Di PALI Sebentar Lagi dilarang Merokok Sembarangan Tempat

Plt Kadinkes PALI, Lydwirawan.
04 Agustus 2019 Comments | Headline, KESEHATAN & KELUARGA, PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Dinas Kesehatan Kabupaten PALI menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan demikian, jika nanti disetujui, para pecandu tembakau pun tak diizinkan lagi untuk merokok sembarangan di Bumi Serepat Serasan.
 
Hal itu dikatakan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI Lydwirawan. Menurutnya, latar belakang pelarangan itu karena berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2018, tercatat 437 warga PALI menderita TB Paru. Dan mayoritas terjadi pada perokok aktif. "Dengan tingginya penderita TB Paru tersebut, perda KTR akan sangat dibutuhkan," ungkapnya, belum lama ini.
 
Selain itu, Ia juga menerangkan bahwa segera diterbitkannya Perda KTR bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dana Bagi Hasil (DBH) perusahaan rokok sebesar Rp 4 Milyar. "Dana tersebut nantinya 37,5 % dibantu ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sisanya baru masuk ke PAD PALI," imbuhnya.
 
Pria yang kerap disapa Iwan itu juga mengaku bahwa saat ini, Ranperda sudah siap mulai dari naskah akademik hingga sudah diserahkan ke bagian hukum Setda PALI, tinggal lagi dibahas di DPRD PALI, kemudian studi banding hingga disahkan menjadi Perda.
 
"Ranperda ini juga baru memuat pelarangan, sementara untuk denda belum dibuat aturannya. Pelarangan dalam hal ini yaitu di tempat pelayanan umum, seperti rumah makan, hotel, Rumah Sakit, kantor pemerintahan dan lainnya. Sehingga, di tempat-tempat tersebut harus dibuat tempat khusus untuk merokok atau smoking area," jelasnya.
 
Ia juga mengingatkan kepada warga PALI bahwa merokok sangat tidak baik untuk kesehatan, baik itu bagi yang merokok atau bagi orang yang disekitarnya. "Mereka menjadi perokok pasif, bisa juga terkena sakit paru-paru, jantung. Untuk itu diharapkan setelah Ranperda ini disahkan, warga akan mulai ditertibkan untuk merokok tidak sembarang tempat. Dan yang pastinya, agar warga PALI tetap sehat," katanya seraya mengatakan agar Ranperda ini segera diserahkan.[red]

BERITA LAINNYA

12718 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12642 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9963 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

9827 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8782 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019
PALI [kabarpali.com] - Dinas Kesehatan Kabupaten PALI menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan demikian, jika nanti disetujui, para pecandu tembakau pun tak diizinkan lagi untuk merokok sembarangan di Bumi Serepat Serasan.
 
Hal itu dikatakan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI Lydwirawan. Menurutnya, latar belakang pelarangan itu karena berdasarkan data yang dihimpun pada tahun 2018, tercatat 437 warga PALI menderita TB Paru. Dan mayoritas terjadi pada perokok aktif. "Dengan tingginya penderita TB Paru tersebut, perda KTR akan sangat dibutuhkan," ungkapnya, belum lama ini.
 
Selain itu, Ia juga menerangkan bahwa segera diterbitkannya Perda KTR bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dana Bagi Hasil (DBH) perusahaan rokok sebesar Rp 4 Milyar. "Dana tersebut nantinya 37,5 % dibantu ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sisanya baru masuk ke PAD PALI," imbuhnya.
 
Pria yang kerap disapa Iwan itu juga mengaku bahwa saat ini, Ranperda sudah siap mulai dari naskah akademik hingga sudah diserahkan ke bagian hukum Setda PALI, tinggal lagi dibahas di DPRD PALI, kemudian studi banding hingga disahkan menjadi Perda.
 
"Ranperda ini juga baru memuat pelarangan, sementara untuk denda belum dibuat aturannya. Pelarangan dalam hal ini yaitu di tempat pelayanan umum, seperti rumah makan, hotel, Rumah Sakit, kantor pemerintahan dan lainnya. Sehingga, di tempat-tempat tersebut harus dibuat tempat khusus untuk merokok atau smoking area," jelasnya.
 
Ia juga mengingatkan kepada warga PALI bahwa merokok sangat tidak baik untuk kesehatan, baik itu bagi yang merokok atau bagi orang yang disekitarnya. "Mereka menjadi perokok pasif, bisa juga terkena sakit paru-paru, jantung. Untuk itu diharapkan setelah Ranperda ini disahkan, warga akan mulai ditertibkan untuk merokok tidak sembarang tempat. Dan yang pastinya, agar warga PALI tetap sehat," katanya seraya mengatakan agar Ranperda ini segera diserahkan.[red]

BERITA TERKAIT

Warga di PALI Keluhkan Auto Debit Iuran BPJS Kesehatan Tak Wajar

03 Desember 2019 684

PALI [kabarpali.com] - Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial [...]

Tak Dibahas Dewan, PMP Hibah Air Bersih PDAM PALI Terancam Gagal

17 September 2019 831

PALI [kabarpali.com] – Sedikitnya 8.400 Masyarakat Berpenghasilan Rendah [...]

Atasi Potensi Wabah, Ini yang Akan dilakukan Dinkes PALI..

10 September 2019 709

PALI [kabarpali.com] - Masih tingginya angka penderita diare pada [...]