Atlet Basket PALI Keluhkan Fasilitas dan Uang Saku Selama Porprov, Pulang dalam Kondisi Lapar

Oleh Redaksi KABARPALI | 20 Oktober 2025


PALI [kabarpali.com] – Sejumlah atlet cabang olahraga (cabor) bola basket asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan kondisi yang mereka alami selama mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Unggahan keluhan tersebut viral di media sosial, menyoroti minimnya perhatian terhadap para atlet muda yang berjuang membawa nama daerah.

Dalam unggahan akun bernama Fera Rieza di medsos Facebook Minggu (19/10/2025), ia menyebutkan para atlet basket PALI tidak mendapat makan siang sebelum pulang ke daerah asal mereka.

Mereka berangkat dari Sekayu sekitar pukul 12.00 WIB dan tiba di PALI sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi lapar dan kelelahan.

“Anak-anak sudah berjuang tapi tidak dihargai sama sekali. Pulang dalam keadaan lapar, fasilitas tidur pun sangat tidak memadai,” tulis salah satu akun yang mengunggah keluhan tersebut.

Selama beberapa hari di Sekayu, para atlet disebut tidur beralaskan tikar di lantai, bahkan ada yang tidur di depan pintu kamar mandi karena tempat penginapan terbatas.

Selain itu, uang saku yang sebelumnya dijanjikan Rp200 ribu per hari dikabarkan hanya diterima Rp100 ribu dan baru diserahkan menjelang kepulangan.

Para atlet juga mengaku harus menggunakan ojek untuk menuju lokasi pertandingan, karena transportasi yang disediakan tidak mencukupi.

Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat yang menilai perhatian pemerintah daerah dan KONI PALI terhadap atlet masih minim, jauh dari semangat dukungan yang sebelumnya digaungkan oleh Bupati PALI dalam pelepasan kontingen.

Warga berharap, kejadian serupa tidak terulang pada cabor lain, dan pemerintah bersama KONI PALI dapat lebih memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan para atlet yang berjuang mengharumkan nama daerah.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten PALI, Firman Irfama, menjelaskan bahwa dana operasional untuk kegiatan Porprov sudah diserahkan sesuai mekanisme masing-masing ke cabor yang bersangkutan.

“Semuanya sudah kami serahkan ke cabor masing-masing, termasuk basket. Pengelolaan dana operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus cabor,” jelasnya.[red]

BERITA LAINNYA

101746 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78722 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39148 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25448 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23316 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Sejumlah atlet cabang olahraga (cabor) bola basket asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan kondisi yang mereka alami selama mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Unggahan keluhan tersebut viral di media sosial, menyoroti minimnya perhatian terhadap para atlet muda yang berjuang membawa nama daerah.

Dalam unggahan akun bernama Fera Rieza di medsos Facebook Minggu (19/10/2025), ia menyebutkan para atlet basket PALI tidak mendapat makan siang sebelum pulang ke daerah asal mereka.

Mereka berangkat dari Sekayu sekitar pukul 12.00 WIB dan tiba di PALI sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi lapar dan kelelahan.

“Anak-anak sudah berjuang tapi tidak dihargai sama sekali. Pulang dalam keadaan lapar, fasilitas tidur pun sangat tidak memadai,” tulis salah satu akun yang mengunggah keluhan tersebut.

Selama beberapa hari di Sekayu, para atlet disebut tidur beralaskan tikar di lantai, bahkan ada yang tidur di depan pintu kamar mandi karena tempat penginapan terbatas.

Selain itu, uang saku yang sebelumnya dijanjikan Rp200 ribu per hari dikabarkan hanya diterima Rp100 ribu dan baru diserahkan menjelang kepulangan.

Para atlet juga mengaku harus menggunakan ojek untuk menuju lokasi pertandingan, karena transportasi yang disediakan tidak mencukupi.

Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat yang menilai perhatian pemerintah daerah dan KONI PALI terhadap atlet masih minim, jauh dari semangat dukungan yang sebelumnya digaungkan oleh Bupati PALI dalam pelepasan kontingen.

Warga berharap, kejadian serupa tidak terulang pada cabor lain, dan pemerintah bersama KONI PALI dapat lebih memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan para atlet yang berjuang mengharumkan nama daerah.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten PALI, Firman Irfama, menjelaskan bahwa dana operasional untuk kegiatan Porprov sudah diserahkan sesuai mekanisme masing-masing ke cabor yang bersangkutan.

“Semuanya sudah kami serahkan ke cabor masing-masing, termasuk basket. Pengelolaan dana operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengurus cabor,” jelasnya.[red]

BERITA TERKAIT

Penutupan Desa Wisata Gunung Dempo Tuai Sorotan, Alfrenzi Dorong Solusi Bersama

30 April 2026 151

[kabarpali.com] - Penutupan kawasan Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam [...]

Marak Calo Klaim BPJS Ketenagakerjaan, Warga PALI dan Sekitarnya Resah

24 April 2026 245

Prabumulih [kabarpali.com] - Masyarakat di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, [...]

Bazar UMKM Meriahkan HUT PALI ke-13, Warga Diajak Dukung Produk Lokal

20 April 2026 226

PALI [kabarpi.com] – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) [...]

close button