Warga Waswas Melintasi Flyover di Talang Bulang, Diduga Sudah Tak Kuat Menahan Beban Angkutan Batubara

Oleh Redaksi KABARPALI | 31 Juli 2025


PALI [kabarpali.com] — Kekhawatiran melanda para pengguna jalan lintas Sekayu, tepatnya di kawasan KM 63, Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasalnya, flyover yang diduga milik perusahaan angkutan batubara PT Servo Lintas Raya (Servo) dinilai sudah tidak lagi layak menahan beban berat kendaraan yang melintas setiap harinya.

Pantauan awak media di lapangan pada Selasa (29/7/2025) sore menunjukkan aktivitas lalu lintas angkutan batubara di kawasan tersebut sangat padat. Kendaraan berat tampak bergantian melintasi flyover, karena salah satu lajur ditutup akibat mengalami kerusakan serius. Sebagai solusi sementara, pihak terkait memasang pelat besi tebal di lajur yang masih bisa dilewati.

Namun, kondisi ini tidak serta merta mengurangi kekhawatiran warga. Bagian bawah struktur flyover yang berada tepat di atas jalan lintas Sekayu tampak mengalami penurunan dan diduga sudah melemah. Tak hanya itu, debu pekat dari kendaraan batubara turut memperparah kenyamanan dan keamanan pengendara.

“Saya setiap lewat sini selalu waswas. Flyover itu sudah turun lebih dari satu tahun. Kami takut sewaktu-waktu bisa ambruk, apalagi saat ada mobil batubara melintas,” ujar salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.

Ia bahkan mengaku lebih memilih berhenti dan menunggu kendaraan batubara selesai melintas sebelum melanjutkan perjalanan. Menurutnya, langkah itu diambil demi keselamatan pribadi.

"Kalau ada truk batubara lewat, saya berhenti dulu. Setelah mereka lewat baru saya jalan. Terus terang, kondisi ini sangat membahayakan," katanya.

Warga berharap perusahaan pemilik flyover maupun pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Keselamatan pengguna jalan, kata mereka, harus menjadi prioritas utama.

Desakan juga datang dari Koordinator Jaringan Muda PALI, Yogi S. Memet. Ia meminta pemerintah, baik di tingkat Kabupaten PALI maupun Provinsi Sumatera Selatan, segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Pemda harus segera meninjau lokasi flyover yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Bahkan, bila perlu aktivitas angkutan batubara dihentikan sementara sampai ada perbaikan menyeluruh. Jangan tunggu sampai menelan korban jiwa,” tegas Yogi, alumni Universitas Sriwijaya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait kondisi flyover tersebut maupun rencana perbaikan yang akan dilakukan.[red/pwi]

BERITA LAINNYA

101932 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79046 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39382 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25909 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23544 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] — Kekhawatiran melanda para pengguna jalan lintas Sekayu, tepatnya di kawasan KM 63, Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasalnya, flyover yang diduga milik perusahaan angkutan batubara PT Servo Lintas Raya (Servo) dinilai sudah tidak lagi layak menahan beban berat kendaraan yang melintas setiap harinya.

Pantauan awak media di lapangan pada Selasa (29/7/2025) sore menunjukkan aktivitas lalu lintas angkutan batubara di kawasan tersebut sangat padat. Kendaraan berat tampak bergantian melintasi flyover, karena salah satu lajur ditutup akibat mengalami kerusakan serius. Sebagai solusi sementara, pihak terkait memasang pelat besi tebal di lajur yang masih bisa dilewati.

Namun, kondisi ini tidak serta merta mengurangi kekhawatiran warga. Bagian bawah struktur flyover yang berada tepat di atas jalan lintas Sekayu tampak mengalami penurunan dan diduga sudah melemah. Tak hanya itu, debu pekat dari kendaraan batubara turut memperparah kenyamanan dan keamanan pengendara.

“Saya setiap lewat sini selalu waswas. Flyover itu sudah turun lebih dari satu tahun. Kami takut sewaktu-waktu bisa ambruk, apalagi saat ada mobil batubara melintas,” ujar salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.

Ia bahkan mengaku lebih memilih berhenti dan menunggu kendaraan batubara selesai melintas sebelum melanjutkan perjalanan. Menurutnya, langkah itu diambil demi keselamatan pribadi.

"Kalau ada truk batubara lewat, saya berhenti dulu. Setelah mereka lewat baru saya jalan. Terus terang, kondisi ini sangat membahayakan," katanya.

Warga berharap perusahaan pemilik flyover maupun pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Keselamatan pengguna jalan, kata mereka, harus menjadi prioritas utama.

Desakan juga datang dari Koordinator Jaringan Muda PALI, Yogi S. Memet. Ia meminta pemerintah, baik di tingkat Kabupaten PALI maupun Provinsi Sumatera Selatan, segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Pemda harus segera meninjau lokasi flyover yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Bahkan, bila perlu aktivitas angkutan batubara dihentikan sementara sampai ada perbaikan menyeluruh. Jangan tunggu sampai menelan korban jiwa,” tegas Yogi, alumni Universitas Sriwijaya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait kondisi flyover tersebut maupun rencana perbaikan yang akan dilakukan.[red/pwi]

BERITA TERKAIT

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 134

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Kejari PALI Tetapkan Lima Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp900 Juta

21 Juli 2026 1002

PALI [kabarpali.com] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab [...]

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 230

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

close button