Kadis PUTR PALI Klarifikasi Anggaran MCK: IPAL Komunal Sudah Ada di APBD 2025, Dialihkan Agar Lebih Bermanfaat

11 Januari 2026 332

PALI [kabarpali.com] — Polemik anggaran pembangunan MCK yang belakangan [...]

close button