Waspada! Setelah Corona dan Omicron, Kini Ada Penyakit Baru Lagi

Oleh Redaksi KABARPALI | 09 Mei 2022
Ilustrasi/net


PASCA pandemi Covid 19 menyerang dunia dan Indonesia khususnya, kini sebuah penyakit baru yang masih misterius dikabarkan mulai meneror negeri ini.

Penyakit aneh yang kemudian disebut Hepatitis Akut itu dideteksi rentan menyerang anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun. Tak main-main, gejala paling berat dapat menyebabkan meninggal dunia.

Epidemiolog Hermawan Saputra menyarankan kepada para orang tua dan pengasuh untuk waspada dan segera pergi ke dokter ketika anak-anak mendadak demam dan diare guna mencegah kasus hepatitis akut misterius. Menurut dia hal itu diperlukan sebagai deteksi dini apakah gejala itu merupakan sakit ringan atau mengarah kepada hepatitis akut.

"Bila ada anak-anak yang merasakan demam, kemudian juga diare, kemudian berkaitan dengan penyakit-penyakit gangguan perut yang dirasa tiba-tiba ada atau akut segera memeriksakan diri ke dokter," kata Hermawan dikutip Kompas.com, Minggu (8/5/2022).

Sampai saat ini, kata Hermawan, belum ditemukan penyebab utama kasus hepatitis akut. Para pakar masih menelaah apakah penyakit itu diakibatkan oleh infeksi adenovirus atau terkait dengan riwayat SARS-CoV-2 yang menyerang anak-anak pada tahun sebelumnya.

"Fasilitas kesehatan untuk memastikan apakah ini pada rumpun virus yang berkaitan dengan adenovirus penyebab diare pada anak atau pada kasus lain yang memang menjadi kewaspadaan dengan hepatitis akut," ujar Hermawan.

Hermawan mengatakan, saat ini para pakar virus atau virolog hingga kesehatan masih terus meneliti tentang virus Covid-19 beserta seluruh variannya dan berbagai dampaknya. Menurut dia, kemunculan fenomena hepatitis akut di sejumlah negara, termasuk Indonesia, juga menjadi fokus penelitian guna mencari penyebab dan obatnya.

"Memang kita mengalami fenomena sebuah transisi epidemiologi yang cukup luar biasa pada 5 tahun terakhir ini, dan puncaknya dengan adanya covid beserta variasi virus penyebabnya," ujar Hermawan.

"Itu sebabnya karena Covid-19 itu juga adalah makhluk baru, menjadi sebuah fokus apakah ini juga hepatitis akut berkaitan dengan Covid-19 atau ada memang penyakit lain yang berpotensi menjadi wabah, walaupun tidak menjadi pandemi," lanjut Hermawan.

Namun demikian, menurut Hermawan cara paling utama yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi hepatitis akut misterius itu adalah dengan menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan, termasuk anak-anak. Dia berharap masyarakat menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat supaya tidak memicu penyakit.

"Jadi tidak hanya berkaitan dengan virus, ada kuman, bakteri, dan juga berbagai mikroorganisme lain yang menjadi penyebab penyakit menular seperti protozoa juga bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Ini pencegahan yang paling utama," kata Hermawan.

"Jadi anak-anak harus kita berikan keteladanan, pengajaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan kebiasaan cuci tangan adalah salah satunya," ucap Hermawan.[red]

BERITA LAINNYA

101934 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79060 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39387 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25913 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23547 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PASCA pandemi Covid 19 menyerang dunia dan Indonesia khususnya, kini sebuah penyakit baru yang masih misterius dikabarkan mulai meneror negeri ini.

Penyakit aneh yang kemudian disebut Hepatitis Akut itu dideteksi rentan menyerang anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun. Tak main-main, gejala paling berat dapat menyebabkan meninggal dunia.

Epidemiolog Hermawan Saputra menyarankan kepada para orang tua dan pengasuh untuk waspada dan segera pergi ke dokter ketika anak-anak mendadak demam dan diare guna mencegah kasus hepatitis akut misterius. Menurut dia hal itu diperlukan sebagai deteksi dini apakah gejala itu merupakan sakit ringan atau mengarah kepada hepatitis akut.

"Bila ada anak-anak yang merasakan demam, kemudian juga diare, kemudian berkaitan dengan penyakit-penyakit gangguan perut yang dirasa tiba-tiba ada atau akut segera memeriksakan diri ke dokter," kata Hermawan dikutip Kompas.com, Minggu (8/5/2022).

Sampai saat ini, kata Hermawan, belum ditemukan penyebab utama kasus hepatitis akut. Para pakar masih menelaah apakah penyakit itu diakibatkan oleh infeksi adenovirus atau terkait dengan riwayat SARS-CoV-2 yang menyerang anak-anak pada tahun sebelumnya.

"Fasilitas kesehatan untuk memastikan apakah ini pada rumpun virus yang berkaitan dengan adenovirus penyebab diare pada anak atau pada kasus lain yang memang menjadi kewaspadaan dengan hepatitis akut," ujar Hermawan.

Hermawan mengatakan, saat ini para pakar virus atau virolog hingga kesehatan masih terus meneliti tentang virus Covid-19 beserta seluruh variannya dan berbagai dampaknya. Menurut dia, kemunculan fenomena hepatitis akut di sejumlah negara, termasuk Indonesia, juga menjadi fokus penelitian guna mencari penyebab dan obatnya.

"Memang kita mengalami fenomena sebuah transisi epidemiologi yang cukup luar biasa pada 5 tahun terakhir ini, dan puncaknya dengan adanya covid beserta variasi virus penyebabnya," ujar Hermawan.

"Itu sebabnya karena Covid-19 itu juga adalah makhluk baru, menjadi sebuah fokus apakah ini juga hepatitis akut berkaitan dengan Covid-19 atau ada memang penyakit lain yang berpotensi menjadi wabah, walaupun tidak menjadi pandemi," lanjut Hermawan.

Namun demikian, menurut Hermawan cara paling utama yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghadapi hepatitis akut misterius itu adalah dengan menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan, termasuk anak-anak. Dia berharap masyarakat menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat supaya tidak memicu penyakit.

"Jadi tidak hanya berkaitan dengan virus, ada kuman, bakteri, dan juga berbagai mikroorganisme lain yang menjadi penyebab penyakit menular seperti protozoa juga bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Ini pencegahan yang paling utama," kata Hermawan.

"Jadi anak-anak harus kita berikan keteladanan, pengajaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat, dan kebiasaan cuci tangan adalah salah satunya," ucap Hermawan.[red]

BERITA TERKAIT

JMSI Sumsel Gandeng PT Rifan Financindo Berjangka Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Masyarakat

30 Juli 2026 184

Palembang [kabarpali.com] – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) [...]

Sufmi Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI di Tengah Polemik Laporan Penghinaan Wartawan

30 Juli 2026 314

Jakarta [kabarpali.com] – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad [...]

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 156

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

close button