SKB diteken, PALI Resmi Berlakukan PPKM

ilustrasi/net
21 Juli 2021 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , KESEHATAN & KELUARGA, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] – Surat Keputusan Bersama (SKB) telah ditandatangani oleh pimpinan 8 instansi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dengan demikian SKB tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro itu dinyatakan resmi mulai berlaku, di Bumi Serepat Serasan.

Adapun 8 pimpinan institusi yang menanda tangani SKB tentang PPKM itu yakni Bupati PALI, Ketua DPRD PALI, Kepala Kantor Kemenag PALI, Kajari PALI, Kapolres PALI, Dandim 0404, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) PALI dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) PALI.

Beberapa poin isi SKB antara lain: membatasi semua kegiatan masyarakat berbasis mikro untuk meminimalisir penularan Covid 19. Seperti pemberlakuan Work From Home (WFH) yakni bekerja dari rumah 50% bagi institusi pemerintah maupun swasta.

Selain itu, pemberlakuan belajar tatap muka yang sedianya akan mulai dilaksanakan juga ditunda seluruhnya bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten PALI. Termasuk kegiatan ibadah di Masjid atau tempat peribadatan lain, hanya diperbolehkan sebanyak 50% dari kapasitas dengan protokol kesehatan ketat.

Bagi sektor esensial, dikecualikan dan tetap boleh melaksanakan kegiatan seperti biasa dengan melakukan protokol kesehatan secara disiplin. Sektor ini antara lain kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan tehnologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, dan lainnya.

“Khusus penjual makanan dan minuman, diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB dengan pembeli makan di tempat 25% dari kapasitas, dan menerapkan protokol kesehatan,” tulis poin keenam, pada SKB yang ditanda tangani 16 Juli 2021 itu.

Sedangkan hajatan atau resepsi persedekahan, tetap diizinkan dengan tamu udangan yang diperbolehkan maksimal 25% dari kapasitas tempat. Serta tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan 5M.

“Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi administrasi hingga penutupan tempat usaha, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegas SKB yang mulai beredar di media sosial, tadi malam (21/7/2021) itu.

Surat Keputusan Bersama (SKB) tersebut dinyatakan mulai berlaku sejak ditanda tangani, yakni 16 Juli 2021, hingga ada keputusan lain tentang hal yang sama dan menyatakan mencabut SKB tersebut.[red]

BERITA LAINNYA

16899 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

15966 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019

15152 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

14693 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12943 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018

PALI [kabarpali.com] – Surat Keputusan Bersama (SKB) telah ditandatangani oleh pimpinan 8 instansi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dengan demikian SKB tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro itu dinyatakan resmi mulai berlaku, di Bumi Serepat Serasan.

Adapun 8 pimpinan institusi yang menanda tangani SKB tentang PPKM itu yakni Bupati PALI, Ketua DPRD PALI, Kepala Kantor Kemenag PALI, Kajari PALI, Kapolres PALI, Dandim 0404, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) PALI dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) PALI.

Beberapa poin isi SKB antara lain: membatasi semua kegiatan masyarakat berbasis mikro untuk meminimalisir penularan Covid 19. Seperti pemberlakuan Work From Home (WFH) yakni bekerja dari rumah 50% bagi institusi pemerintah maupun swasta.

Selain itu, pemberlakuan belajar tatap muka yang sedianya akan mulai dilaksanakan juga ditunda seluruhnya bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten PALI. Termasuk kegiatan ibadah di Masjid atau tempat peribadatan lain, hanya diperbolehkan sebanyak 50% dari kapasitas dengan protokol kesehatan ketat.

Bagi sektor esensial, dikecualikan dan tetap boleh melaksanakan kegiatan seperti biasa dengan melakukan protokol kesehatan secara disiplin. Sektor ini antara lain kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan tehnologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, dan lainnya.

“Khusus penjual makanan dan minuman, diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 WIB dengan pembeli makan di tempat 25% dari kapasitas, dan menerapkan protokol kesehatan,” tulis poin keenam, pada SKB yang ditanda tangani 16 Juli 2021 itu.

Sedangkan hajatan atau resepsi persedekahan, tetap diizinkan dengan tamu udangan yang diperbolehkan maksimal 25% dari kapasitas tempat. Serta tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan 5M.

“Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi administrasi hingga penutupan tempat usaha, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tegas SKB yang mulai beredar di media sosial, tadi malam (21/7/2021) itu.

Surat Keputusan Bersama (SKB) tersebut dinyatakan mulai berlaku sejak ditanda tangani, yakni 16 Juli 2021, hingga ada keputusan lain tentang hal yang sama dan menyatakan mencabut SKB tersebut.[red]

BERITA TERKAIT

Ringankan Beban Masyarakat, Koramil 404-03 Talang Ubi Beri Bantuan Beras

27 Agustus 2021 120

PALI [kabarpali.com] - Koramil 404-03 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab [...]

Buka Baju, Puluhan Anggota Koramil 404-03 Talang Ubi dijemur

12 Agustus 2021 635

PALI [kabarpali.com] - Puluhan Anggota Koramil 404-03 Talang Ubi  [...]

25 Karyawan PT Suryabumi Agro Langgeng Positif Covid 19

29 Juli 2021 901

PALI [kabarpali.com] - Penyebaran virus covid 19 terus meningkat mulai [...]

close button