Pemangkasan Transfer Pusat Ancam Geliat Ekonomi Rakyat, Wabup PALI Tetap Optimis Pembangunan Tak Terhambat
PALI [kabarpali.com] – Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas sebagian alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2025 menimbulkan kekhawatiran di banyak wilayah. Pengurangan anggaran ini dinilai dapat memperlambat laju ekonomi rakyat dan memengaruhi pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di tingkat daerah.
Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji,S.H., menegaskan bahwa Pemkab PALI tetap optimis pembangunan tidak akan terhambat, meski adanya pemangkasan dana dari pusat.
“Kita tetap fokus pada program prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Walau ada pengurangan, pembangunan tidak akan berhenti. Kita akan memaksimalkan potensi sumber daya daerah,” ujar Wabup Iwan Tuaji, dikutip dari Investigasi Nusantara, Jumat (11/10/2025).
Pemangkasan TKD secara nasional membawa konsekuensi terhadap geliat ekonomi di tingkat bawah. Selama ini, dana transfer pusat menjadi penggerak utama perputaran uang di daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Beberapa dampak yang dikhawatirkan antara lain:
- Perputaran uang di daerah melambat.
Dengan berkurangnya belanja pemerintah, daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal ikut melemah, terutama di sektor jasa, konstruksi, dan UMKM. - Proyek rakyat tertunda.
Pembangunan jalan desa, irigasi, dan fasilitas umum berpotensi mengalami keterlambatan karena keterbatasan anggaran fisik dari pusat. - Lapangan kerja menurun.
Banyak warga menggantungkan hidup pada proyek pemerintah. Jika proyek berkurang, otomatis pekerjaan musiman ikut hilang. - Ketimpangan antar-daerah meningkat.
Daerah dengan PAD besar masih bisa bertahan, sementara daerah dengan pendapatan terbatas terancam kesulitan menjaga stabilitas ekonomi masyarakatnya.
Meski demikian, Wabup Iwan Tuaji menegaskan bahwa Pemkab PALI telah menyiapkan langkah strategis agar pembangunan tidak terhambat. Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Bumi Serepat Serasan.
“Kami terus berupaya menggali potensi PAD agar ketergantungan pada pusat semakin berkurang. Kunci keberhasilan pembangunan adalah kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah juga memastikan bahwa anggaran yang tersedia tetap diarahkan untuk kebutuhan prioritas masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Langkah efisiensi dan penataan ulang belanja daerah dilakukan agar setiap rupiah anggaran memberi manfaat langsung bagi rakyat.
Pengamat ekonomi lokal menilai, optimisme pemerintah daerah harus diiringi dengan kebijakan fiskal yang adaptif dan transparan. PALI diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengelola keterbatasan anggaran dengan kreativitas dan tanggung jawab.
Kunci utamanya adalah:
- Efisiensi dan transparansi anggaran.
- Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan.
- Diversifikasi sumber ekonomi daerah di luar sektor migas dan pertambangan.
Meski pemangkasan transfer pusat membawa tantangan besar, semangat optimisme yang ditunjukkan Wabup PALI mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk tetap menjaga denyut pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Bagi kami, pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan dana. Justru di situlah pentingnya kerja keras, inovasi, dan kebersamaan,” pungkas Wabup Iwan Tuaji.[red]










