BPBD PALI Lakukan Survei Titik Koordinat Sumber Air untuk Mendukung Operasi Waterbombing Karhutla

Oleh Redaksi KABARPALI | 22 Mei 2025


PALI [kabarpali.com] – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan survei lapangan untuk menentukan titik koordinat sumber air yang akan digunakan dalam operasi waterbombing oleh helikopter, Selasa (20/5/2025).

Survei ini dilaksanakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD PALI dan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik.

Tim menyasar Sungai Penukal yang terletak di wilayah Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, sebagai salah satu lokasi potensial sumber air.

Penentuan titik koordinat ini sangat penting untuk memastikan efektivitas dalam pengambilan air oleh helikopter saat pemadaman karhutla berlangsung. Faktor-faktor seperti kedalaman sungai, aksesibilitas udara, serta jarak ke titik-titik rawan kebakaran menjadi pertimbangan utama dalam proses survei ini.

Kepala BPBD PALI, Ahmad Hidayat ST, melalui Kalaksa BPBD PALI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang lebih terukur dan terencana.

“Dengan adanya titik koordinat yang telah ditentukan secara tepat, proses pemadaman menggunakan heli waterbombing bisa dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga risiko kerusakan lingkungan maupun gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, langkah ini juga menunjukkan komitmen BPBD PALI dalam memperkuat sistem tanggap darurat bencana daerah, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan saat musim kemarau.

BPBD PALI mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika melihat adanya titik api di wilayahnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan bersama.[rls]

BERITA LAINNYA

101746 KaliTangis Tukang Tempe dari PALI: Saat Harapan Dicemari Isu Racun

DI SEBUAH  sudut pasar tradisional di Kabupaten Penukal Abab Lematang [...]

21 Mei 2025

78722 Kali9 Elemen Jurnalisme Plus Elemen ke-10 dari Bill Kovach

ADA sejumlah prinsip dalam jurnalisme, yang sepatutnya menjadi pegangan setiap [...]

25 Maret 2021

39148 KaliHore! Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Seleksi PPPK 2024

Kabarpali.com - Informasi menarik dan angin segar datang dari Kementerian [...]

09 Januari 2024

25448 KaliIni Dasar Hukum Kenapa Pemborong Harus Pasang Papan Proyek

PEMBANGUNAN infrastruktur fisik di era reformasi dan otonomi daerah dewasa ini [...]

30 Juli 2019

23316 KaliWarga PALI Heboh, ditemukan Bekas Jejak Kaki Berukuran Raksasa

Penukal [kabarpali.com] – Warga Desa Babat Kecamatan Penukal [...]

18 Agustus 2020

PALI [kabarpali.com] – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan survei lapangan untuk menentukan titik koordinat sumber air yang akan digunakan dalam operasi waterbombing oleh helikopter, Selasa (20/5/2025).

Survei ini dilaksanakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD PALI dan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik.

Tim menyasar Sungai Penukal yang terletak di wilayah Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, sebagai salah satu lokasi potensial sumber air.

Penentuan titik koordinat ini sangat penting untuk memastikan efektivitas dalam pengambilan air oleh helikopter saat pemadaman karhutla berlangsung. Faktor-faktor seperti kedalaman sungai, aksesibilitas udara, serta jarak ke titik-titik rawan kebakaran menjadi pertimbangan utama dalam proses survei ini.

Kepala BPBD PALI, Ahmad Hidayat ST, melalui Kalaksa BPBD PALI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang lebih terukur dan terencana.

“Dengan adanya titik koordinat yang telah ditentukan secara tepat, proses pemadaman menggunakan heli waterbombing bisa dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga risiko kerusakan lingkungan maupun gangguan terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” ujarnya.

Selain itu, langkah ini juga menunjukkan komitmen BPBD PALI dalam memperkuat sistem tanggap darurat bencana daerah, khususnya dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi di wilayah Sumatera Selatan saat musim kemarau.

BPBD PALI mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika melihat adanya titik api di wilayahnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan bersama.[rls]

BERITA TERKAIT

PDAM Rusak, Warga Talang Ubi Berebut Beli Air Bersih

03 Mei 2026 222

PALI [kabarpali.com] - Terhentinya suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air [...]

Penutupan Desa Wisata Gunung Dempo Tuai Sorotan, Alfrenzi Dorong Solusi Bersama

30 April 2026 150

[kabarpali.com] - Penutupan kawasan Desa Wisata Gunung Dempo di Kota Pagar Alam [...]

Marak Calo Klaim BPJS Ketenagakerjaan, Warga PALI dan Sekitarnya Resah

24 April 2026 245

Prabumulih [kabarpali.com] - Masyarakat di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, [...]

close button