Gorong-gorong Pantadewa, Bukti Aspirasi yang Terabaikan

Gorong-gorong Pantadewa Kecamatan Talang Ubi.
23 Juli 2018 Comments | Headline, PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR | Oleh Redaksi KABARPALI


Talang Ubi [kabarpali.com] - Aspirasi masyarakat Kabupaten PALI khususnya, seakan diabaikan pengampu kebijakan Provinsi Sumatera Selatan. Buktinya, adalah gorong-gorong di Desa Pantadewa Kecamatan Talang Ubi, yang amblas sekira satu tahun lalu, dan hingga kini tak kunjung jua diperbaiki. 
 
Upaya menyampaikan kehendak rakyat itu sudah dilakukan dengan beragam cara. Dari mulai menyurati Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Provinsi Sumsel oleh DPUBM PALI, maupun publikasi secara massif di media massa. Namun pengambil kebijakan di Bumi Sriwijaya tak juga terketuk hatinya, untuk segera membenahi akses vital transportasi masyarakat tersebut. 
 
Gorong-gorong yang melintas jalan atau dalam bahasa teknik sipil box culvert itu, berada di jalan lintas Provinsi, yang menghubungkan Kabupaten Muaraenim, PALI dan MUBA. Amblas pada pertengahan 2017, Akibat tergerusnya aliran Sungai Bintungan yang berada di bawahnya. 
 
Imbas rusaknya ruas jalan itu, kini para pengendara menjadi terhambat aktivitasnya. Karena harus melintasi jembatan darurat kayu yang dipasang warga setempat, agar kendaraan tetap bisa melaluinya. Tentu, dengan imbalan beberapa ribu rupiah. 
 
"Rusaknya jalan ini sudah terjadi nyaris satu tahun lalu. Namun yang mengherankan, kok semua pihak seakan tutup mata. Padahal hanya perlu sedikit anggaran memperbaikinya," tutur Iwan, seorang pengendara mobil truk, yang hendak menuju Simpang Belimbing.
 
Iwan juga sempat menyinggung momen Pilgub baru-baru ini dan Pileg akan datang. Menurutnya, event politik tersebut pun bahkan tak menjadi alasan bagi para pejabat yang berebut kekuasaan itu untuk membenahi infrastruktur yang rusak tersebut.
 
"Artinya memang para pejabat kita sudah buta. Butuh dengan suara rakyat saat Pemilu, tapi ketika rakyat meminta dan berharap, semua hanya bisa janji-janji kosong saja," pungkasnya, sembari meminta izin meneruskan perjalanan.[red] 

BERITA LAINNYA

11351 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9039 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

7343 KaliSatu Lagi Pelajar Tewas Secara Tragis di PALI

Talang Ubi [kabarpali.com] - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) [...]

02 April 2017

6870 KaliHeboh, Warga Temukan Mayat di Kebun

Talang Ubi [kabarpali.com] - Akibat seorang warganya menemukan sesosok mayat [...]

26 Oktober 2017

6658 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018
Talang Ubi [kabarpali.com] - Aspirasi masyarakat Kabupaten PALI khususnya, seakan diabaikan pengampu kebijakan Provinsi Sumatera Selatan. Buktinya, adalah gorong-gorong di Desa Pantadewa Kecamatan Talang Ubi, yang amblas sekira satu tahun lalu, dan hingga kini tak kunjung jua diperbaiki. 
 
Upaya menyampaikan kehendak rakyat itu sudah dilakukan dengan beragam cara. Dari mulai menyurati Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Provinsi Sumsel oleh DPUBM PALI, maupun publikasi secara massif di media massa. Namun pengambil kebijakan di Bumi Sriwijaya tak juga terketuk hatinya, untuk segera membenahi akses vital transportasi masyarakat tersebut. 
 
Gorong-gorong yang melintas jalan atau dalam bahasa teknik sipil box culvert itu, berada di jalan lintas Provinsi, yang menghubungkan Kabupaten Muaraenim, PALI dan MUBA. Amblas pada pertengahan 2017, Akibat tergerusnya aliran Sungai Bintungan yang berada di bawahnya. 
 
Imbas rusaknya ruas jalan itu, kini para pengendara menjadi terhambat aktivitasnya. Karena harus melintasi jembatan darurat kayu yang dipasang warga setempat, agar kendaraan tetap bisa melaluinya. Tentu, dengan imbalan beberapa ribu rupiah. 
 
"Rusaknya jalan ini sudah terjadi nyaris satu tahun lalu. Namun yang mengherankan, kok semua pihak seakan tutup mata. Padahal hanya perlu sedikit anggaran memperbaikinya," tutur Iwan, seorang pengendara mobil truk, yang hendak menuju Simpang Belimbing.
 
Iwan juga sempat menyinggung momen Pilgub baru-baru ini dan Pileg akan datang. Menurutnya, event politik tersebut pun bahkan tak menjadi alasan bagi para pejabat yang berebut kekuasaan itu untuk membenahi infrastruktur yang rusak tersebut.
 
"Artinya memang para pejabat kita sudah buta. Butuh dengan suara rakyat saat Pemilu, tapi ketika rakyat meminta dan berharap, semua hanya bisa janji-janji kosong saja," pungkasnya, sembari meminta izin meneruskan perjalanan.[red] 

BERITA TERKAIT

Dua Bulan Tak Hujan, Sebagut Nyaris Kering Kerontang

13 Juli 2019 510

Penukal [kabarpali.com] – Warga desa di pesisir Sungai Sebagut Kecamatan [...]

Krisis Air Bersih Rutin Terjadi, Pemerintah Harus Segera Cari Solusi

05 Juli 2019 166

PALI [ kabarpali.com] - Persoalan sulitnya mendapatkan sumber air bersih selalu [...]

Perbaikan Belum Selesai, Debu Bersemburan dari Armada Logging MHP

04 Juli 2019 385

Talang Ubi [kabarpali.com] - Debu tebal nampak selimuti Jalan penghubung [...]