Kadis PUTR PALI Klarifikasi Anggaran MCK: IPAL Komunal Sudah Ada di APBD 2025, Dialihkan Agar Lebih Bermanfaat
PALI [kabarpali.com] — Polemik anggaran pembangunan MCK yang belakangan menjadi perhatian publik mendapat klarifikasi langsung dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H. Ristanto Wahyudi, ST, MT. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari perencanaan APBD Induk Tahun Anggaran 2025 yang telah disahkan sebelum Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik, serta sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas PUTR.
Ristanto menjelaskan, dalam APBD Induk 2025 memang tercantum kegiatan pembangunan IPAL Komunal di Kecamatan Talang Ubi. IPAL Komunal dimaksud berupa septictank pabrikan berbahan fiber yang dirancang untuk digunakan bersama oleh sekitar 30 hingga 50 kepala keluarga. Tujuannya adalah agar pengelolaan air limbah, khususnya limbah tinja, dapat dilakukan secara terpadu dan lebih ramah lingkungan.
Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam perencanaan awal terdapat keterbatasan mendasar. Saat itu, Kabupaten PALI belum memiliki mobil penyedot tinja maupun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) sebagai tempat pembuangan dan pengolahan akhir limbah. Padahal, septictank komunal secara teknis wajib disedot secara berkala dan hasil sedotannya harus dibuang ke IPLT agar tidak mencemari lingkungan.
“Atas pertimbangan tersebut, ketika kami mulai menjabat dan harus menjalankan kegiatan yang sudah tertuang dalam APBD, kami mengarahkan pelaksanaan kegiatan ke masjid dan mushalla yang membutuhkan, dengan menambahkan pembangunan MCK sebagai fasilitas pelengkap. Dengan begitu, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ristanto.
Ia menambahkan, septictank komunal yang telah dibangun tersebut dikoneksikan terlebih dahulu ke MCK. Skema ini dinilai lebih realistis karena waktu penyedotan menjadi lebih lama, sembari pemerintah daerah berupaya mencari sumber pendanaan untuk pembangunan IPLT dan pengadaan mobil penyedot tinja. Ke depan, apabila IPLT telah tersedia, septictank tersebut dapat dikembangkan dan dihubungkan ke rumah-rumah warga sekitar sebagai bagian dari sistem IPAL komunal yang utuh.
Menurut Ristanto, pengalaman ini menjadi pelajaran penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia menyebut, Bupati PALI Asgianto, ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH kini sangat menekankan agar setiap perencanaan pembangunan dilakukan secara komprehensif dan berjenjang, sehingga arah pembangunan Kabupaten PALI lebih terarah dan berkelanjutan.
Terkait progres fisik di lapangan, Ristanto tidak menampik bahwa hingga akhir tahun pekerjaan MCK belum seluruhnya selesai dicat. Namun ia menegaskan pihaknya telah memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan rekanan pelaksana agar pekerjaan tersebut wajib diselesaikan sesuai ketentuan.
“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik. Yang terpenting, masyarakat memahami duduk persoalannya secara utuh,” pungkasnya.[red]










