Terendam Air Panas, 90 Persen Tubuh Anak ini Melepuh

Oleh Redaksi KABARPALI | 25 Oktober 2017
Apip kini hanya bisa terbaring di RS, akibat luka bakar yang dideritanya.


Tanah Abang [kabarpali.com]  - Kaum ibu tumah tangga yang memiliki anak kecil, memang patut waspada dan selalu hati-hati dalam menjaga buah hati. Jangan sampai kejadian yang menimpa Apip bin Ismanto, warga Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang, dialami juga oleh anak mereka. 
 
Ya, akibat lalai dan diluar dugaan, Ismanto terpaksa harus melarikan anaknya yang baru berusia 3,5 tahun itu ke Rumah Sakit Umum Prabumulih. Pasalnya, 90% tubuh Apip melepuh akibat terendam air panas. 
 
Menurut Kepala Desa (Kades) Raja Barat; Sumindar, kronologis kejadiaan naas itu bermula saat Apip bangun dari tidurnya, Jum'at (13/10/2017), anak itu pun langsung mendekati ibunya yang sedang berada di dapur, untuk minta dibuatkan susu. 
 
"Kebetulan saat itu, ibu korban baru selesai memasak air untuk minum. Nah, air yang masih mendidih itu ditampung ibunya di suatu tempat, namun belum ditutup untuk mendinginkan," ujar Kades pada kabarpali.com (25/10/2017).
 
Sembari menunggu ibunya membuatkan susu, lanjut Kades, korban yang baru bangun tidur itu berjalan mundur-mundur, lalu terjatuh ke belakang dan masuk dalam penampungan air panas tersebut.
 
"Akibatnya, tubuh korban nyaris melepuh semua. Saya lihat cuma dari lutut ke kaki dan dari leher ke kepala yang tidak mengalami luka bakar total. Beberapa saat usai kejadian, saat dilepas pakaian korban, bahkan kulitnya sudah nempel ke pakaiannya," tutur kades melalui telepon.
 
Saat ini, tambah Kades, korban masih dirawat di RSUD Prabumulih. Sebagai bentuk kepedulian, warga desanya melalui PKK dan Karang Taruna turut membantu secara ala kadar, berupa dana pengobatan yang dikumpulkan dari masyarakat. 
 
"Orangtua korban tergolong warga yang kurang mampu. Pekerjaannya hanya sebagai upahan menyadap karet milik orang. Sehingga wajar jika semestinya Pihak Pemkab atau ada dermawan yang berkenan mengulurkan bantuan," pungkas Kades berharap.[red] 

BERITA LAINNYA

101908 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78982 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39345 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25845 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23512 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
Tanah Abang [kabarpali.com]  - Kaum ibu tumah tangga yang memiliki anak kecil, memang patut waspada dan selalu hati-hati dalam menjaga buah hati. Jangan sampai kejadian yang menimpa Apip bin Ismanto, warga Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang, dialami juga oleh anak mereka. 
 
Ya, akibat lalai dan diluar dugaan, Ismanto terpaksa harus melarikan anaknya yang baru berusia 3,5 tahun itu ke Rumah Sakit Umum Prabumulih. Pasalnya, 90% tubuh Apip melepuh akibat terendam air panas. 
 
Menurut Kepala Desa (Kades) Raja Barat; Sumindar, kronologis kejadiaan naas itu bermula saat Apip bangun dari tidurnya, Jum'at (13/10/2017), anak itu pun langsung mendekati ibunya yang sedang berada di dapur, untuk minta dibuatkan susu. 
 
"Kebetulan saat itu, ibu korban baru selesai memasak air untuk minum. Nah, air yang masih mendidih itu ditampung ibunya di suatu tempat, namun belum ditutup untuk mendinginkan," ujar Kades pada kabarpali.com (25/10/2017).
 
Sembari menunggu ibunya membuatkan susu, lanjut Kades, korban yang baru bangun tidur itu berjalan mundur-mundur, lalu terjatuh ke belakang dan masuk dalam penampungan air panas tersebut.
 
"Akibatnya, tubuh korban nyaris melepuh semua. Saya lihat cuma dari lutut ke kaki dan dari leher ke kepala yang tidak mengalami luka bakar total. Beberapa saat usai kejadian, saat dilepas pakaian korban, bahkan kulitnya sudah nempel ke pakaiannya," tutur kades melalui telepon.
 
Saat ini, tambah Kades, korban masih dirawat di RSUD Prabumulih. Sebagai bentuk kepedulian, warga desanya melalui PKK dan Karang Taruna turut membantu secara ala kadar, berupa dana pengobatan yang dikumpulkan dari masyarakat. 
 
"Orangtua korban tergolong warga yang kurang mampu. Pekerjaannya hanya sebagai upahan menyadap karet milik orang. Sehingga wajar jika semestinya Pihak Pemkab atau ada dermawan yang berkenan mengulurkan bantuan," pungkas Kades berharap.[red] 

BERITA TERKAIT

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf kepada Insan Pers

19 Juli 2026 92

JAKARTA [kabarpali.com] – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat [...]

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

16 Juli 2026 74

Musi Banyuasin [kabarpali.com] -  Medco E&P Grissik Ltd. (Medco [...]

close button