PALI Sudah Berusia 6 Tahun, Namun Aset PDAM Masih Belum dikuasai

Ilustrasi/net
30 Juni 2019 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , KESEHATAN & KELUARGA, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Aset PDAM Lematang Enim yang berada di Kabupaten PALI dan dikuasai Kabupaten Muara Enim, hingga kini masih belum diserah terimakan pada kabupaten PALI. Padahal, kabupaten ini telah menginjak usia enam tahun, semenjak resmi dimekarkan dari kabupaten induk Muara Enim tahun 2013 lalu.
 
Sebagaimana diketahui, PDAM Lematang Enim Teluk Lubuk - Pendopo, yang merupakan cabang perusahaan daerah milik Pemkab Muara Enim masih belum kunjung dikuasai PALI, meskipun Pemkab PALI telah membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) sendiri yang bergerak di sektor pengadaan air bersih yang bernama PT Tirta PALI Anugerah.
 
Bahkan, belum lama ini adanya kabar bakal serah terima asset antara Pemkab Muara Enim dan Pemkab PALI terkait asset PDAM cabang pendopo, dikabarkan tertunda tanpa alasan yang jelas.
 
Dihubungi via telpon belum lama ini, Drs. Sigit Kristiawan, MSi Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah mengatakan bahwa serah terima aset bukanlah kewenangan pihaknya.
"Hal itu sudah menjadi ranah antar Pemkab PALI dan Muara Enim, dimana sebagai koordinatornya Sekretaris Daerah kedua kabupaten," ucap Sigit.
 
Sebelumnya, kepada sejumlah awak media, Sekda PALI Syharon Nazil mengungkapkan bahwa alasan belum tertundanya penyerahan asset disebabkan karena ada persoalan di internal mereka.
 
"Tertundanya hal itu disebabkan karena ada persoalan internal mereka. Tetapi mereka memastikan akan segera diserahkan. Karena ini merupakan amanat Undang-Undang," tegas Sekda.
 
Sementara itu, persoalan penyediaan air bersih dengan saluran ke rumah-rumah masih kerap dikeluhkan warga PALI. Sebab, selain tarifnya yang dituding termahal di dunia. Volume air yang terbatas kerap membuat mereka kalang kabut, karena tak bisa memenuhi kebutuhan akan air sehari-hari. 
 
Jika aset PDAM segera dikelolah PALI, masyarakat berharap berbagai keluhan tersebut dapat segera diatasi.[red]

BERITA LAINNYA

12144 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12035 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9531 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

8785 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8211 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019
PALI [kabarpali.com] - Aset PDAM Lematang Enim yang berada di Kabupaten PALI dan dikuasai Kabupaten Muara Enim, hingga kini masih belum diserah terimakan pada kabupaten PALI. Padahal, kabupaten ini telah menginjak usia enam tahun, semenjak resmi dimekarkan dari kabupaten induk Muara Enim tahun 2013 lalu.
 
Sebagaimana diketahui, PDAM Lematang Enim Teluk Lubuk - Pendopo, yang merupakan cabang perusahaan daerah milik Pemkab Muara Enim masih belum kunjung dikuasai PALI, meskipun Pemkab PALI telah membentuk Perusahaan Daerah (Perusda) sendiri yang bergerak di sektor pengadaan air bersih yang bernama PT Tirta PALI Anugerah.
 
Bahkan, belum lama ini adanya kabar bakal serah terima asset antara Pemkab Muara Enim dan Pemkab PALI terkait asset PDAM cabang pendopo, dikabarkan tertunda tanpa alasan yang jelas.
 
Dihubungi via telpon belum lama ini, Drs. Sigit Kristiawan, MSi Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah mengatakan bahwa serah terima aset bukanlah kewenangan pihaknya.
"Hal itu sudah menjadi ranah antar Pemkab PALI dan Muara Enim, dimana sebagai koordinatornya Sekretaris Daerah kedua kabupaten," ucap Sigit.
 
Sebelumnya, kepada sejumlah awak media, Sekda PALI Syharon Nazil mengungkapkan bahwa alasan belum tertundanya penyerahan asset disebabkan karena ada persoalan di internal mereka.
 
"Tertundanya hal itu disebabkan karena ada persoalan internal mereka. Tetapi mereka memastikan akan segera diserahkan. Karena ini merupakan amanat Undang-Undang," tegas Sekda.
 
Sementara itu, persoalan penyediaan air bersih dengan saluran ke rumah-rumah masih kerap dikeluhkan warga PALI. Sebab, selain tarifnya yang dituding termahal di dunia. Volume air yang terbatas kerap membuat mereka kalang kabut, karena tak bisa memenuhi kebutuhan akan air sehari-hari. 
 
Jika aset PDAM segera dikelolah PALI, masyarakat berharap berbagai keluhan tersebut dapat segera diatasi.[red]

BERITA TERKAIT

Mau Calon Independen di Pilkada PALI? Segera Kumpulkan Dukungan!

09 Oktober 2019 881

PALI [kabarpali.com] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab [...]

3 juta Lebih Pekerja Non PNS Belum Mendapat Hak Normatif Mereka. Di PALI Juga?

09 Oktober 2019 494

ANGGOTA Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Subianto SH, menyebut lebih dari 3 [...]

Seru!! 17 Kontestan Berebut Kursi BPD Gunung Raja

08 Oktober 2019 1047

Penukal [kabarpali.com] - Minggu (6/10/2019), masyarakat Desa Gunung Raja [...]