Atlet Basket PALI Keluhkan Fasilitas dan Uang Saku Selama Porprov, Pulang dalam Kondisi Lapar
PALI [kabarpali.com] – Sejumlah atlet cabang olahraga (cabor) bola basket asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan kondisi yang mereka alami selama mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Unggahan keluhan tersebut viral di media sosial, menyoroti minimnya perhatian terhadap para atlet muda yang berjuang membawa nama daerah.
Dalam unggahan akun bernama Fera Rieza di medsos Facebook Minggu (19/10/2025), ia menyebutkan para atlet basket PALI tidak mendapat makan siang sebelum pulang ke daerah asal mereka.
Mereka berangkat dari Sekayu sekitar pukul 12.00 WIB dan tiba di PALI sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi lapar dan kelelahan.
“Anak-anak sudah berjuang tapi tidak dihargai sama sekali. Pulang dalam keadaan lapar, fasilitas tidur pun sangat tidak memadai,” tulis salah satu akun yang mengunggah keluhan tersebut.
Selama beberapa hari di Sekayu, para atlet disebut tidur beralaskan tikar di lantai, bahkan ada yang tidur di depan pintu kamar mandi karena tempat penginapan terbatas.
Selain itu, uang saku yang sebelumnya dijanjikan Rp200 ribu per hari dikabarkan hanya diterima Rp100 ribu dan baru diserahkan menjelang kepulangan.
Para atlet juga mengaku harus menggunakan ojek untuk menuju lokasi pertandingan, karena transportasi yang disediakan tidak mencukupi.
Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat yang menilai perhatian pemerintah daerah dan KONI PALI terhadap atlet masih minim, jauh dari semangat dukungan yang sebelumnya digaungkan oleh Bupati PALI dalam pelepasan kontingen.
Warga berharap, kejadian serupa tidak terulang pada cabor lain, dan pemerintah bersama KONI PALI dapat lebih memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan para atlet yang berjuang mengharumkan nama daerah.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten PALI, Firman Irfama, menjelaskan bahwa dana operasional untuk kegiatan Porprov sudah diserahkan sesuai mekanisme masing-masing ke cabor yang bersangkutan.
“Semuanya sudah kami serahkan ke cabor masing-masing, termasuk basket. Pengelolaan dana operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus cabor,” jelasnya.[red]










