Dihadang Kritik diawal Jabatan, Asgianto-Iwan Tuaji Minta Dukungan dan Kesempatan Buktikan Kinerja

Oleh Redaksi KABARPALI | 07 Agustus 2025


PALI [kabarpali.com] - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebuah daerah muda yang tengah bertumbuh, kini kembali disorot. Isu efisiensi anggaran daerah menjadi bahan pembicaraan hangat. Sayangnya, kritik yang mencuat tak jarang mengarah langsung pada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji SH.

Padahal, kepemimpinan mereka baru seumur jagung. Baru sekitar lima bulan sejak resmi dilantik sebagai pemimpin PALI, hasil Pilkada 2024. Namun dalam waktu yang singkat itu, keduanya seolah telah diminta menanggung beban masa lalu—termasuk program-program warisan yang kini jadi kontroversi.

Salah satu sorotan tajam datang dari pengadaan mobil mewah Toyota Land Cruiser, yang disebut melanggar semangat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Mobil ini direncanakan sebagai kendaraan tamu VVIP yang berkunjung ke PALI. Namun yang luput dari perhatian adalah fakta bahwa pengadaan tersebut dilakukan sebelum Asgianto dan Iwan menjabat.

Isu lain yang turut disorot adalah kegiatan rapat kerja jajaran OPD di Palembang belum lama ini, yang dianggap sebagai bentuk pemborosan. Padahal anggaran yang digunakan merupakan biaya pribadi bupati, karena pada waktu yang hampir bersamaan ada kegiatan pertemuan dengan Ketua Dekranas, Ny Selvi Gibran Rakabuming Raka di Palembang.

Menanggapi itu semua, di beberapa kesempatan, Bupati Asgianto angkat bicara. Dengan tenang, ia menjelaskan bahwa apa yang saat ini dijalankan masih merupakan kelanjutan dari kebijakan lama. Program kerja hasil inisiatif mereka sendiri baru akan terealisasi mulai perubahan anggaran 2025 dan anggaran induk 2026.

“Sangat tidak logis kalau kami disalahkan atas program yang bukan kami rancang. Ini masih bagian dari warisan tahun sebelumnya. Kami baru akan mulai dengan program kami sendiri di APBDP 2025 dan APBD 2026,” jelasnya.

Namun, meskipun merasa menjadi sasaran kritik yang tidak tepat, Asgianto tidak menutup diri. Ia justru mengajak semua pihak untuk bersabar dan menjaga suasana agar tetap damai dan produktif.

“Saat ini kito masih neruske gawe yang lamo. Mohon bersabar dan mari bersama kita jaga suasana agar tetap kondusif, agar pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya penuh harap.

Wakil Bupati Iwan Tuaji pun turut bersuara. Ia mengajak masyarakat untuk menyingkirkan perbedaan dan bersatu demi PALI. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti semua program dihentikan, melainkan dipilah—hanya program yang benar-benar memberi manfaat yang akan diprioritaskan.

“Kami sangat selektif saat ini. Setiap penggunaan anggaran akan diawasi ketat. Hanya program yang berdampak nyata bagi masyarakat yang akan kami jalankan,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, kondisi daerah yang stabil dan rukun sangat penting karena saat ini PALI mulai dilirik banyak investor. Jika kondusifitas daerah dijaga, maka potensi pertumbuhan ekonomi akan terbuka lebar.

“Kami ingin PALI menjadi daerah yang menarik bagi investor. Karena jika investasi masuk, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat: lapangan kerja terbuka, ekonomi bergerak,” tutupnya.

Langkah awal memang sering kali penuh tantangan. Namun setiap pembangunan besar selalu dimulai dengan pondasi yang kuat—dan fondasi itu butuh waktu, dukungan, dan kepercayaan. Kepemimpinan baru di PALI kini sedang berupaya menata kembali arah pembangunan. Yang mereka minta bukan pembelaan, hanya kesempatan.[rls/pwi]

BERITA LAINNYA

101957 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

79118 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39429 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25999 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23576 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebuah daerah muda yang tengah bertumbuh, kini kembali disorot. Isu efisiensi anggaran daerah menjadi bahan pembicaraan hangat. Sayangnya, kritik yang mencuat tak jarang mengarah langsung pada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto ST dan Wakil Bupati Iwan Tuaji SH.

Padahal, kepemimpinan mereka baru seumur jagung. Baru sekitar lima bulan sejak resmi dilantik sebagai pemimpin PALI, hasil Pilkada 2024. Namun dalam waktu yang singkat itu, keduanya seolah telah diminta menanggung beban masa lalu—termasuk program-program warisan yang kini jadi kontroversi.

Salah satu sorotan tajam datang dari pengadaan mobil mewah Toyota Land Cruiser, yang disebut melanggar semangat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Mobil ini direncanakan sebagai kendaraan tamu VVIP yang berkunjung ke PALI. Namun yang luput dari perhatian adalah fakta bahwa pengadaan tersebut dilakukan sebelum Asgianto dan Iwan menjabat.

Isu lain yang turut disorot adalah kegiatan rapat kerja jajaran OPD di Palembang belum lama ini, yang dianggap sebagai bentuk pemborosan. Padahal anggaran yang digunakan merupakan biaya pribadi bupati, karena pada waktu yang hampir bersamaan ada kegiatan pertemuan dengan Ketua Dekranas, Ny Selvi Gibran Rakabuming Raka di Palembang.

Menanggapi itu semua, di beberapa kesempatan, Bupati Asgianto angkat bicara. Dengan tenang, ia menjelaskan bahwa apa yang saat ini dijalankan masih merupakan kelanjutan dari kebijakan lama. Program kerja hasil inisiatif mereka sendiri baru akan terealisasi mulai perubahan anggaran 2025 dan anggaran induk 2026.

“Sangat tidak logis kalau kami disalahkan atas program yang bukan kami rancang. Ini masih bagian dari warisan tahun sebelumnya. Kami baru akan mulai dengan program kami sendiri di APBDP 2025 dan APBD 2026,” jelasnya.

Namun, meskipun merasa menjadi sasaran kritik yang tidak tepat, Asgianto tidak menutup diri. Ia justru mengajak semua pihak untuk bersabar dan menjaga suasana agar tetap damai dan produktif.

“Saat ini kito masih neruske gawe yang lamo. Mohon bersabar dan mari bersama kita jaga suasana agar tetap kondusif, agar pembangunan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya penuh harap.

Wakil Bupati Iwan Tuaji pun turut bersuara. Ia mengajak masyarakat untuk menyingkirkan perbedaan dan bersatu demi PALI. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan berarti semua program dihentikan, melainkan dipilah—hanya program yang benar-benar memberi manfaat yang akan diprioritaskan.

“Kami sangat selektif saat ini. Setiap penggunaan anggaran akan diawasi ketat. Hanya program yang berdampak nyata bagi masyarakat yang akan kami jalankan,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, kondisi daerah yang stabil dan rukun sangat penting karena saat ini PALI mulai dilirik banyak investor. Jika kondusifitas daerah dijaga, maka potensi pertumbuhan ekonomi akan terbuka lebar.

“Kami ingin PALI menjadi daerah yang menarik bagi investor. Karena jika investasi masuk, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat: lapangan kerja terbuka, ekonomi bergerak,” tutupnya.

Langkah awal memang sering kali penuh tantangan. Namun setiap pembangunan besar selalu dimulai dengan pondasi yang kuat—dan fondasi itu butuh waktu, dukungan, dan kepercayaan. Kepemimpinan baru di PALI kini sedang berupaya menata kembali arah pembangunan. Yang mereka minta bukan pembelaan, hanya kesempatan.[rls/pwi]

BERITA TERKAIT

Kemarau Bikin Sungai Lematang Dangkal, PDAM Tirta PALI Hentikan Layanan Sementara

10 Agustus 2026 88

PALI [kabarpi.com] – Kemarau yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

Bekarang di Danau Sebetung: Menjaga Tradisi, Merawat Ikan untuk Generasi Mendatang

09 Agustus 2026 404

PALI [kabarpali.com] — Ribuan warga memadati Danau Sebetung, Desa Mangku [...]

BPS PALI Imbau Pelaku Usaha yang Belum Tercatat Segera Laporkan Diri untuk Sensus Ekonomi 2026

05 Agustus 2026 441

PALI [kabarpali.com] – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penukal Abab [...]

close button