Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, PWI PALI Gelar Ekspedisi Telusur Alam dan Kampanye Jaga Lingkungan
PALI [kabarpali.com] - Tak sekadar menggelar kegiatan seremonial, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, memilih melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2026.
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI serta menggandeng organisasi nonpemerintah (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Energi Lestari (GEL), sejumlah anggota PWI PALI menggelar Ekspedisi Telusur Alam dengan mengusung tema “Cegah Bencana, Jaga Hutan dan Sungai untuk Masa Depan”.

Dalam ekspedisi perdana ini, sebanyak 10 orang yang terdiri dari anggota PWI PALI dan LSM Garda Energi Lestari menyusuri kawasan Danau Burung dan Padang Tempirai, Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI. Mereka menghabiskan waktu dengan berkemah selama dua hari, mulai Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ketua PWI PALI, J. Sadewo, S.H., M.H., mengatakan bahwa momentum peringatan Sumpah Pemuda semestinya tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata yang memberikan dampak positif bagi bangsa dan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pemuda masih memiliki peran strategis dalam kemajuan bangsa, sekaligus dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam dan lingkungan.
“Kalau para pemuda di Jakarta turun ke jalan dan menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat, kita turun ke alam dan menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan. Semua bergerak dan berbuat demi negeri,” tuturnya, didampingi Ketua Garda Energi Lestari, Dino Bagio, S.E., di sela-sela kegiatan.
Selain mengimbau masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memasang spanduk sosialisasi, rombongan juga mendokumentasikan keindahan alam kawasan tersebut. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi potensi wisata alam PALI, khususnya Danau Burung dan Padang Tempirai yang memiliki panorama alami nan estetik.
Sementara itu, Ketua GEL, Dino Bagio, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir seiring peralihan musim kemarau menuju musim penghujan.
“Musim kemarau segera berlalu dan berganti musim penghujan. Kita harus waspada terhadap bencana banjir. Karena itu, gerakan menjaga sungai juga harus terus digaungkan. Misalnya, tidak membuang sampah ke aliran sungai serta mencegah erosi dengan tidak menebang pepohonan di sepanjang tepian sungai,” imbuhnya.
Tak hanya kampanye menjaga hutan dan sungai, rombongan ekspedisi juga mengajak masyarakat Tempirai, yang sebagian besar menggantungkan aktivitas ekonomi pada perikanan air tawar, agar tetap menjaga kelestarian sumber daya perairan. Masyarakat diimbau untuk tidak menangkap ikan menggunakan cara-cara yang merusak ekosistem dan dilarang, seperti meracun maupun menggunakan alat setrum.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PWI PALI dan LSM GEL menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada BPBD PALI atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Termasuk Pramuka Kwaran Penukal Utara yang telah meminjamkan tendanya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai pihak dan masyarakat setempat yang telah menyambut serta mendukung pelaksanaan ekspedisi.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada momentum berikutnya dengan menjelajahi destinasi alam lainnya di Kabupaten PALI.
Tidak hanya melakukan ekspedisi dan kampanye lingkungan, dalam kesempatan yang sama Tim PWI PALI juga menggelar peliputan serta produksi podcast mengenai sejarah, adat istiadat, dan kekayaan budaya Tempirai dengan menghadirkan tokoh adat serta pemerhati budaya setempat.
Melalui kegiatan ini, PWI PALI berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian generasi muda terhadap pelestarian alam, pencegahan bencana, sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya daerah.[red/pwi]










