Waspadai Karhutla, BPBD PALI Tegaskan Semua Kecamatan Masuk Zona Rawan
PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten PALI menggelar rapat koordinasi bersama perusahaan swasta guna membahas penanggulangan bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bertempat di Aula Pemkab PALI.
Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten III Setda PALI, Haryono, SH, MH, mewakili Bupati PALI. Hadir pula perwakilan dari Polres PALI melalui Kasat Binmas AKP Hendri, Danramil 0404-03 Talang Ubi Kapten Sujarwo, serta sejumlah perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten PALI.
Plt. Kepala BPBD Kabupaten PALI, Ir. Ahmad Hidayat, ST, dalam paparannya menyampaikan bahwa sejak Januari hingga 15 Juli 2025, tercatat sebanyak 63 titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui sistem pemantauan berbasis aplikasi. Titik-titik panas ini mayoritas berada di lahan mineral dan lahan milik masyarakat yang dibuka dengan cara dibakar.
“Belum ada titik api yang terpantau berasal dari lahan perusahaan. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Data yang kami gunakan berbasis aplikasi dengan titik koordinat yang jelas, jadi bukan berdasarkan perkiraan,” jelas Ahmad.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa seluruh wilayah di lima kecamatan di Kabupaten PALI masuk dalam zona rawan Karhutla. Adapun rincian desa yang terdampak adalah: Tanah Abang (8 desa), Penukal (11 desa), Penukal Utara (14 desa), Abab (8 desa), serta sejumlah desa lainnya di Kecamatan Talang Ubi.
Secara khusus, ia juga menyoroti keberadaan lahan gambut, baik yang berizin maupun tidak berizin. Ia mengingatkan kembali peristiwa kebakaran tahun sebelumnya yang terjadi di kawasan Danau Burung, Penukal Utara, yang mengakibatkan kerugian ekologis dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kita tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Jangan sampai Kabupaten PALI menjadi sorotan internasional karena menjadi episentrum Karhutla,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD PALI telah dan akan terus melaksanakan berbagai langkah strategis, seperti penyebaran maklumat larangan membakar lahan, sosialisasi ke desa-desa rawan, serta patroli gabungan lintas instansi.
Ahmad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam pencegahan bencana. Menurutnya, bencana adalah urusan bersama yang hanya bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor. Ia juga mengingatkan perusahaan untuk melengkapi sarana dan prasarana pemadam kebakaran serta turut serta dalam upaya mitigasi secara aktif dan berkelanjutan.[rls/pwi]










