Atasi Potensi Wabah, Ini yang Akan dilakukan Dinkes PALI..

Plt. Kadinkes PALI ; M.Mudakir,SKM
10 September 2019 Comments | Headline, KESEHATAN & KELUARGA, PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Masih tingginya angka penderita diare pada pertengahan musim kemarau ini, menjadi bahan evaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI. Dari itu, mereka  
merencanakan akan segera membentuk tim gerak cepat penanggulangan kasus yang berpotensi menjadi wabah penyakit.
 
Dijelaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI, M Mudakir SKM, wabah penyakit diketahui cepat sekali penyebarannya. Seperti wabah diare yang saat ini terjadi. Penyebabnya musim kemarau berkepanjangan, sehingga mempengaruhi kesehatan masyarakat, akibat hujan yang tak kunjung turun.
 
"Sulitnya sumber air bersih, debu, asap menjadi sebab wabah diare dan ISPA. Hal ini harus segera ditanggulangi, karena penyebarannya begitu cepat," terang Mudakir, Senin (9/9/2019).
 
Begitu juga dengan beberapa potensi wabah penyakit lainnya, menurut Mudakir, hal itu harus segera dipetakan berdasarkan beberapa pola penyebabnya. Selain laporan berupa data terbaru secara kontinyu dan cepat.
 
"Jadi Tim gerak cepat ini nanti terdiri dari paramedis di bawah Dinkes. Seperti Puskesmas dan lainnya. Mereka harus terus mengupdate laporan data ke Dinkes. Sehingga terpantau potensi wabah, agar dapat segera di atasi," urainya.
 
Adapun penanggulangan dimaksud, yakni berupa pengobatan bagi penderita wabah, serta penyuluhan bagi yang belum terkena sebagai bentuk pencegahan. Serta upaya lain untuk meminimalisir atau mengatasi wabah. Termasuk sosialisasi melalui media massa.
 
"Salah satu bentuk tindakan dari Dinkes untuk mengatasi sulitnya air bersih pada musim kemarau seperti sekarang ini, adalah penyediaan sumur bor dan filter air. Pelaksanaannya kita kerjasama dengan Program PAMSIMAS. Lalu dalam waktu dekat kita juga akan membagikan masker untuk masyarakat," pungkasnya.[red]
 

BERITA LAINNYA

12144 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12036 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

9532 KaliJajaran Polda Tembak Mati Bandar Besar Sabu di PALI

PALI [kabarpali.com] - Seorang bandar narkoba kelas kakap di Kabupaten PALI [...]

06 September 2018

8786 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

8211 KaliTerima Fee Proyek, Bupati Muara Enim Ahmad Yani Resmi Pakai Rompi Oranye

BUPATI Muara Enim, Ahmad Yani resmi ditahan KPK. Yani ditahan setelah diperiksa [...]

04 September 2019
PALI [kabarpali.com] - Masih tingginya angka penderita diare pada pertengahan musim kemarau ini, menjadi bahan evaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI. Dari itu, mereka  
merencanakan akan segera membentuk tim gerak cepat penanggulangan kasus yang berpotensi menjadi wabah penyakit.
 
Dijelaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI, M Mudakir SKM, wabah penyakit diketahui cepat sekali penyebarannya. Seperti wabah diare yang saat ini terjadi. Penyebabnya musim kemarau berkepanjangan, sehingga mempengaruhi kesehatan masyarakat, akibat hujan yang tak kunjung turun.
 
"Sulitnya sumber air bersih, debu, asap menjadi sebab wabah diare dan ISPA. Hal ini harus segera ditanggulangi, karena penyebarannya begitu cepat," terang Mudakir, Senin (9/9/2019).
 
Begitu juga dengan beberapa potensi wabah penyakit lainnya, menurut Mudakir, hal itu harus segera dipetakan berdasarkan beberapa pola penyebabnya. Selain laporan berupa data terbaru secara kontinyu dan cepat.
 
"Jadi Tim gerak cepat ini nanti terdiri dari paramedis di bawah Dinkes. Seperti Puskesmas dan lainnya. Mereka harus terus mengupdate laporan data ke Dinkes. Sehingga terpantau potensi wabah, agar dapat segera di atasi," urainya.
 
Adapun penanggulangan dimaksud, yakni berupa pengobatan bagi penderita wabah, serta penyuluhan bagi yang belum terkena sebagai bentuk pencegahan. Serta upaya lain untuk meminimalisir atau mengatasi wabah. Termasuk sosialisasi melalui media massa.
 
"Salah satu bentuk tindakan dari Dinkes untuk mengatasi sulitnya air bersih pada musim kemarau seperti sekarang ini, adalah penyediaan sumur bor dan filter air. Pelaksanaannya kita kerjasama dengan Program PAMSIMAS. Lalu dalam waktu dekat kita juga akan membagikan masker untuk masyarakat," pungkasnya.[red]
 

BERITA TERKAIT

Tak Dibahas Dewan, PMP Hibah Air Bersih PDAM PALI Terancam Gagal

17 September 2019 502

PALI [kabarpali.com] – Sedikitnya 8.400 Masyarakat Berpenghasilan Rendah [...]

Bertahun dikurung Orangtua, Rahmadi Alami Gizi Buruk

22 Agustus 2019 1807

PALI [kabarpali.com] - Sungguh malang nasib yang dialami Rahmadi (17) [...]

Sulit Air Bersih, Pasien Diare di PALI Meningkat

13 Agustus 2019 458

PALI [kabarpali.com] – Memasuki musim kemarau beberapa bulan belakangan [...]