Warga di PALI Keluhkan Auto Debit Iuran BPJS Kesehatan Tak Wajar

Oleh Redaksi KABARPALI | 03 Desember 2019
BPJS Kesehatan PALI.


PALI [kabarpali.com] - Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) di Kabupaten PALI Provinsi Sumsel kembali mengeluhkan layanan lembaga itu. Pasalnya, baru-baru ini BPJS Kesehatan melakukan pemotongan iuran secara auto debit dengan tak wajar dari rekening bank peserta.
 
 
Dari beberapa contoh kasus yang terjadi, salah satunya dialami oleh Joko Sadewo. Kepala Keluarga yang mengikutsertakan 3 anggota keluarga lainnya pada BPJS Mandiri kelas 1 itu, merasa keberatan, jika BPJS melalui rekeningnya di BRI melakukan auto debit berkali-kali dalam satu hari dengan nilai hingga hampir Rp3 juta.
 
"Ini yang kami sebut tak wajar. Melakukan pemotongan sekaligus beberapa kali dengan nilai yang besar. Bahkan sampai melebihi nominal tagihan kepesertaan BPJS Kesehatan itu sendiri," cetusnya, Selasa (3/12/2019).
 
Jika sesuai dengan aturan yang berlaku, menurutnya BPJS Kesehatan mestinya melakukan auto debit di BRI per tanggal 5 setiap bulan dengan nilai Rp80 ribu per orang (kelas 1) atau sebesar Rp320 ribu per KK (4 orang).
 
"Namun ini kemaren, baru tanggal 1 sudah dipotong, bahkan sampai tiga kali berturut-turut senilai Rp2.880.000.- Maka wajar jika kemudian kita menduga, jangan-jangan ini modus untuk mengumpulkan dana talangan dari masyarakat, untuk menutup kerugian yang katanya dialami BPJS Kesehatan," ungkapnya pada sejumlah media.
 
Sayangnya, terkait hal ini, ketika hendak dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan KLOK PALI ; Sumini, justru terkesan menghindar untuk bertemu dengan wartawan. Ia pun mengalihkan pembicaraan dan tak menanggapi permintaan janji konfirmasi melalui Whatsapp media ini.
 
"Autodebit bisa cetak buku di bank, Pak. Untuk tahu sudah didebit atau belum," jawabnya singkat.
 
Sedangkan keterangan dari Security BPJS Kesehatan PALI yang merangkap Costumer Service (CS) ; Tubagus, bahwa kejadian serupa sudah banyak terjadi. Bahkan bukan saja di PALI, melainkan di seluruh Indonesia. Utamanya peserta yang menggunakan auto debit BRI.
 
"Peserta yang laporan ke kami sudah beberapa orang, Pak. Namun kami tampung dan nanti disampaikan ke BPJS Kesehatan Cabang. Kalau kami lihat di aplikasi, status pembayaran atas nama Joko Sadewo, malah ada sisa saldo Rp1,2 juta per orang," terangnya.
 
Sementara itu, Costumer Service (CS) BRI Cabang Pembantu PALI ; Arien, mengatakan bahwa kasus serupa yang dialami nasabahnya dan telah dilaporkan pada pihak mereka hingga hari ini berjumlah tiga orang. Ia mengira hal itu terjadi karena kesalahan sistem.
 
"Mohon maaf, Pak. Tapi nanti kami sampaikan ke Kepala BPJS-nya, Ibu Sumini. Tapi tadi kami telepon HP-nya belum bisa dihubungi," ujar Arien.
 
Ia pun berjanji setelah mendapat informasi, akan memberi tahukan pada nasabah tersebut. Apakah kelebihan saldo itu akan dikembalikan atau mekanismenya seperti apa.[red]
 

BERITA LAINNYA

101689 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78618 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39082 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25370 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23255 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020
PALI [kabarpali.com] - Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) di Kabupaten PALI Provinsi Sumsel kembali mengeluhkan layanan lembaga itu. Pasalnya, baru-baru ini BPJS Kesehatan melakukan pemotongan iuran secara auto debit dengan tak wajar dari rekening bank peserta.
 
 
Dari beberapa contoh kasus yang terjadi, salah satunya dialami oleh Joko Sadewo. Kepala Keluarga yang mengikutsertakan 3 anggota keluarga lainnya pada BPJS Mandiri kelas 1 itu, merasa keberatan, jika BPJS melalui rekeningnya di BRI melakukan auto debit berkali-kali dalam satu hari dengan nilai hingga hampir Rp3 juta.
 
"Ini yang kami sebut tak wajar. Melakukan pemotongan sekaligus beberapa kali dengan nilai yang besar. Bahkan sampai melebihi nominal tagihan kepesertaan BPJS Kesehatan itu sendiri," cetusnya, Selasa (3/12/2019).
 
Jika sesuai dengan aturan yang berlaku, menurutnya BPJS Kesehatan mestinya melakukan auto debit di BRI per tanggal 5 setiap bulan dengan nilai Rp80 ribu per orang (kelas 1) atau sebesar Rp320 ribu per KK (4 orang).
 
"Namun ini kemaren, baru tanggal 1 sudah dipotong, bahkan sampai tiga kali berturut-turut senilai Rp2.880.000.- Maka wajar jika kemudian kita menduga, jangan-jangan ini modus untuk mengumpulkan dana talangan dari masyarakat, untuk menutup kerugian yang katanya dialami BPJS Kesehatan," ungkapnya pada sejumlah media.
 
Sayangnya, terkait hal ini, ketika hendak dikonfirmasi, Kepala BPJS Kesehatan KLOK PALI ; Sumini, justru terkesan menghindar untuk bertemu dengan wartawan. Ia pun mengalihkan pembicaraan dan tak menanggapi permintaan janji konfirmasi melalui Whatsapp media ini.
 
"Autodebit bisa cetak buku di bank, Pak. Untuk tahu sudah didebit atau belum," jawabnya singkat.
 
Sedangkan keterangan dari Security BPJS Kesehatan PALI yang merangkap Costumer Service (CS) ; Tubagus, bahwa kejadian serupa sudah banyak terjadi. Bahkan bukan saja di PALI, melainkan di seluruh Indonesia. Utamanya peserta yang menggunakan auto debit BRI.
 
"Peserta yang laporan ke kami sudah beberapa orang, Pak. Namun kami tampung dan nanti disampaikan ke BPJS Kesehatan Cabang. Kalau kami lihat di aplikasi, status pembayaran atas nama Joko Sadewo, malah ada sisa saldo Rp1,2 juta per orang," terangnya.
 
Sementara itu, Costumer Service (CS) BRI Cabang Pembantu PALI ; Arien, mengatakan bahwa kasus serupa yang dialami nasabahnya dan telah dilaporkan pada pihak mereka hingga hari ini berjumlah tiga orang. Ia mengira hal itu terjadi karena kesalahan sistem.
 
"Mohon maaf, Pak. Tapi nanti kami sampaikan ke Kepala BPJS-nya, Ibu Sumini. Tapi tadi kami telepon HP-nya belum bisa dihubungi," ujar Arien.
 
Ia pun berjanji setelah mendapat informasi, akan memberi tahukan pada nasabah tersebut. Apakah kelebihan saldo itu akan dikembalikan atau mekanismenya seperti apa.[red]
 

BERITA TERKAIT

Dewan Pendidikan PALI Gelar Halal Bihalal dan Rapat Kerja

02 April 2026 515

PALI [kabarpali.com] - Dewan Pendidikan Kabupaten PALI menggelar kegiatan halal [...]

Manager PLN ULP Pendopo Minta Maaf, Akui Kesalahan Petugas Terkait Surat Pemutusan

31 Maret 2026 306

PALI [kabarpali.com] - Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) [...]

Telat Bayar 1 Bulan, PLN Pendopo "Ancam" Putuskan Meteran Pelanggan

31 Maret 2026 634

PALI [kabarpali.com] ~ Layanan publik PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan [...]

close button