Peran Pers pada Event Besar di Kabupaten: Penting Tapi Kerap Terabaikan

Oleh Redaksi KABARPALI | 20 November 2025


Dalam setiap helatan besar di tingkat kabupaten—mulai dari festival budaya, perayaan hari jadi daerah, hingga agenda pemerintahan skala nasional—kehadiran pers seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Namun, tak jarang justru pers diperlakukan sekadar “pelengkap”, hadir hanya ketika dibutuhkan, diingat hanya ketika diperlukan dokumentasi, namun dilupakan saat menyusun strategi publikasi yang sebenarnya krusial bagi keberhasilan sebuah kegiatan.

Padahal, pers bukan hanya tamu yang datang membawa kamera dan pena. Pers adalah jembatan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam konteks event besar, keberadaan pers memastikan publik turut merasakan euforia, memahami pesan, dan mengetahui manfaat acara tersebut.

Informasi yang disajikan media mampu menghidupkan ruang publik dan menegaskan bahwa sebuah program pemerintah benar-benar dirancang untuk rakyat, bukan hanya menjadi seremonial yang berakhir tanpa gema.

Lebih jauh, sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers mencerminkan kedewasaan sebuah birokrasi. Pemerintah yang memahami pentingnya publikasi akan merangkul media sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika acara sudah berlangsung atau bahkan setelah selesai.

Pers diberi ruang untuk bertanya, menggali, dan menyiarkan informasi secara objektif—sebuah proses yang justru menguntungkan pemerintah karena hasilnya adalah transparansi dan kepercayaan publik yang lebih kuat.

Ironisnya, pada beberapa kesempatan besar di kabupaten, pers masih diposisikan di pinggir: tidak diberi akses informasi yang memadai, tak didukung anggaran yang wajar, serta tidak disiapkan fasilitas peliputan yang layak, bahkan sering kali tidak diberitahu secara resmi terkait agenda penting.

Jika kondisi ini terus berlangsung, publik pun kehilangan haknya untuk mengetahui peristiwa-peristiwa besar yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.

Sudah saatnya pemerintah daerah membuka mata: kesuksesan sebuah event bukan hanya diukur dari tamu VIP yang hadir, panggung yang megah, atau anggaran yang besar. Keberhasilan sebuah agenda justru bermuara pada seberapa luas publik mengetahuinya, memahami maknanya, dan merasakan dampaknya. Dan siapa yang memungkinkan hal itu terjadi? Pers.

Pers adalah mitra, bukan penggembira. Mereka bukan sekadar peliput, tetapi penjaga informasi yang akan mencatat jejak sejarah daerah. Jika pemerintah daerah benar-benar ingin meninggalkan legacy yang baik, maka membangun sinergi dengan insan pers—secara profesional dan berkelanjutan—adalah langkah yang tidak bisa ditawar.

Sebab tanpa pers, sebuah event besar hanya akan menjadi acara sunyi yang ramai di tempat, namun mati di ingatan masyarakat.**

BERITA LAINNYA

101848 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78857 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39254 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25636 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23421 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

Dalam setiap helatan besar di tingkat kabupaten—mulai dari festival budaya, perayaan hari jadi daerah, hingga agenda pemerintahan skala nasional—kehadiran pers seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Namun, tak jarang justru pers diperlakukan sekadar “pelengkap”, hadir hanya ketika dibutuhkan, diingat hanya ketika diperlukan dokumentasi, namun dilupakan saat menyusun strategi publikasi yang sebenarnya krusial bagi keberhasilan sebuah kegiatan.

Padahal, pers bukan hanya tamu yang datang membawa kamera dan pena. Pers adalah jembatan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam konteks event besar, keberadaan pers memastikan publik turut merasakan euforia, memahami pesan, dan mengetahui manfaat acara tersebut.

Informasi yang disajikan media mampu menghidupkan ruang publik dan menegaskan bahwa sebuah program pemerintah benar-benar dirancang untuk rakyat, bukan hanya menjadi seremonial yang berakhir tanpa gema.

Lebih jauh, sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers mencerminkan kedewasaan sebuah birokrasi. Pemerintah yang memahami pentingnya publikasi akan merangkul media sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika acara sudah berlangsung atau bahkan setelah selesai.

Pers diberi ruang untuk bertanya, menggali, dan menyiarkan informasi secara objektif—sebuah proses yang justru menguntungkan pemerintah karena hasilnya adalah transparansi dan kepercayaan publik yang lebih kuat.

Ironisnya, pada beberapa kesempatan besar di kabupaten, pers masih diposisikan di pinggir: tidak diberi akses informasi yang memadai, tak didukung anggaran yang wajar, serta tidak disiapkan fasilitas peliputan yang layak, bahkan sering kali tidak diberitahu secara resmi terkait agenda penting.

Jika kondisi ini terus berlangsung, publik pun kehilangan haknya untuk mengetahui peristiwa-peristiwa besar yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah.

Sudah saatnya pemerintah daerah membuka mata: kesuksesan sebuah event bukan hanya diukur dari tamu VIP yang hadir, panggung yang megah, atau anggaran yang besar. Keberhasilan sebuah agenda justru bermuara pada seberapa luas publik mengetahuinya, memahami maknanya, dan merasakan dampaknya. Dan siapa yang memungkinkan hal itu terjadi? Pers.

Pers adalah mitra, bukan penggembira. Mereka bukan sekadar peliput, tetapi penjaga informasi yang akan mencatat jejak sejarah daerah. Jika pemerintah daerah benar-benar ingin meninggalkan legacy yang baik, maka membangun sinergi dengan insan pers—secara profesional dan berkelanjutan—adalah langkah yang tidak bisa ditawar.

Sebab tanpa pers, sebuah event besar hanya akan menjadi acara sunyi yang ramai di tempat, namun mati di ingatan masyarakat.**

BERITA TERKAIT

Workshop Jurnalistik PWI PALI, Wartawan Diajak Melek Media Sosial dan UU ITE

14 Mei 2026 288

PALI [kabarpali.com] — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten [...]

PWI PALI Resmi Luncurkan Podcast, Hadirkan Informasi Digital untuk Masyarakat

13 Mei 2026 271

PALI [kabarpali.com] — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten [...]

Lima Pewarta dari Sumsel Ikuti Workshop Fotografi PHR di Riau

05 Mei 2026 407

Pekanbaru [kabarpali.com] - Sebanyak lima pewarta asal Sumatera Selatan yang [...]

close button