Judi Online Masuk Desa, Banyak Kuburan Jadi Tempat Meminta

Ilustrasi/net
28 Mei 2021 Comments | PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR , SPIRITUAL, Headline | Oleh Redaksi KABARPALI


PALI [kabarpali.com] - Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, fenomena permainan judi online dengan nama Toto Macau, Hongkong, Singapore, dan lainnya mulai merambah masyarakat desa. 
 
Tak hanya digandrungi oleh kaum pria dewasa, permainan yang disebut menguji peruntungan itu juga digemari oleh para ibu-ibu rumah tangga, baik tua maupun muda.
 
Menurut salah seorang warga di Kecamatan Tanah Abang, jika punya akun sendiri di ponselnya, pemasangan Rp1 ribu untuk 4 angka jika menang akan mendapat Rp9,5 juta. Namun bila ikut akun oranglain atau memasang di bandar hanya mendapat Rp8 juta.
 
"Ini sebenarnya wahana hiburan rakyat saja. Saat ini memang hampir tiap desa sedang marak permainan online ini," cetusnya, yang mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan.
 
Tak hanya itu, viralnya permainan judi online ini juga diikuti oleh beragam aktivitas yang aneh dan di luar nalar manusia. Tak jarang para penggila judi online meminta nomor pada kuburan atau pohon tua.
 
Dengan membawa bermacam sesaji, kembang maupun jeruk nipis, mereka melakukan ritual meminta nomor di makam dengan cara menggosok dinding kuburan dan berharap muncul angka-angka.
 
Menanggapi fenomena ini, tokoh agama PALI, Ustadz Kuyung Rizal,SS mengatakan, bahwa judi apapun bentuknya merupakan suatu perbuatan haram dan dilarang oleh agama Islam. Sedangkan perbuatan berupa meminta pada selain Allah tentu adalah syirik dan dibenci oleh Allah SWT.
 
"Fenomena mengandrungi judi online jelas melanggar hukum. Baik hukum negara juga hukum Islam. Perbuatan yang sudah menjurus pada kesyirikan juga gambaran betapa mulai sesatnya umat sekarang," jelas Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten PALI ini, melalui pesan WA, Jumat (28/5/2021).
 
Oleh karenanya, ia berharap aparat penegak hukum bisa memberantas bentuk perjudian ini, serta menghimbau agar masyarakat PALI khususnya, supaya lebih mendekatkan diri pada Allah serta menghindari perbuatan keji dan mungkar.[red]

BERITA LAINNYA

16740 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

15859 KaliFenomena Apa? Puluhan Gajah Liar di PALI Mulai Turun ke Jalan

PALI [kabarpali.com] - Ulah sekumpulan satwa bertubuh besar mendadak [...]

15 Desember 2019

15037 KaliPura-pura Minta Kerok, Mertua Coba Perkosa Menantunya

Talang Ubi [kabarpali.com] - Tak patut sekali ulah Irsanto bin Zainal (39) [...]

30 November 2018

14612 KaliTak Hanya Bupati Muara Enim, KPK Juga Tangkap Pengusaha & Kepala Dinas PUBM

SUMSEL - Bupati Muara Enim, H, Ahmad Yani,  diduga [...]

03 September 2019

12851 KaliPolisi Amankan Sabu Senilai 2 Miliar di Air Itam, Bandarnya Berhasil Kabur

Penukal [kabarpali.com] - Warga Bumi Serepat Serasan mendadak gempar. Polisi [...]

20 Maret 2018
PALI [kabarpali.com] - Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, fenomena permainan judi online dengan nama Toto Macau, Hongkong, Singapore, dan lainnya mulai merambah masyarakat desa. 
 
Tak hanya digandrungi oleh kaum pria dewasa, permainan yang disebut menguji peruntungan itu juga digemari oleh para ibu-ibu rumah tangga, baik tua maupun muda.
 
Menurut salah seorang warga di Kecamatan Tanah Abang, jika punya akun sendiri di ponselnya, pemasangan Rp1 ribu untuk 4 angka jika menang akan mendapat Rp9,5 juta. Namun bila ikut akun oranglain atau memasang di bandar hanya mendapat Rp8 juta.
 
"Ini sebenarnya wahana hiburan rakyat saja. Saat ini memang hampir tiap desa sedang marak permainan online ini," cetusnya, yang mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan.
 
Tak hanya itu, viralnya permainan judi online ini juga diikuti oleh beragam aktivitas yang aneh dan di luar nalar manusia. Tak jarang para penggila judi online meminta nomor pada kuburan atau pohon tua.
 
Dengan membawa bermacam sesaji, kembang maupun jeruk nipis, mereka melakukan ritual meminta nomor di makam dengan cara menggosok dinding kuburan dan berharap muncul angka-angka.
 
Menanggapi fenomena ini, tokoh agama PALI, Ustadz Kuyung Rizal,SS mengatakan, bahwa judi apapun bentuknya merupakan suatu perbuatan haram dan dilarang oleh agama Islam. Sedangkan perbuatan berupa meminta pada selain Allah tentu adalah syirik dan dibenci oleh Allah SWT.
 
"Fenomena mengandrungi judi online jelas melanggar hukum. Baik hukum negara juga hukum Islam. Perbuatan yang sudah menjurus pada kesyirikan juga gambaran betapa mulai sesatnya umat sekarang," jelas Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten PALI ini, melalui pesan WA, Jumat (28/5/2021).
 
Oleh karenanya, ia berharap aparat penegak hukum bisa memberantas bentuk perjudian ini, serta menghimbau agar masyarakat PALI khususnya, supaya lebih mendekatkan diri pada Allah serta menghindari perbuatan keji dan mungkar.[red]

BERITA TERKAIT

Masih Buron, Koruptor Rp7 M di PALI itu Sembunyi atau disembunyikan?

01 Agustus 2021 2329

Oleh : Joko Sadewo,S.H.*)   Adalah Arif Firdaus dan Mujarab. Satu mantan [...]

Terduga Bandar Sabu Tewas ditembak Aparat di Penukal

03 Juli 2021 3044

Penukal [kabarpali.com] - Seorang pria yang diduga kuat sebagai bandar [...]

Terbukti Terima Suap, Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar divonis 8 Tahun Penjara

20 Juni 2021 1181

SUMSEL - Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak [...]

close button