Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Berkolaborasi dengan UNDIP Gelar Focus Group Discussion - Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Baru Kawasan Transmigrasi PETATA PALI

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 September 2026
Tim 23 Ekspedisi Patriot UNDIP Bersama Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten PALI.


PALI [kabarpali.com] – Pada Rabu (2/09/2026), Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kawasan Transmigrasi Petata, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan menggali potensi dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kawasan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait.

FGD difokuskan pada keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kunci, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Melalui forum ini, masing-masing OPD memberikan pandangan dan masukan sesuai dengan bidang dan kewenangannya untuk mendukung pembangunan Kawasan Transmigrasi Petata secara terintegrasi.

Pemamparan Materi FGD oleh Koordinator Wilayah TIM 23 Ekspedisi Patriot UNDIP

Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Andre Fajar Wijaya, menyampaikan apresiasi atas kembali hadirnya Tim Ekspedisi Patriot UNDIP. “Kami menyambut baik kedatangan Tim Ekspedisi Patriot UNDIP yang kedua kalinya, dan berharap FGD ini menjadi kolaborasi yang inovatif antar setiap pemangku kepentingan dalam memajukan kawasan transmigrasi PETATA,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten PALI, Endang Silparensi, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan dan kolaborasi yang dilaksanakan dapat menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap seluruh proses, hasil intervensi, pembelajaran, dan rekomendasi dapat dirumuskan menjadi luaran yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi Petata,” ujarnya.

FGD ini juga mengangkat tema “Model Pendampingan Terpadu Berbasis Komunitas untuk Penguatan Layanan Pendidikan dan Kesehatan Lingkungan dalam Upaya Penurunan Stunting dan Penyakit Berbasis Lingkungan.” Tema tersebut diarahkan untuk memperbaiki dan memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di Kawasan Transmigrasi Petata melalui pendekatan berbasis komunitas. Masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam peningkatan kesehatan lingkungan, pencegahan stunting, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai masukan dari OPD dan pemangku kepentingan akan menjadi bahan analisis bagi Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama UNDIP dalam menyusun rekomendasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Petata. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menghasilkan langkah dan model pendampingan yang terintegrasi untuk memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Kabupaten PALI. [rils/adv]

BERITA LAINNYA

101995 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79287 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39521 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26129 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23617 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Pada Rabu (2/09/2026), Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi yang berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kawasan Transmigrasi Petata, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan menggali potensi dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kawasan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait.

FGD difokuskan pada keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kunci, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Melalui forum ini, masing-masing OPD memberikan pandangan dan masukan sesuai dengan bidang dan kewenangannya untuk mendukung pembangunan Kawasan Transmigrasi Petata secara terintegrasi.

Pemamparan Materi FGD oleh Koordinator Wilayah TIM 23 Ekspedisi Patriot UNDIP

Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Andre Fajar Wijaya, menyampaikan apresiasi atas kembali hadirnya Tim Ekspedisi Patriot UNDIP. “Kami menyambut baik kedatangan Tim Ekspedisi Patriot UNDIP yang kedua kalinya, dan berharap FGD ini menjadi kolaborasi yang inovatif antar setiap pemangku kepentingan dalam memajukan kawasan transmigrasi PETATA,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten PALI, Endang Silparensi, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan dan kolaborasi yang dilaksanakan dapat menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap seluruh proses, hasil intervensi, pembelajaran, dan rekomendasi dapat dirumuskan menjadi luaran yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi Petata,” ujarnya.

FGD ini juga mengangkat tema “Model Pendampingan Terpadu Berbasis Komunitas untuk Penguatan Layanan Pendidikan dan Kesehatan Lingkungan dalam Upaya Penurunan Stunting dan Penyakit Berbasis Lingkungan.” Tema tersebut diarahkan untuk memperbaiki dan memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di Kawasan Transmigrasi Petata melalui pendekatan berbasis komunitas. Masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam peningkatan kesehatan lingkungan, pencegahan stunting, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai masukan dari OPD dan pemangku kepentingan akan menjadi bahan analisis bagi Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama UNDIP dalam menyusun rekomendasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Petata. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menghasilkan langkah dan model pendampingan yang terintegrasi untuk memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Kabupaten PALI. [rils/adv]

BERITA TERKAIT

Pertamina EP Pendopo dan Medco E&P Perkuat Sinergi dengan Wartawan PALI Lewat Edukasi Media

03 September 2026 109

PALI [kabarpali.com] — Kolaborasi antara Pertamina EP (PEP) Pendopo Field [...]

Kualitas Udara PALI dilaporkan Sangat Tidak Sehat

25 Agustus 2026 620

PALI [kabarpali.com] — Kualitas udara di Kabupaten Penukal Abab [...]

PWI PALI Ajak Wartawan Berdiskusi: Menakar Kemerdekaan dan Masa Depan Pers

23 Agustus 2026 180

PALI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

close button