Bayar Rp340 Juta Perbulan, Lampu Jalan Banyak yang Padam

Oleh Redaksi KABARPALI | 18 Mei 2017
ilustrasi/net


PALI [kabarpali.com] – Lampu jalan, yang berbaris di sepanjang jalan raya Kabupaten dan Propinsi di Kabupaten PALI kini banyak yang tak menyala lagi. Ironisnya, tagihan yang dibayar mencapai Rp340 juta per bulan. Indikasi kerugian negara pun berpotensi terjadi.

Sejumlah ratusan buah bola lampu itu tak lagi memancarkan sinarnya. Beberapa di antaranya pun hanya kedap kedip saja. Terpantau di antara Talang Bulang hingga Tais, Benuang hingga Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, dan di beberapa titik lainnya di Kabupaten PALI.

Kondisi lampu jalan yang rusak tersebut seakan dibiarkan semenjak beberapa tahun lalu. Sementara tagihan yang harus di bayar pemerintah pada pihak PLN bernilai ratusan juta per bulannya secara tetap, dengan perhitungan setiap lampu jalan sejumlah lebih dari 2000 itu menyala selama 12 jam perhari (malam saja).

“Saya memperhatikan lampu jalan ini sudah lama rusak. Bahkan terus bertambah. Ada yang masih bisa kedap kedip saja, tapi ratusan lainnya mati total,” ujar Rando, warga Kecamatan Penukal pada koran ini.

Jika terus dibiarkan, tambahnya, maka negara (masyarakat,red) akan mengalami rugi, sebab infonya tagihan di PLN bernilai tetap. Lebih penting dari itu, masyarakat tak dapat menikmati fungsi penerangan jalan tersebut. Terutama pada saat bepergian pada malam hari.

“Daerah kita ini kan rawan kriminalitas, terutama begal. Kalau lampu jalan berfungsi sebagaimana mestinya, paling tidak sedikit menekan kekhawatiran warga saat berpergian di malam hari,” tukasnya.

Sebelumnya, proyek pengadaan lampu jalan tersebut pernah menuai masalah. Beberapa pihak menuding pemenang kontraktor memasang lampu jalan bekas (second) dengan jumlah 1000 buah seharga Rp10 juta perbuah (bernilai Rp1 miliar) pada APBD PALI 2014.

Namun hingga kini kasus itu tak pernah lagi muncul ke permukaan. Warga nampak senang sepanjang jalan yang tadinya gelap gulita kini mulai benderang. Titik rawan tindak kriminal yang sebelumnya terkesan seram, berangsur sanggup dilintasi.

“Kita berharap pemerintah segera memperbaiki lampu jalan yang rusak-rusak tersebut secepatnya. Terutama di sepanjang  jalan yang dilintasi armada batubara. Sebab jalan itu rusak dan berlobang-lobang. Kita khawatir melintas di malam hari jadi rawan kecelakaan,” harap Boy, warga Tanah Abang.[red]

BERITA LAINNYA

101689 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78618 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39082 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25370 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23255 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Lampu jalan, yang berbaris di sepanjang jalan raya Kabupaten dan Propinsi di Kabupaten PALI kini banyak yang tak menyala lagi. Ironisnya, tagihan yang dibayar mencapai Rp340 juta per bulan. Indikasi kerugian negara pun berpotensi terjadi.

Sejumlah ratusan buah bola lampu itu tak lagi memancarkan sinarnya. Beberapa di antaranya pun hanya kedap kedip saja. Terpantau di antara Talang Bulang hingga Tais, Benuang hingga Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, dan di beberapa titik lainnya di Kabupaten PALI.

Kondisi lampu jalan yang rusak tersebut seakan dibiarkan semenjak beberapa tahun lalu. Sementara tagihan yang harus di bayar pemerintah pada pihak PLN bernilai ratusan juta per bulannya secara tetap, dengan perhitungan setiap lampu jalan sejumlah lebih dari 2000 itu menyala selama 12 jam perhari (malam saja).

“Saya memperhatikan lampu jalan ini sudah lama rusak. Bahkan terus bertambah. Ada yang masih bisa kedap kedip saja, tapi ratusan lainnya mati total,” ujar Rando, warga Kecamatan Penukal pada koran ini.

Jika terus dibiarkan, tambahnya, maka negara (masyarakat,red) akan mengalami rugi, sebab infonya tagihan di PLN bernilai tetap. Lebih penting dari itu, masyarakat tak dapat menikmati fungsi penerangan jalan tersebut. Terutama pada saat bepergian pada malam hari.

“Daerah kita ini kan rawan kriminalitas, terutama begal. Kalau lampu jalan berfungsi sebagaimana mestinya, paling tidak sedikit menekan kekhawatiran warga saat berpergian di malam hari,” tukasnya.

Sebelumnya, proyek pengadaan lampu jalan tersebut pernah menuai masalah. Beberapa pihak menuding pemenang kontraktor memasang lampu jalan bekas (second) dengan jumlah 1000 buah seharga Rp10 juta perbuah (bernilai Rp1 miliar) pada APBD PALI 2014.

Namun hingga kini kasus itu tak pernah lagi muncul ke permukaan. Warga nampak senang sepanjang jalan yang tadinya gelap gulita kini mulai benderang. Titik rawan tindak kriminal yang sebelumnya terkesan seram, berangsur sanggup dilintasi.

“Kita berharap pemerintah segera memperbaiki lampu jalan yang rusak-rusak tersebut secepatnya. Terutama di sepanjang  jalan yang dilintasi armada batubara. Sebab jalan itu rusak dan berlobang-lobang. Kita khawatir melintas di malam hari jadi rawan kecelakaan,” harap Boy, warga Tanah Abang.[red]

BERITA TERKAIT

HUT ke-13 Kabupaten PALI, Mendorong Akselerasi Pembangunan

18 April 2026 222

Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang [...]

Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran Koperasi Mitra GBS ke Dinas Koperasi PALI

15 April 2026 345

PALI [kabarpali.com]  – Seorang warga Desa Tanjung Kurung, Amrullah, [...]

Rezeki Nomplok! Nasabah Bank Sumsel Babel Pendopo Menangkan Toyota Rush

14 April 2026 783

PALI kabarpali.com]– Bank Sumsel Babel Cabang Pendopo, Kabupaten PALI, [...]

close button