Tumpahan Minyak Kembali Cemari PALI, Warga dan Aktivis Desak Pertamina EP Adera Bertindak Serius

Oleh Redaksi KABARPALI | 13 Oktober 2025


PALI [kabarpali.com] – Sebuah kebocoran pipa minyak kembali terjadi di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Adera Field, tepatnya di lokasi ABB-3, Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Insiden ini pada Minggu (12/10/2025) mengakibatkan aliran minyak mentah merembes ke permukaan tanah, membentuk genangan limbah (sludge) yang cukup tebal.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebocoran tersebut. Di lokasi kejadian, tanah menghitam dan tercium bau menyengat khas minyak, sementara tim Pertamina terlihat sibuk melakukan pembersihan awal dan penanganan terhadap tumpahan.

Napoleon, seorang aktivis yang mengawasi isu lingkungan di PALI, menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan lemahnya pengawasan dalam operasi perusahaan minyak dan gas. Menurutnya, kebocoran semacam ini tidaklah pertama kali terjadi dan selalu menimbulkan kerugian bagi masyarakat—terutama akibat pencemaran tanah dan potensi pencemaran air.

“Setiap terjadi tumpahan, masyarakat adalah korban utama. Kami meminta Pertamina EP Adera bertanggung jawab sepenuhnya dan segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pipa yang sudah berumur,” kata Napoleon ketika ditemui di lokasi. Ia juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI turun langsung memantau dampak kebocoran ini, termasuk risiko terhadap tanah dan air di sekitarnya.

Napoleon menegaskan bahwa tindakan perusahaan tidak boleh sebatas pembersihan permukaan saja, melainkan harus ada audit lingkungan menyeluruh, dengan hasil yang transparan dan bisa diakses publik. Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada dugaan sabotase oleh oknum tertentu, hal tersebut tidak bisa menghapus tanggung jawab perusahaan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina EP Adera maupun dari pemerintah Kabupaten PALI terkait kejadian ini.[red]

BERITA LAINNYA

102112 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79787 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39678 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26387 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23725 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Sebuah kebocoran pipa minyak kembali terjadi di wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Adera Field, tepatnya di lokasi ABB-3, Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Insiden ini pada Minggu (12/10/2025) mengakibatkan aliran minyak mentah merembes ke permukaan tanah, membentuk genangan limbah (sludge) yang cukup tebal.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebocoran tersebut. Di lokasi kejadian, tanah menghitam dan tercium bau menyengat khas minyak, sementara tim Pertamina terlihat sibuk melakukan pembersihan awal dan penanganan terhadap tumpahan.

Napoleon, seorang aktivis yang mengawasi isu lingkungan di PALI, menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan lemahnya pengawasan dalam operasi perusahaan minyak dan gas. Menurutnya, kebocoran semacam ini tidaklah pertama kali terjadi dan selalu menimbulkan kerugian bagi masyarakat—terutama akibat pencemaran tanah dan potensi pencemaran air.

“Setiap terjadi tumpahan, masyarakat adalah korban utama. Kami meminta Pertamina EP Adera bertanggung jawab sepenuhnya dan segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pipa yang sudah berumur,” kata Napoleon ketika ditemui di lokasi. Ia juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI turun langsung memantau dampak kebocoran ini, termasuk risiko terhadap tanah dan air di sekitarnya.

Napoleon menegaskan bahwa tindakan perusahaan tidak boleh sebatas pembersihan permukaan saja, melainkan harus ada audit lingkungan menyeluruh, dengan hasil yang transparan dan bisa diakses publik. Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada dugaan sabotase oleh oknum tertentu, hal tersebut tidak bisa menghapus tanggung jawab perusahaan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina EP Adera maupun dari pemerintah Kabupaten PALI terkait kejadian ini.[red]

BERITA TERKAIT

Anggota DPRD PALI, Herdiyanto: Santri Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa dan Penguat Persatuan NKRI

22 Oktober 2026 211

PALI [kabarpali.com] – Memperingati Hari Santri Nasional, Herdiyanto, [...]

Herdianto Pimpin DPC PKB PALI 2026–2031, Bidik Tiga Kursi DPRD

20 Oktober 2026 382

PALI [kabarpali.com] – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai [...]

PGRI PALI Bakal Gelar Bedah Buku Perlindungan Hukum terhadap Guru, Perkuat Pemahaman Tenaga Pendidik

19 Oktober 2026 436

PALI [kabarpali.com] – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten [...]

close button