Daya Beli Masyarakat Menurun, Dinkop UKM PALI Siapkan Terobosan PALI Night Culinary
PALI [kabarpali.com] – Di tengah melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan ekonomi yang masih dirasakan di berbagai sektor, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyiapkan terobosan baru guna mendukung keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program tersebut diberi nama PALI Night Culinary (PNC), sebuah konsep pasar kuliner malam yang dirancang untuk menjadi wadah promosi sekaligus peningkatan pendapatan bagi para pelaku usaha kuliner lokal.
Kepala Dinkop UKM Kabupaten PALI, Rohman, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pemerintah daerah perlu menghadirkan inovasi dan langkah nyata agar UMKM tetap mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi saat ini. Hal itu juga sejalan dengan visi misi dan program Bupati PALI Asgianto, S.T., yakni "Bina-Bantu-Beli".
"Kita harus memikirkan terobosan agar UMKM, khususnya di Kabupaten PALI, dapat terus bertahan dan berkembang meskipun kondisi perekonomian sedang tidak baik-baik saja," ujar Rohman saat ditemui di kantornya, Jumat (5/6/2026).
Melalui program PNC, Dinkop UKM akan memfasilitasi puluhan pedagang kuliner untuk berjualan dalam satu lokasi secara berkelanjutan. Dengan konsep tersebut, para pelaku usaha diharapkan memperoleh omzet yang lebih baik dibandingkan berjualan secara terpisah.
Rencananya, kegiatan PALI Night Culinary akan dipusatkan di kawasan Gelora November atau Sanggar Pramuka Komperta PALI. Acara akan digelar pada malam hari dan dijadwalkan berlangsung secara rutin, setidaknya satu kali dalam sepekan.
Tidak hanya menghadirkan aneka kuliner, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan berbagai hiburan seperti pertunjukan musik dan wahana permainan. Konsep ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk datang, berwisata kuliner, sekaligus menikmati hiburan bersama keluarga.
"Kami ingin menghadirkan suasana yang menarik sehingga masyarakat memiliki pilihan tempat untuk berkumpul, berhibur, dan berbelanja produk UMKM lokal," jelasnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Rohman mengakui bahwa dukungan pendanaan menjadi salah satu faktor penting. Namun, di tengah kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran pemerintah, pihaknya berupaya menggandeng sektor swasta agar turut berpartisipasi dalam pengembangan UMKM daerah.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten PALI dapat berkontribusi melalui program pembinaan UMKM, termasuk menyediakan fasilitas berupa stan atau booth bagi pelaku usaha yang menjadi binaan mereka.
"Kami akan mengajak berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang memiliki program pemberdayaan UMKM, untuk turut berpartisipasi. Bentuk dukungannya bisa berupa penyediaan booth penjualan dengan skema sponsorship maupun bentuk kolaborasi lainnya," tambah Rohman.
Sebagai langkah awal, Dinkop UKM PALI akan menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan dan organisasi non-profit yang memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM.
Melalui PALI Night Culinary, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan ruang ekonomi baru yang mampu menggerakkan sektor usaha kecil, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, sekaligus menghadirkan destinasi kuliner dan hiburan yang menarik bagi masyarakat Kabupaten PALI.[red]










