PALI Alami 4 Titik Karhutla, BPBD Himbau Warga Stop Bakar Lahan

Oleh Redaksi KABARPALI | 16 Agustus 2025


PALI [kabarpali.com] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel pada Jumat (8/8/2025), tercatat 11 titik karhutla terjadi di empat kabupaten, yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Dari jumlah tersebut, PALI menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni empat titik.

Rinciannya, kebakaran di PALI terjadi di Kecamatan Talang Ubi sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Abab dan Tanah Abang. Sementara itu, Banyuasin dan Muara Enim masing-masing mencatat tiga kejadian, sedangkan OKU Timur satu kejadian. Total luas lahan yang terbakar di empat daerah tersebut diperkirakan lebih dari 10 hektare.

Upaya pemadaman dilakukan melalui gabungan satgas darat dan udara. Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api di wilayah PALI dan Banyuasin, sedangkan di Muara Enim dan OKU Timur sebagian besar titik api berhasil dikendalikan oleh satgas darat.

Kepala BPBD PALI, Ahmad Hidayat, ST, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau ini. Menurutnya, kondisi angin kencang yang sering terjadi di bulan Agustus membuat api mudah membesar dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau warga PALI untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. Empat titik kebakaran kemarin sudah berhasil ditangani, namun ancaman karhutla masih tinggi selama kemarau berlangsung,” tegas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BPBD PALI bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus bersiaga menghadapi potensi karhutla. Patroli rutin baik di darat maupun udara juga ditingkatkan guna mencegah kebakaran meluas.

“Harapan kami, tahun ini bisa kita lalui tanpa ada kebakaran besar. Pencegahan akan berhasil jika semua pihak terlibat aktif menjaga lingkungan,” pungkasnya.[rls/red]

BERITA LAINNYA

101925 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79024 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39371 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25887 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23532 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel pada Jumat (8/8/2025), tercatat 11 titik karhutla terjadi di empat kabupaten, yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Dari jumlah tersebut, PALI menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni empat titik.

Rinciannya, kebakaran di PALI terjadi di Kecamatan Talang Ubi sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Abab dan Tanah Abang. Sementara itu, Banyuasin dan Muara Enim masing-masing mencatat tiga kejadian, sedangkan OKU Timur satu kejadian. Total luas lahan yang terbakar di empat daerah tersebut diperkirakan lebih dari 10 hektare.

Upaya pemadaman dilakukan melalui gabungan satgas darat dan udara. Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api di wilayah PALI dan Banyuasin, sedangkan di Muara Enim dan OKU Timur sebagian besar titik api berhasil dikendalikan oleh satgas darat.

Kepala BPBD PALI, Ahmad Hidayat, ST, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau ini. Menurutnya, kondisi angin kencang yang sering terjadi di bulan Agustus membuat api mudah membesar dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau warga PALI untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. Empat titik kebakaran kemarin sudah berhasil ditangani, namun ancaman karhutla masih tinggi selama kemarau berlangsung,” tegas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BPBD PALI bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus bersiaga menghadapi potensi karhutla. Patroli rutin baik di darat maupun udara juga ditingkatkan guna mencegah kebakaran meluas.

“Harapan kami, tahun ini bisa kita lalui tanpa ada kebakaran besar. Pencegahan akan berhasil jika semua pihak terlibat aktif menjaga lingkungan,” pungkasnya.[rls/red]

BERITA TERKAIT

Satu Rumah di Talang Akar PALI Hangus Terbakar, Diduga Akibat Obat Nyamuk

15 Maret 2026 457

PALI [kabarpali.com] – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun 8 [...]

BPBD PALI Ikuti Diklat Pemanfaatan Drone dan RTK untuk Pemetaan Kebencanaan di Bandung

04 Desember 2025 557

Bandung, [KABAR PALI] — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) [...]

BPBD PALI Bentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Mangku Negara Timur

04 Desember 2025 586

  PALI, [Kabar Pali] — Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat [...]

close button