Pekerja Asal PALI Tewas Dikeroyok di Muba, Masyarakat Serukan Keadilan

Oleh Redaksi KABARPALI | 21 Oktober 2025


PALI [kabarpali.com] – Kasus dugaan pembunuhan terhadap Yudi Henderi alias Heri, warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang terjadi di wilayah PT Handoli, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Senin (20/10/2025) dini hari, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Pihak keluarga kini mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan Heri tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, Heri yang merantau ke Muba untuk bekerja sebagai penambang minyak itu, diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di kawasan perkebunan yang disebut masih berada dalam konsesi PT Handoli.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan sempat menggegerkan warga sekitar.

Jenazah korban kini telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Suasana duka masih sangat terasa di rumah duka. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Heri yang dinilai meninggal dengan cara tidak wajar.

Perwakilan keluarga korban menyatakan, hingga kini mereka masih menunggu langkah konkret dari kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Kami minta polisi bertindak cepat dan profesional. Kami tahu ada beberapa pelaku yang sudah diamankan, tapi masih ada yang bebas. Kami hanya ingin keadilan untuk Heri,” ujar salah satu anggota keluarga di rumah duka.

Keluarga juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Mereka berharap pihak berwenang tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum.

“Pembunuhan ini tidak boleh dianggap sepele. Polisi harus benar-benar serius, jangan sampai ada pelaku yang lolos,” tambahnya.

Heri dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun. Kepergiannya meninggalkan istri dan anak-anak yang kini harus berjuang melanjutkan hidup tanpa sosok ayah dan kepala keluarga.

“Namanya meninggalnya begitu tragis, bagaimana kami tidak sedih? Sampai sekarang Mama dan kami masih sering menangis kalau ingat Ayah,” tutur Jep, anak korban, dengan suara terbata.

Warga Desa Mangku Negara juga menyerukan agar kasus ini menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum. Mereka khawatir, lambannya penanganan kasus dapat mencederai rasa keadilan masyarakat kecil.

“Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Heri adalah warga kami, dan kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan. Keluarga menyatakan siap bekerja sama dan memberikan informasi tambahan demi membantu proses hukum berjalan cepat dan transparan.

Masyarakat berharap aparat kepolisian, baik Polres Muba, Polres PALI, maupun Polda Sumsel, segera memberikan perhatian penuh agar kasus ini segera terungkap dan tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Kami percaya polisi bisa mengungkap kasus ini. Tapi kami mohon, jangan berhenti sebelum keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas pihak keluarga.[red]

BERITA LAINNYA

102166 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79921 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39734 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

26492 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23772 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Kasus dugaan pembunuhan terhadap Yudi Henderi alias Heri, warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang terjadi di wilayah PT Handoli, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Senin (20/10/2025) dini hari, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Pihak keluarga kini mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan Heri tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, Heri yang merantau ke Muba untuk bekerja sebagai penambang minyak itu, diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di kawasan perkebunan yang disebut masih berada dalam konsesi PT Handoli.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan sempat menggegerkan warga sekitar.

Jenazah korban kini telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Suasana duka masih sangat terasa di rumah duka. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Heri yang dinilai meninggal dengan cara tidak wajar.

Perwakilan keluarga korban menyatakan, hingga kini mereka masih menunggu langkah konkret dari kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Kami minta polisi bertindak cepat dan profesional. Kami tahu ada beberapa pelaku yang sudah diamankan, tapi masih ada yang bebas. Kami hanya ingin keadilan untuk Heri,” ujar salah satu anggota keluarga di rumah duka.

Keluarga juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Mereka berharap pihak berwenang tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum.

“Pembunuhan ini tidak boleh dianggap sepele. Polisi harus benar-benar serius, jangan sampai ada pelaku yang lolos,” tambahnya.

Heri dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun. Kepergiannya meninggalkan istri dan anak-anak yang kini harus berjuang melanjutkan hidup tanpa sosok ayah dan kepala keluarga.

“Namanya meninggalnya begitu tragis, bagaimana kami tidak sedih? Sampai sekarang Mama dan kami masih sering menangis kalau ingat Ayah,” tutur Jep, anak korban, dengan suara terbata.

Warga Desa Mangku Negara juga menyerukan agar kasus ini menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum. Mereka khawatir, lambannya penanganan kasus dapat mencederai rasa keadilan masyarakat kecil.

“Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Heri adalah warga kami, dan kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan. Keluarga menyatakan siap bekerja sama dan memberikan informasi tambahan demi membantu proses hukum berjalan cepat dan transparan.

Masyarakat berharap aparat kepolisian, baik Polres Muba, Polres PALI, maupun Polda Sumsel, segera memberikan perhatian penuh agar kasus ini segera terungkap dan tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Kami percaya polisi bisa mengungkap kasus ini. Tapi kami mohon, jangan berhenti sebelum keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas pihak keluarga.[red]

BERITA TERKAIT

Bank Sumsel Babel Cabang Pendopo PALI Peringati HUT ke-69, Teguhkan Komitmen Melaju Bersama

07 November 2026 282

PALI [kabarpali.com] – Memasuki usia ke-69 tahun, Bank Sumsel Babel (BSB) [...]

FORDES: Karhutla Sumsel Terus Berulang, Lemahnya Tata Kelola dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan

04 November 2026 391

Palembang [kabarpali.com] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang [...]

Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, PWI PALI Gelar Ekspedisi Telusur Alam dan Kampanye Jaga Lingkungan

31 Oktober 2026 527

PALI [kabarpali.com] - Tak sekadar menggelar kegiatan seremonial, Persatuan [...]

close button