Kabar Gembira, Pelantikan CPNS dan PPPK di Kabupaten PALI Segera Terealisasi
PALI [kabarpali.com] - Ribuan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya bisa bernapas lega. Proses panjang yang mereka tempuh kini mulai menunjukkan hasil, dengan penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang hampir rampung menjadi sinyal positif menuju pelantikan resmi.
Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PALI, Haryono, menyampaikan bahwa mayoritas tahapan administrasi telah selesai. Saat ini, proses tengah difokuskan pada penerbitan NIP bagi CPNS dan PPPK. “Sebanyak 96 persen NIP sudah terbit. Kami optimistis seluruhnya akan selesai minggu depan,” ujar Haryono saat diwawancarai pada Rabu (30/4/2025).
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pelantikan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Kami pastikan proses pelantikan akan digelar tepat waktu, sesuai arahan pemerintah pusat,” imbuhnya.
Sebanyak 418 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 1.185 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tercatat menanti pelantikan. Sebagian besar dari mereka telah melewati berbagai tahapan seleksi dan menjalani masa pengabdian sejak tahun sebelumnya, namun hingga kini belum diresmikan secara administratif sebagai ASN aktif.
Rasa harap sekaligus cemas pun dirasakan para calon ASN. Seorang calon PPPK tenaga pendidikan mengungkapkan keinginannya agar pelantikan segera dilaksanakan. “Kami sudah menyelesaikan semua proses, tinggal pelantikan. Harapan kami, ini bisa segera dilakukan agar bisa bekerja dengan status yang jelas,” ujarnya.
Senada dengan itu, seorang calon PPPK dari formasi tenaga teknis juga menyuarakan harapannya. “Banyak dari kami yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan atas pengabdian kami. Semoga tidak ada lagi penundaan,” katanya penuh harap.
Kini, seluruh mata para calon ASN di Kabupaten PALI tertuju pada kepastian pelantikan. Bagi mereka, ini bukan hanya tentang legalitas jabatan, tetapi juga tentang masa depan, pengakuan atas dedikasi, dan jaminan kesejahteraan bagi keluarga.[red]










