Pertumbuhan Ekonomi PALI Triwulan II 2025 Tercatat 4,94 Persen
PALI [kabarpali.com] – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Triwulan II-2025 tercatat sebesar 4,94 persen (y-on-y). Angka ini berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 5,42 persen pada periode yang sama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi PALI pada Triwulan II-2025 mengalami peningkatan tipis dibandingkan Triwulan I-2025 yang tercatat sebesar 4,89 persen. Meski begitu, capaian tersebut masih menempatkan PALI di papan tengah dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.

Kabupaten Muara Enim menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada Triwulan II-2025, yakni mencapai 7,17 persen. Sementara itu, pertumbuhan terendah terjadi di Kota Pagar Alam dengan 4,31 persen.
Secara tren tahunan (Q1-2024 hingga Q2-2025), pertumbuhan ekonomi PALI bergerak fluktuatif, dengan catatan tertinggi pada Triwulan III-2024 sebesar 5,77 persen dan terendah di Triwulan I-2024 sebesar 4,09 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi PALI relatif stabil, dorongan lebih besar dibutuhkan untuk mengejar rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi. Penguatan sektor unggulan daerah, terutama energi dan migas, pertanian, serta perdagangan lokal, dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan lebih optimal ke depan.
Faktor Penopang Ekonomi PALI
1. Sektor Migas dan Energi
Sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, PALI masih sangat bergantung pada industri migas. Aktivitas hulu migas, terutama dari wilayah kerja Pertamina, menjadi motor utama pertumbuhan. Namun, ketergantungan ini membuat PALI rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kebijakan produksi nasional.
2. Pertanian dan Perkebunan
Selain migas, sektor pertanian—khususnya perkebunan kelapa sawit dan karet—juga menjadi penopang ekonomi. Harga komoditas yang relatif stabil di paruh pertama 2025 membantu menjaga daya beli petani, meski produktivitas masih menghadapi tantangan dari faktor cuaca dan infrastruktur.
3. Perdagangan dan Jasa Lokal
Pusat pertumbuhan ekonomi di Talang Ubi dan sekitarnya menunjukkan geliat positif. Sektor perdagangan ritel, jasa, dan konsumsi rumah tangga terus berkembang seiring bertambahnya populasi dan perputaran ekonomi daerah.
4. Infrastruktur dan Investasi
Pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas publik turut mendorong aktivitas distribusi barang dan jasa. Namun, keterbatasan investasi di luar sektor migas masih menjadi pekerjaan rumah besar agar pertumbuhan lebih merata.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski tumbuh stabil, angka pertumbuhan PALI masih tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Selatan, seperti Muara Enim yang mencatat pertumbuhan tertinggi 7,17 persen pada Triwulan II-2025.
Pengamat ekonomi daerah menilai, Pemkab PALI perlu memperkuat diversifikasi ekonomi agar tidak hanya bergantung pada migas. Peningkatan nilai tambah sektor pertanian, pengembangan UMKM, serta hilirisasi perkebunan diyakini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat daya tahan ekonomi.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, PALI diprediksi tetap menjadi salah satu daerah penopang ekonomi Sumatera Selatan. Namun, optimalisasi sektor non-migas akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.[red]










