Petani Karet di PALI Mengeluh: Gugur Daun Berkali-Kali. Perhatian Dinas Pertanian pun ditunggu!

Oleh Redaksi KABARPALI | 07 Juli 2025


PALI [kabarpali.com] – Para petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan kondisi tanaman karet yang mengalami gugur daun hingga beberapa kali dalam setahun. Fenomena ini berdampak langsung pada penurunan produksi getah karet secara drastis, sehingga memperburuk perekonomian petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perkebunan karet.

"Karet ini biasanya gugur daun satu kali setahun, tapi sekarang bisa dua sampai tiga kali. Kalau sudah begitu, batangnya lama mengeluarkan getah, hasil panen sangat jauh berkurang," ungkap Usup (47), salah satu petani karet asal Kecamatan Talang Ubi, Senin (7/7/2025).

Masalah gugur daun berulang yang dialami para petani karet ini bukan hanya terjadi di satu kecamatan, namun hampir merata di berbagai wilayah di PALI. Namun hingga kini, belum ada upaya nyata dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, untuk memberikan pembinaan ataupun solusi konkret atas persoalan tersebut.

"Kami ini petani kecil. Harapan kami cuma satu: ada perhatian dari pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada penyuluhan, belum ada bantuan pupuk atau pembasmi jamur. Padahal ini masalah serius yang berdampak pada penghasilan kami sekeluarga," ujar Sumarni (52), petani dari Kecamatan Tanah Abang.

Kondisi ini semakin diperparah dengan harga karet yang belum stabil di pasaran. Di saat produksi menurun, harga jual yang fluktuatif membuat petani semakin terjepit.

Diketahui, penyakit gugur daun karet yang menyerang tanaman biasanya disebabkan oleh jamur jenis Pestalotiopsis, Corynespora, atau Oidium, yang penyebarannya bisa sangat cepat terutama saat musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem. Penanganan terhadap serangan ini memerlukan intervensi berupa penyemprotan fungisida dan perawatan intensif, yang seringkali tak sanggup ditanggung oleh petani secara mandiri.

"Mayoritas masyarakat PALI masih bergantung hidup dari kebun karet. Tapi kalau begini terus tanpa solusi, petani bisa beralih ke tanaman lain atau malah meninggalkan kebun," tambah Aan, tokoh pemuda Talang Ubi, yang ikut prihatin dengan kondisi tersebut.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pertanian segera turun tangan memberikan edukasi, pelatihan, serta bantuan sarana produksi pertanian untuk mengatasi serangan penyakit gugur daun.

“Jangan sampai petani kehilangan harapan karena merasa ditinggalkan,” tegas Aan.[red]

BERITA LAINNYA

101927 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79033 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39371 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25891 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23538 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Para petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan kondisi tanaman karet yang mengalami gugur daun hingga beberapa kali dalam setahun. Fenomena ini berdampak langsung pada penurunan produksi getah karet secara drastis, sehingga memperburuk perekonomian petani yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perkebunan karet.

"Karet ini biasanya gugur daun satu kali setahun, tapi sekarang bisa dua sampai tiga kali. Kalau sudah begitu, batangnya lama mengeluarkan getah, hasil panen sangat jauh berkurang," ungkap Usup (47), salah satu petani karet asal Kecamatan Talang Ubi, Senin (7/7/2025).

Masalah gugur daun berulang yang dialami para petani karet ini bukan hanya terjadi di satu kecamatan, namun hampir merata di berbagai wilayah di PALI. Namun hingga kini, belum ada upaya nyata dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian, untuk memberikan pembinaan ataupun solusi konkret atas persoalan tersebut.

"Kami ini petani kecil. Harapan kami cuma satu: ada perhatian dari pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada penyuluhan, belum ada bantuan pupuk atau pembasmi jamur. Padahal ini masalah serius yang berdampak pada penghasilan kami sekeluarga," ujar Sumarni (52), petani dari Kecamatan Tanah Abang.

Kondisi ini semakin diperparah dengan harga karet yang belum stabil di pasaran. Di saat produksi menurun, harga jual yang fluktuatif membuat petani semakin terjepit.

Diketahui, penyakit gugur daun karet yang menyerang tanaman biasanya disebabkan oleh jamur jenis Pestalotiopsis, Corynespora, atau Oidium, yang penyebarannya bisa sangat cepat terutama saat musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem. Penanganan terhadap serangan ini memerlukan intervensi berupa penyemprotan fungisida dan perawatan intensif, yang seringkali tak sanggup ditanggung oleh petani secara mandiri.

"Mayoritas masyarakat PALI masih bergantung hidup dari kebun karet. Tapi kalau begini terus tanpa solusi, petani bisa beralih ke tanaman lain atau malah meninggalkan kebun," tambah Aan, tokoh pemuda Talang Ubi, yang ikut prihatin dengan kondisi tersebut.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pertanian segera turun tangan memberikan edukasi, pelatihan, serta bantuan sarana produksi pertanian untuk mengatasi serangan penyakit gugur daun.

“Jangan sampai petani kehilangan harapan karena merasa ditinggalkan,” tegas Aan.[red]

BERITA TERKAIT

PALI Resmi Luncurkan PPLPD 2026, Siapkan Atlet Pelajar Berprestasi dari Tiga Cabang Olahraga

23 Juli 2026 117

PALI [kabarpali.com] – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir [...]

Kejari PALI Tetapkan Lima Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp900 Juta

21 Juli 2026 958

PALI [kabarpali.com] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab [...]

Disbudpar PALI Bentuk Komunitas Ekonomi Kreatif, Siapkan Rencana Aksi Pengembangan Daerah

20 Juli 2026 214

PALI [kabarpali.com] – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) [...]

close button