Keren! Bupati PALI Resmi Dikukuhkan sebagai Pengurus Apkasi 2025–2030
Jakarta [kabarpali.com] – Beberapa kepala daerah di Sumatera Selatan, resmi dikukuhkan sebagai pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) masa bakti 2025–2030. Pengukuhan berlangsung khidmat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (17/7/2025), dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi ditetapkan sebagai Ketua Umum, dan salah satu yang menjadi sorotan adalah terpilihnya Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Asgianto, yang dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Bendahara UmumApkasi.
Kehadiran Bupati Asgianto dalam struktur kepengurusan Apkasi menunjukkan pengakuan terhadap peran aktif dan kontribusi Kabupaten PALI dalam mendorong pembangunan daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat. Penunjukan ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan di panggung pemerintahan daerah tingkat nasional.
Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan Apkasi periode ini akan bekerja secara kolektif dan bertanggung jawab, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan seluruh anggota kabupaten di Indonesia.
“Kita akan fokus membangun komunikasi yang solid antar pemerintah kabupaten, melakukan advokasi kebijakan, dan memperkuat hubungan dengan pemerintah pusat. Karena tak bisa dipungkiri, dinamika hubungan pusat dan daerah kadang harmonis, namun tak jarang juga muncul ketegangan, terutama saat menyikapi kebijakan dan praktik bernegara,” ujar Bursah dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Apkasi.
Selain Bupati PALI, beberapa kepala daerah lainnya juga menduduki posisi penting dalam struktur Apkasi, di antaranya Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, yang menjabat sebagai Ketua Bidang.
Kepengurusan Apkasi yang baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak aspirasi daerah, memperkuat kolaborasi lintas kabupaten, serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara daerah dan pusat.[red]










