Wabup PALI Akan Panggil Titan Terkait Flyover yang Membahayakan
PALI [kabarpali.com] – Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi flyover di jalan lintas Sekayu, tepatnya di KM 63 Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, yang diduga melemah akibat aktivitas angkutan batubara milik perusahaan Titan Group.
Wabup Iwan menyatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil manajemen Titan untuk meminta penjelasan sekaligus mendesak agar perbaikan dilakukan secepatnya. Ia juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi flyover yang dikeluhkan warga.
“Nanti kami akan panggil pihak Titan agar segera melakukan perbaikan. Tapi kami akan cek dulu ke lapangan,” kata Iwan Tuaji saat diwawancarai usai meninjau Gedung DPRD PALI pada Senin (4/8/2025).
Politisi Partai NasDem itu mengungkapkan bahwa peninjauan langsung ke lokasi flyover dijadwalkan dilakukan hari ini, didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang PALI, Ristanto Wahyudi. Ia menegaskan pentingnya verifikasi kondisi di lapangan sebelum mengambil langkah lanjutan.
“Hari ini kami ke sana, akan kita lihat langsung kondisi jembatan yang dikeluhkan masyarakat itu,” ujarnya.
Sebelumnya, kekhawatiran warga semakin meningkat setelah kondisi fisik flyover menunjukkan tanda-tanda penurunan daya dukung. Struktur yang melintasi jalan lintas Sekayu itu diduga tak lagi mampu menahan beban berat dari lalu lintas truk angkutan batubara yang padat setiap harinya.
Dari pantauan awak media pada Selasa (29/7/2025), terlihat aktivitas truk-truk besar di kawasan tersebut sangat padat. Flyover hanya bisa dilintasi sebagian karena satu lajur telah ditutup akibat kerusakan. Sementara itu, lajur lainnya telah dipasangi pelat besi tebal untuk menambah kekuatan sementara.
Tak hanya soal struktur, debu yang beterbangan dari kendaraan batubara juga menjadi keluhan masyarakat karena mengganggu visibilitas dan kesehatan pengguna jalan.
Seorang pengguna jalan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa was-was setiap kali melintasi bawah flyover.
“Sudah lebih dari satu tahun flyover ini seperti turun. Kalau ada truk batubara lewat, saya lebih baik berhenti dulu, tunggu mereka lewat baru saya jalan. Kami takut jembatannya ambruk,” katanya.
Warga berharap pihak perusahaan dan pemerintah daerah bertindak cepat agar tidak terjadi kecelakaan yang bisa mengancam jiwa.[red]










