Pekerja Asal PALI Tewas Dikeroyok di Muba, Masyarakat Serukan Keadilan
PALI [kabarpali.com] – Kasus dugaan pembunuhan terhadap Yudi Henderi alias Heri, warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang terjadi di wilayah PT Handoli, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Senin (20/10/2025) dini hari, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Pihak keluarga kini mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan Heri tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, Heri yang merantau ke Muba untuk bekerja sebagai penambang minyak itu, diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di kawasan perkebunan yang disebut masih berada dalam konsesi PT Handoli.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Jenazah korban kini telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Suasana duka masih sangat terasa di rumah duka. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Heri yang dinilai meninggal dengan cara tidak wajar.
Perwakilan keluarga korban menyatakan, hingga kini mereka masih menunggu langkah konkret dari kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.
“Kami minta polisi bertindak cepat dan profesional. Kami tahu ada beberapa pelaku yang sudah diamankan, tapi masih ada yang bebas. Kami hanya ingin keadilan untuk Heri,” ujar salah satu anggota keluarga di rumah duka.
Keluarga juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa. Mereka berharap pihak berwenang tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan hukum.
“Pembunuhan ini tidak boleh dianggap sepele. Polisi harus benar-benar serius, jangan sampai ada pelaku yang lolos,” tambahnya.
Heri dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun. Kepergiannya meninggalkan istri dan anak-anak yang kini harus berjuang melanjutkan hidup tanpa sosok ayah dan kepala keluarga.
“Namanya meninggalnya begitu tragis, bagaimana kami tidak sedih? Sampai sekarang Mama dan kami masih sering menangis kalau ingat Ayah,” tutur Jep, anak korban, dengan suara terbata.
Warga Desa Mangku Negara juga menyerukan agar kasus ini menjadi perhatian serius dari aparat penegak hukum. Mereka khawatir, lambannya penanganan kasus dapat mencederai rasa keadilan masyarakat kecil.
“Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Heri adalah warga kami, dan kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan. Keluarga menyatakan siap bekerja sama dan memberikan informasi tambahan demi membantu proses hukum berjalan cepat dan transparan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian, baik Polres Muba, Polres PALI, maupun Polda Sumsel, segera memberikan perhatian penuh agar kasus ini segera terungkap dan tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.
“Kami percaya polisi bisa mengungkap kasus ini. Tapi kami mohon, jangan berhenti sebelum keadilan benar-benar ditegakkan,” pungkas pihak keluarga.[red]










